Mending Nggak Usah Berkomentar

 On March 13, 2011  

Barangkali Anda sering atau pernah melihat komentar-komentar yang sekiranya kurang layak dikonsumsi publik, dengan bahasa yang kasar, kotor, bahkan terkadang mengadung SARA. Komentar yang saling menyerang, menghujat dan sejenisnya itu biasanya adalah komentar di forum atau di situs berita. Untuk blog pribadi, biasanya jarang ada komentar yang saling serang, karena biasanya, komentar yang bernada kurang menyenangkan dan kurang pas sama pemilik blog akan dimoderasi atau dihapus, walau ada juga blog yang memang siap menampung komentar apa saja he.he..

Saya sering menemukan komentar-komentar 'aneh' tersebut pada situs berita olahraga, karena yang sering saya kunjungi adalah situs berita olahraga. Selain itu, pada situs berita bebas memakai identitas apapun, termasuk tanpa identitas maupun identitas palsu, selain itu komentar juga tidak akan dimoderasi. Biasanya pembaca yang pro dan yang kontra saling serang, dan tak jarang kata-kata kotor juga ikut serta disana ha.ha... Walau itu sudah hal yang mungkin dianggap biasa, tapi bagi saya itu sangat mengganggu, apalagi kalau yang dikomentari miring adalah berita soal tim sepakbola favorit saya he.he...

Memang, hak setiap orang untuk mengutarakan pendapat, tidak suka itu biasa, tapi alangkah baiknya kalau komentar yang sekiranya tidak layak dikonsumsi publik itu nggak usah dikeluarkan. Mending nggak usah berkomentar saja sekalian he.he.. *)teringat peribahasa jawa: Ajining diri gumantung ana ing lathi... :)
Mending Nggak Usah Berkomentar 4.5 5 Sukadi March 13, 2011 Barangkali Anda sering atau pernah melihat komentar-komentar yang sekiranya kurang layak dikonsumsi publik, dengan bahasa yang kasar, kotor,...


67 comments:

  1. Assalamu'alaikum
    nuwun sewu dulu Kang.... biar saya enggak dianggap enggak sopan hehe

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum Kang,
    benar bahwa tutur kata menunjukkan siapa kita. Orang menjadi berwibawa ato tidak justru karena lidahnya. Tentu karena komentar adalah bahasa komunikasi tertulis yang mewakili tutur kata, maka konsep Ajining diri gumantung ana ing lathi menjadi sangat penting.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum bos...

    aku setuju dengan pak bos dah,,, memang komen itu yang yang baik-baik,,, kan maksud berkomentar untuk menyenangkan bukan sebaliknya...

    btw apa arti pribahasanya : Ajining diri gumantung ana ing lathi... hehehe,, ga ngerti aku!!! :D

    ReplyDelete
  4. assalamualaikum bang sukadi.... izin follback ya mas.... ya mas saya setuju kalau memang komennya gak baik mending gak usah komen malah mancing kerusuhan aja,,,,hehehehehe

    ReplyDelete
  5. @Lozz Akbar: Walaikumsalam...
    monggo Kang... :)

    @Djangan Pakies: Walaikumsalam Kang,
    terkadang orang menganggap biasa apa yang mereka ungkapkan, padahal secara tidak langsung itu adalah cerminan dari dirinya he.he..

    @Nyayu Amibae: Walaikumsalam Bos,
    terimakasih mbak bos, yang penting tetap semangat he.he.
    Ajining diri gumantung ana ing lathi kurang lebih maknanya seperti apa yang di utarakan Kang Pakies diatas he.he..

    @Arief Bayoe S: Walaikumsalam Mas Arief... terimakasih sudah followback, masalah komentar semua kembali pada diri masing2, tapi kalau sekiranya nggak layak dikonsumsi publik mending nggak usah komentar aja he.he..

    ReplyDelete
  6. kalo saya perhatikan di web berita apalagi tentang artis, wah komentarnya ga enak dibaca mas.

    Cuma ya mau gimana lagi mas, kita hanya bisa berharap saja.

