Naturalisasi Pemain Sepak Bola, Demi Sebuah Prestasi?

 On December 9, 2010  

Akhir-akhir ini lagi marak dibicarakan tentang penampilan menawan tim sepak bola Indonesia dalam ajang Piala AFF. Selain hasil cukup memuaskan Indonesia dalam babak penyisihan, yang juga menyita banyak perhatianadalah adanya "pemain asing" hasil dari naturalisasi pemain dalam skuad Tim Merah Putih. Dibalik pro dan kontra naturalisasi pemain, memang kehadiran dua orang pemain hasil naturalisasi ini cukup memberi warna tersendiri dalam permainan tim sepakbola Indonesia.

Sebenarnya gebrakan yang dilakukan PSSI ini adalah hal yang biasa (menurut saya), dibalik minimnya prestasi, sebuah "jalan pintas" memang harus diambil untuk membuktikan eksistensi dan mengobati kerinduan masyarakat akan sebuah prestasi. Bukankah kita sudah terbiasa dengan hal semacam ini?. 

Perpindahan Atlet 
Kita ambil saja contoh konkrit di dalam negeri, beberapa daerah beramai-ramai mendekati dan menjanjikan bonus dan jaminan kesejahteraan demi mendapatkan kesepakatan dengan atlet agar mau pindah ke daerah tersebut. Bukankah ini juga bisa disebut naturalisasi atlet?. Maka tak heran jika wilayah yang bisa mendapatkan atlet-atlet berprestasi pasti akan semakin berkibar namanya. Kenapa DKI Jakarta hampir selalu menjadi juara di Pekan Olahraga Nasional (PON)?, mungkin ini salah satu kunci jawabannya (selain memang fasilitas olahraga yang komplit).

Kembali lagi ke naturalisasi dalam sepakbola, walaupun ini adalah langkah yang bisa dibilang cukup sukses (untuk sementara ini), namun alangkah baiknya kalau prioritas pembinaan pemain lokal juga di nomor satukan. Bukankah tidak lucu kalau misalnya 7 dari 11 pemain yang bertanding dilapangan adalah pemain hasil naturalisai. Karena saya baca di bolanews, Badan Tim Nasional (BTN) bakal naturalisasi 5 pemain lagi (dan mungkin saja bisa bertambah).

Walau naturalisasi pemain sedang jadi tren global, namun jangan sampai terlena dengan alasan prestasi dan melupakan tujuan dari olahraga itu sendiri. Tidak menutup kemungkinan euforia dalam tim sepakbola Indonesia akan berimbas pada kebijakan pengurus cabang olahraga yang lain, dan semakin banyak  atlet hasil naturalisasi maka semakin kecil kesempatan atlet lokal untuk menunjukkan prestasinya. Semoga saja kita tidak latah dengan mengatasnamakan prestasi, dan kebijakan yang diambil benar-benar bijak.

***
Saya bukan pengamat, dan bukan tidak setuju dengan program naturalisasi pemain. Apa yang saya ungkapkan disini adalah apa yang saya sikapi dari sudut pandang saya sendiri. Saya pun menjadi salah satu orang yang ikut senang jika Indonesia bisa berprestasi. Terimakasih.
Naturalisasi Pemain Sepak Bola, Demi Sebuah Prestasi? 4.5 5 Sukadi December 9, 2010 Akhir-akhir ini lagi marak dibicarakan tentang penampilan menawan tim sepak bola Indonesia dalam ajang Piala AFF. Selain hasil cukup memuas...


33 comments:

  1. boleh sih naturalisasi demi sebuah peningktan prestasi. asalkan potensi atlit dari dalam negeri/daerah tetap dipertimbangkan, dijaga, dilatih, dan terus dikembangkan. jadikan naturalisasi sebagai ajang untuk meningkatkan motivasi atlit dalam negeri agar lebih berprestasi. artinya, jangan sampai nanti atlit dalam negerio merasa terpinggirkan dan akhirnya akan timbul ketergantungan kepada atlit naturalisasi itu...

    Salam BURUNG HANTU... Cuit... Cuit... Cuit...

    ReplyDelete
  2. Naturalisasi oke, tapi dahulukan pemain lokal macam saya hehehe.. met malam brade

    ReplyDelete
  3. @Denuzz: Terkadang memang perlu "motivator", namun bukan berarti harus berharap akan adanya perubahan yang instan. Saya senang Indonesia berprestasi, namun bukan berarti harus menghalalkan berbagai cara he.he...

