Merantau Ke Kota

 On September 15, 2010  

Pakde Sastro dan Kang Gendon lagi asyik ngobrol di teras rumah Kang Gendon, sambil menikmati sisa kue lebaran dan se-teko es sirup.

Pakde Sastro: Anak sampen jadi ikut Parjono ke Bogor Kang?

Kang Gendon: Iya Pakde, besok pagi berangkat, saya harus mengantarkannya ke terminal jam 5 subuh.

Pakde Sastro: Memangnya tidak bareng Parjono?

Kang Gendon: Tidak Pakde, kan kemarin Parjono pulang pakai motor, jadi besok anakku berangkat sendiri naik bus.

Pakde Sastro: Tiap tahun, setiap habis lebaran, warga di desa kita ini pasti banyak yang ikut ke kota ya Kang?, padahal kalau mau berusaha di sini saya pikir juga ada hasilnya. 

Kang Gendon: Bener sih Pakde, tapi kebanyakan pada kepingin ke kota, katanya di kota lebih mudah mencari kerja, hasilnya lebih pasti. Lagian kalau mau kerja di desa mau kerja apa Pakde?.

Pakde Sastro: Misalnya saja berternak, bertani, atau usaha yang lain, disini banyak peluang kalau mau berusaha keras.

Kang Gendon: Sekarang pada males Pakde, enakkan cari yang sudah jadi dari pada harus membangun usaha sendiri, lagian modalnya juga dari mana?, kan tidak sedikit modal yang di butuhkan?


Pakde Sastro: Bener juga sih Kang, semoga saja pemerintah punya solusi, kalau memang ada program pinjaman dari bank untuk permodalan usaha kecil mbok ya di sosialisasikan sampai ke desa, atau kalau ada pinjaman lunak mbok syaratnya tidak rumit.

Kang Gendon: Dijalani saja Pakde, kalau menurut saya ya dimanapun tempatnya yang penting bisa kerja, bisa dapat penghasilan. Mumet mikir urip neng kene Pakde...

Pakde Sastro: Rasah mumet Kang, dijalani saja, yang terpenting tiap lebaran pada pulang ke desa, silaturahmi. 

Kang Gendon: Iya Pakde. Kemarin saudara-saudara Pakde Sastro mudik tidak?

Pakde Sastro: Tidak Kang, kemarin cuma telpon sama SMS saja....

Dan obrolan mereka pun terus berlanjut sampai habis es sirup se teko.
Merantau Ke Kota 4.5 5 Sukadi September 15, 2010 Tradisi sebagian masyarakat yang ikut merantau ke kota setelah lebaran Pakde Sastro dan Kang Gendon lagi asyik ngobrol di teras rumah Kang Gendon, sambil menikmati sisa kue lebaran dan se-teko es sirup. Pak...


25 comments:

  1. Masalah lahan pekerjaan di Indonesia memang belum terselesaikan. Dilemanya bila membuka usaha sendiri akan memakan waktu dan biaya, sedang bila bekerja pada orang lain, persaingan sangat ketat. Solusinya memang tidak boleh berputus asa baik dalam berdo'a maupun mencari informasi pekerjaan.

    ReplyDelete
  2. @Ummiega: Sebuah dilema, ingin mengurangi pertabahan penduduk di kota tiap tahunnya tapi belum ada solusi yang pasti untuk permasalahan lahan pekerjaan. Setuju sama Ummiega, jangan pernah berputus asa dan terus berdo'a+berusaha...
    terimakasih :)

    ReplyDelete
  3. makin hari, lapangan pekerjaan makin susah..sekarang musimnya, perusahaan memberlakukan sistem kontrak setiap bulan..ngeri juga kl baru sebulan, dan diputus kontraknya...
    harus cari lagi pekerjaan baru...
    yg pasti memang jangan gampang menyerah..kl kita giat, pasti ada jalan...:)

    ReplyDelete
  4. Kalau ngomongin yang satu ini memang susah untuk solusinya, karena memang sulit sekali lahan pekerjaan yang tersedia. kalau bisa dan ada modal si mending buka usaha sendiri mas ya.

    ReplyDelete
  5. kunjungan perdana

    salam kenal ya

    ReplyDelete
  6. @windflowers: bener mbak, sekarang semua karyawan jadi "kontraktor", entah apa jadinya nanti, yang pasti jangan menyerah pada keadaan :)
    terimakasih

    @ChugyGOGOG: semakin hari semakin susah mencari kerja Mas, memang paling enak usaha sendiri, tapi biasanya terbentur pada permodalan.. :D

    @Tienko Ariskontr: terimakasih kunjungannya, salam kenal juga.