    ReplyDelete
  7. bah...biasa itu mmg mas...jadi sy ndak pernah baca komentar klo di halaman situs berita :D

    bikin dosa aja :D

    ReplyDelete
  8. klo di berita itu emang biasa mas, namanya jg pendapat org brbeda2, pasti ada yg pro dn kontra. jd klo ada yg komen jelek2 ttg fans clubnya mas, cuekin aja, toh klo ngmong kotor dia jg yg brdosa, n betul tuh mncerminkn jati dirinya.
    slm kenal.

    ReplyDelete
  9. Tampak nya.. kita harus lebih mawas diri lagi, berkomentar dan jualan mimik.. di era sekarang ini udah jadi santapan sehari-hari. jadi mari kita saling instropeksi diri.. dan lebih mencerna karena disini akan berlaku hukum Sebab dan akibat. Jangan lupa berkunjung ke blogs yang saya miliki, berikan kritik dan saran yang membangun. Terima kasih

    ReplyDelete
  10. Iya, bener Mas...
    Di web yang pengunjungnya bebas sering muncul komentar yang jorok, norak dan nggak pantas.
    Kalau di blog pribadi sich jarang.
    Kayaknya masih banyak orang yang belum bisa bertanggung jawab

    ReplyDelete
  11. Ada juga model komentar 'Junk', saya menyebutnya demikian karena komentar tersebut bahkan ga nyambung dengan isi postingan. Kadang cuman 'hai', ato 'salam kenal', bete nya kalo udah bawa2 iklan blog lagi --"

    ReplyDelete
  12. @mas-tony: bener mas, itulah adanya, dan kita hanya bisa berusaha meminimalisir dengan tidak ikut berkomentar he.he..

    @Skydrugz: saya juga males mas, sedikit komentar yang enak dibaca he.he

    @Reborn: waduh... piye iki :D

    @amisha: memang bener sih, tapi rasanya risih juga kalau sampai ada kata-kata yang kurang layak dicerna ikut mewarnai berita-berita penting he.he..

    @King Money: yang penting nggak ikut-ikutan komentar kotor aja he.he..

    @marsudiyanto: mereka belum bisa bertanggung jawab secara pribadi, terlalu menganggap biasa komentar mereka, padahal ada konsekuensi pastinya dari apa yang mereka utarakan :)

    @Miftahgeek: yang ini biasa mas, masih bisa dimaklumi (walau mungkin terpaksa) he.he..

    ReplyDelete
  13. Apalagi kalau sempet tergelincir di forum negara tetanggga, isi koment ngga ada yang mutu. Sakit hati bacanya!

    ReplyDelete
  14. Memang tidak mudah berkomentar mas. Boro-boro komentar, yang lebih mudah dari komentar, bertanya saja susah mas.
    Saya pernah punya pengalaman mengiklankan mobil umur 10 tahun yang type nya ada kata2 "New". Ee ee, ada yang "kober-kobernya" komentar : mobil lama kok dibilang new, jelek lagi mobilnya, kemahalan tuh.
    Pertama saya kaget, tapi kemudian tertawa lha wong mau bertanya boleh kurang nggak, tapi menyatakannya dalam bentuk komentar yang aneh.
    Salam.
    Mampir mas

    ReplyDelete
  15. @seragam sekolah: mungkin.. :)

    @Kaget: makanya saya nggak suka baca komentar yang nggak mutu seperti itu mas, apalagi yang sudah mengandung SARA, bikin emosi he.he..

    @Sastro: Mungkin dia anggap dirinya sudah ngerti, makanya nggak mau tanya, e.. malah mejelek-jelekkan yang nggak dia tahu he..he.. kesannya malah lucu dan terlihat bodoh :D
    Salam

    ReplyDelete
  16. iya komentar sebebas apapun ada baiknya punya batasan atau bisa berimbang, tapi tidak menyalahkan juga orang yang mau berbeda pendapat selagi masih dalam pembahasan yang sopan. Perbedaan itu menyenangkan dan selalu punya sisi positipnya.