    Terimakasih Denuzz, Salam... :)

    ReplyDelete
  4. @Lozz Akbar: kepinginnya saya juga begitu Mas...he.he..

    met malam, terimakasih kunjungannya :)

    ReplyDelete
  5. hu um, bener... bukankah nantinya akan lebih membanggakan jika memenangkan pertandingan dengan menggunakan anak-anak bangsa sendiri -_-" jadi bukan hanya mengejar popularitas tapi juga untuk mengembangkan SDM dari negeri sendiri, siapa tau jika pembekalannya memang benar maka bukan hanya tak perlu ada pemain asing, tp pemain kita yang menjadi pemain dinegeri orang... erm... kira-kira kapan yah seperti itu --"

    ReplyDelete
  6. @inge: iya Mbak, kita hanya bisa berharap, untuk waktunya kapan, pinjam saja lagunya Koes Plus: Kapan-kapan... :D

    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  7. Satu lagi, buktinya kualitas pemain naturalisasi lebih tinggi dibanding pemain pribumi.... La wong dulu diisi pemain pribumi semua gak ada apa-apanya. Kita akui saja dengan jujur, andil pemain naturalisasi memang besar dalam kompetisi AFF 2010 ini

    ReplyDelete
  8. Well, tidak ada salahnya memang naturalisasi, tp seperti yg Mas Sukadi katakan, jgn sampai melupakan pentingnya pembinaan atlet muda.

    Good luck INA.

    ReplyDelete
  9. Saya bukan gak setuju, asal memanag skill nya bisa diandalkan dan bisa membuat semangat tanding rekan seteam menjadi bertambah ya apa salahnya. Tapi pemain lokal juga dipertimbangkan kalau skill nya memang sudah bisa dijual. Semoga team merah putih semakin berkibar meskipun tanpa ada pemain naturalisasi.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyDelete
  10. Tapi semua negara juga melakukannya...

    Wew, bukan pemerhati sepakbola...hanya denger2 dikit aja...biar saja asal bisa membangkitkan semangat yang lainnya...

    ReplyDelete
  11. Cukup dua saja pemanin naturalisasi. Itu sudah cukup untuk memompa permainan tim.

    ReplyDelete
  12. @Lalu Abudl Aziz: Saya juga sependapat dengan Anda, kita sudah terbiasa dengan hal ini bukan?, di level nasional kita sudah sering mengambil atlet dari daerah lain untuk membela daerah diajang pekan olah raga daerah maupun nasional. Bukankah ini juga bisa dikatakan naturalisasi dalam konteks yang lebih kecil?

    Dalam sepakbola sendiri, negara seperti jerman, italia, dan negara sepakbola yang lain pun melakukan hal ini, dan semua dengan alasan yang sama: Prestasi. Dan itu sah-sah saja.

    Saya tidak mengatakan ini langkah yang keliru, tapi seandainya wacana me-naturalisasi pemain hampir separuh pemain tim nasional, apakah ini juga langkah yang bijak?, karena dari yang saya baca di bolanews bahwa BTN akan menaturalisasi 5 pemain lagi. Mungkin bisa baca di http://www.bolanews.com/liga/liga-indonesia/17601-BTN-Bakal-Naturalisasi-Lima-Pemain.html

    Kemudian saya berandai-andai, seumpama indonesia bisa menemukan 11 pemain hebat di setiap posisi dan mau membela tim nasional, dan dengan alasan prestasi kemudian me-naturalisasi ke semuanya, mungkin tim sepakbola indonesia akan menjadi tim yang tangguh. Lalu, pemain asli indonesia hanya akan menjadi pemain cadangan dan bahkan hanya menjadi penonton, tentu hal ini akan menjadi ironi.

    Bukan saya tidak suka dengan Irfan Bachdim, Gonzales, dan calon pemain naturalisasi lainnya. Kalaupun mereka mampu memberikan perubahan dan mempersembahkan prestasi, bangsa Indonesia pula yang dapat namanya. Dan pastinya saya juga akan ikut senang.

    Tapi apakah kita harus terus2an latah?, prestasi itu perlu, tapi kebijakan yang dibuat juga harus benar-benar bijak.

    Terimakasih Kawan untuk masukannya, mohon maaf jika kurang berkenan.
    Salam.

    ReplyDelete
  13. menurut saya sih utamakan pemain lokal dulu...

    ReplyDelete
  14. @PC Inbox: Saya juga tidak mengatakan itu langkah yang keliru, andil mereka juga kelihatan dalam permainan tim nasional. Dan saya ikut menikmati itu. Tapi apakah olahraga hanya semata bicara tentang prestasi?.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  15. @Skydrugz: Naturalisasi itu sudah menjadi hal yang biasa, negara sepakbola pun juga ada yang melakukan hal ini. Prestasi penting, naturalisasi tidak ada salahnya, namun juga harus mempertimbangkan pembinaan pemain.

    @Sugeng: Kalau kompetisi sepakbola yang digelar bertahun-tahun tidak "menghasilkan apa-apa" tentunya ini juga patut menjadi koreksi, padahal klub sudah berjuang keras dalam pendanaan, bahkan tak jarang klub menggunakan uang rakyat lewat dana APBD. Kalau ujung-ujungnya minim prestasi dan hanya menyalahkan skill dan kemampuan pemain lokal, saya rasa kurang bijak dan perlu ada yang di refleksikan dalam pembinaan pemain di negeri ini.
    Salam.