    ReplyDelete
  7. masalah yang belum ada akhirnya...

    ReplyDelete
  8. pertama kalinya menapakkan kaki di sini mas,, salam kenal yaa pak :D

    ReplyDelete
  9. @Seiri Hanako: entah kapan akan berakhir... :)

    @Rizky2009: setuju, semua kembali pada diri sendiri :)

    @IrfanPlay: terimakasih kunjungannya..

    ReplyDelete
  10. Oleh karenanya pemerintah harus bisa mengubah pola pikir masyarakat pedesaan dengan selalu mensosialisasikan bahwa mencari pekerjaan di kota2 besar itu bukanlah solusi tepat untuk bisa mengakhiri kemiskinan apalagi jika tidak memiliki keterampilan yang mumpuni. Juga yang perlu dierhatikan adalah menggalakkan kembali program wiraswasta dengan mendapatkan modal bantuan usaha.

    ReplyDelete
  11. ehm... obrolan yang cukup mengena mas... memang butuh perhatian dari semua pihak... pastinya kalo di desa kesempatan itu ada (juga kesadaran), mereka tidak akan pergi ke kota...

    ReplyDelete
  12. @Vulkanis: Hanya SMS saja :)
    plus minus kemajuan teknologi Pak...

    @CORETAN HIDUPKU: sebuah pekerjaan yang sangat berat bagi pemeritah untuk mengubah cara pandang masyarakat, dan itu adalah sebuah konsekuensi. kalau cuma memberikan program dan arahan tanpa adanya tindakan yang pasti sama juga mengambangkan sebuah tujuan. Kita hanya bisa berharap, ada perubahan di negeri ini, biar tidak selalu tergantung pada orang dan masyarakat bisa belajar mandiri.
    terimakasih :)

    @albertus goentoer: kesempatan selalu ada di mana tempat, asalkan ada yang mengarahkan dan memberi solusi saya pikir semua akan berjalan selaras. terimakasih :)

    ReplyDelete
  13. Dengan Bismillah....dan terus ikhtiar ( tetap optimis di balik semua kesulitan yang ada di negeri ini ) ^_^

    ReplyDelete
  14. @julicavero & AeArc: bukan cuma keahlian Mas, tapi juga MODAL... :)

    @Nilla Gustian: Siip... berdo'a dan berusaha... :)

    ReplyDelete
  15. Selamat Pagi Pak Kadi, hadir kembali setelah mudik Lebaran di Kampung :)

    ReplyDelete
  16. @Tembang Lawas: Terimakasih Mas... Met beraktivits... :)

    ReplyDelete
  17. saya gak mudik kemaren mas.. karena di sini banyak kegiatan,, jadi cuma via telpon dan sms

    ReplyDelete
  18. kalo melihat kinerja pemerintah sekrang, saya jadi ragu kalo mereka cukup cerdas untuk mendapatkan solusi dari masalah ini. yah semoga tuhan ngasi kebijaksanaan lebih untuk kita semua dalam melangkah. gag rakus ambil bagian hidup. baik pemerintah atau pendatang di kota

    ReplyDelete
  19. sepertinya sekarang ini sudah menjadi budaya mas, tiap anak muda lulus sekolah terus merantau ke kota. Akan lebih baik sebenernya bekerja di desa dan memajukan kampung halaman sendiri.

    ReplyDelete
  20. Harusnya mas Sukadi jadi komikus di koran2 ibu kota, ceritanya bagus dan mengena mas :)

    ReplyDelete
  21. hahah oke deh, pakde sasro dan kang gendon :)

    ReplyDelete
  22. @anak nelayan: Mohon Maaf Lahir dan Batin...

    @kampus blog: yang penting silaturahmi tetap terjalin Mas.. :)

    @TUKANG CoLoNG:walau saya juga juga ragu tapi tidak ada salahnya tetap berfikir positif, semoga saja ada solusi untuk permasalahan ini.

    @Dwi: Kalau slogan dari gubernur Jawa Tengah: bali nDeso mBangun Deso... :)

    @pakde sulas: ada banyak kemungkinan tentang fenomena ini Pakde, yang pasti semua berfikir untuk hidup yang lebih baik, walau kenyataannya terkadang tidak seperti yang di inginkan.

    @Winny W: saya bersyukur jadi diri saya yang sekarang, masih untung mbak Winny mau baca tulisan saya.. :D

    Terimakasih

    ReplyDelete
  23. @four dreams: Terimakasih, salam dari Pakde Sastro dan Kang Gendon :)

    ReplyDelete
  24. Sangat menarik :)

    Kunjungan perdana

    ReplyDelete