    @Pendarbintang: Ya, banyak negara yang melakukan hal ini. Kalau sebagai motivator dan teladan mungkin itu perlu, dan tentunya sangat ditunggu kontribusi mereka.

    @pakeko: seperti slogan program KB jaman dulu ya Pak, dua anak cukup he.he...

    @Arif: Tentunya hal itu patut menjadi pertimbangan...

    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  16. salam sahabat
    berkunjung silaturrahmi

    ReplyDelete
  17. @Imtikhan: salam... terimakasih kunjungannya :)

    ReplyDelete
  18. Naturalisasi membuat tim jadi lebih percaya diri

    ReplyDelete
  19. @Karlz: Semoga kepercayaan diri itu tidak menjadi sebuah ketergantungan... :)

    ReplyDelete
  20. 10 ORANG PERTAMA YANG MENDAFTAR DI FACEBOOK
    http://bagalao.blogspot.com/2010/12/1.html

    8 PESONA ARIEL YANG MEMBUAT WANITA TERGILA-GILA
    http://bagalak.blogspot.com/2010/11/8-pesona-ariel-yang-membuat-wanita.html

    ReplyDelete
  21. penyakit latah ini mah. saya baru tahu akan ada 5 pemain lagi yang akan di naturalisasi. harusnya kalau sudah ada peningkatan, ya tidak perlu lagi ada naturalisasi. lakukan yang secukupnya saja.

    ReplyDelete
  22. saya hanya mampu jadi penonton saja .. dan semoga Indonesia bisa menang.

    ReplyDelete
  23. ok la naturalisasi....
    tapi buat apa coba gonzales ikut maen juga...?

    gak indonesia ui...

    ya gak mas sukadi?

    ReplyDelete
  24. menurut saya naturalisasi pemain bole2 aja...asal memang ada syaratnya..sama seperti syarat warga negara asing yang ingin menjadi warga negara indonesia. seperti gonzales misalnya dia kan memang sudah lama tinggal di indonesia...dan bahkan berkeluarga di indonesia..menurut saya untuk kasusnya dia..gada masalah klo memang dinaturalisasikan..tp tetap harus ada syarat.

    ReplyDelete
  25. @Anonim: Maturnuwun....

    @ReBorn: Penyakit bukan penyakit tapi itulah wacananya.

    @bayuputra: saya juga hanya menonton kok Mas... :)

    @danupuspito: sebenarnya naturalisasi bukanlah sebuah kesalahan, negara sepakbola seperti italia, jerman, pun melakukannya. asalkan tidak terlalu dipaksakan dan seolah mengambil jalan pintas.

    @julicavero: menurut saya juga begitu mas, kalau memang dia sudah mejadi WNI kan hak-nya sama untuk membela negara, tapi kalau kesannya dipaksakan itu yang jadi pertanyaan.

    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  26. waduh.. terkesan menghalalkan segala cara kah? ^_^

    ReplyDelete
  27. sebenarnya negara-negara besar juga banyak yang melakukan naturalisasi seperi Deco dari brasil ke portugal, camoranessi dari argentina ke italia ...

    ReplyDelete
  28. wih mantep mencari judulnya, naturalisasi demi sebuah prestasi *asik

    ReplyDelete
  29. malm .. ijin bca2 ..

    salam :)

    ReplyDelete
  30. Hehehhehe...menurut saya asalkan masih caranya baik dan benar, dan hasilnya put baik, rasanya tidak menjadi masalah. Siapa tahu akan memicu semangat atlet non naturalisasi ya kan? :) salam

    ReplyDelete
  31. @Jaya: karena sudut pandang yang berbeda maka Anda yang lebih tahu persis jawabannya. He.he.he..

    @joe: Negara seperti jerman, italia, portugal, dan masih banyak lagi, pun melakukan naturalisasi pemain. Tapi kalau wacana yang berkembang dari BTN(menaturalisasi 5 pemain lagi) itu benar-benar terealisasi, bagi saya itu sudah tidak wajar. :)

    @four dreams: ada seorang dalang yang lebih manteb lagi mas, Ki Manteb Sudarsono. :D

    @fitr4y: malam.. silahkan, terimakasih kunjungannya.. :)

    @primeedges: ya, mungkin itu yang bisa kita harapkan... :)

    Terimakasih

    ReplyDelete
  32. bener mas..pembinaan di pemain lokal memang harus lebih ditingkatkan lagi, agar bener2 terbentuk pemain2 nasional yg handal..:)

    ReplyDelete
  33. @windflowers: setuju mbak.. :)
    terimakasih

    ReplyDelete