    ReplyDelete
  17. @yayack: selagi masih bisa mempertanggung jawabkan pendapatnya mungkin nggak masalah, tapi kadang orang berpendapat tanpa berani mempertanggungjawabkan.. perbedaan itu indah, tapi berbeda yang beralasan/bertanggungjawab, bukan tidak menerima pendapat orang lain he.he

    ReplyDelete
  18. iya, mas saya juga sering kali nemuan kayak gitu.. terutama di sepakbola detik :D
    sayang sekali ya, dan mereka beraninya pake nama samaran :D

    ReplyDelete
  19. @Javahostindo: saya sering lihat di goal.com mas.. :)
    disana kan bisa pakai identitas apa saja :D

    ReplyDelete
  20. goal ma detik sama aja.. pada komentar yg kotor dan rusuh utk menjelek²kan lawan tim kesayangannya
    sampe ngelus dada, emang dapat apa gt lohh kalau menjelekkan tim musuh

    ReplyDelete
  21. @tomi: saya pikir mereka nggak dapat apa2 lho mas, hanya kepuasan sesaat yang imbasnya kurang bagus bagi orang lain :D

    ReplyDelete
  22. kayaknya di kolom komentar juga bisa tawuran yach gan?... tapi masih lebih baik q daripada tawuran di jalanan :p hehehe...

    klo ane sich tinggal didelet aja komentar sampah kyk gitu.

    Nice posti :D

    ReplyDelete
  23. @Rahasia Kontes SEO: bisa juga, tawur tapi nggak bisa nonjok :D
    kalau di blog personal mungkin tinggal di delete, tapi kalau di forum atau portal berita nggak mungkin bakal dimoderasi :D

    ReplyDelete
  24. kalau aku.........komeand dari semua rekan aku terima..........kecuali jika ada komand yg menghina Tuhan serta Ibuku..........pasti aku spam

    ReplyDelete
  25. . heyy...

    tutur katta lah yang menunjukkan siapa diri kitta, selain ittu juga kelakuan dan perbuattan kitta dimatta oranglain..
    s0' kalo c0mmend ya yang p0sitif-positif ajja, gak perlu pake katta-katta yang sen0n0h, menghina satu sama lain...

    salam,
    http://uhooi.blogspot.com/

    ReplyDelete
  26. bagaimana caranya biar blog kita rame dan banyak komentarna ya?
    salam kenal pak

    ReplyDelete
  27. serang menyerang biasanya ga pake identitas asli.
    semoga mereka tercerahkan.

    ReplyDelete
  28. @kezedot: siip, berarti mengajari si komentator untuk bertanggungjawab he.he..

    @uhooi: apa yang diutarakan lewat komentar secara tidak langsung mencerminkan siapa diri si kometator he.he.

    @Kota Perwira: biar ramai?, entahlah :D
    Salam kenal juga

    @attayaya: biasanya demikian bang, semoga saja lekas "sadar" :D

    @gegeriyadi: semangat dunkz.. :D

    ReplyDelete
  29. tentang situs olahraga pasti maksudnya Goal.com komentar2 disana memang menyerang banget --- paling sebal kalau ac milan diejek tim tua :zzzzzz:

    ReplyDelete
  30. @r10: yang penting ac milan bukan tim tua kan mas? :D

    ReplyDelete
  31. bener banget Kang
    ada situs yang mengkhususkan diri dalam mencela agama lain
    ada juga yang mencela orang yang bukan satu mazhab
    sangat disayangkan
    mari kita berkomentar secara sehat

    sedj

    ReplyDelete
  32. oke pak mari kita berjabat tangan erat layak seorang sahabat...hehehh selamat malam

    ReplyDelete
  33. setuju mas... mending diem aja daripada memberikan komentar yang bisa menyakiti orang lain...

    ReplyDelete
  34. Kalau gitu nggak usah baca aja komen2 itu. Seperti kata pak Marsudiyanto di tempatku menggeser yg negatif itu memang susah.

    ReplyDelete
  35. wahh.. memangnya kalau boleh tau... tim paporitnya apa tokh mas?!?!? hehehe... moga saya gak di anggap seperti yg di maksud di atas :(

    ReplyDelete
  36. apalagi klo di forum-forum mending ga usah di baca deh komentar2 nya hehehe... ga layak untuk di baca

    ReplyDelete
  37. Betul mas , kesal boleh tapi alangkah lebih baik kalau menumpahkan kekesalannya dengan tetap menggunakan bahasa yang santun...meskipun kita diperbolehkan untuk bebas berekspresi...

    ReplyDelete
  38. betul mas kalo komen gak penting mending gak usah komen kali ya bikin mual aja

    ReplyDelete
  39. sangat betul mas...saya juga sering mendapat komentar yang aneh-aneh

    ReplyDelete
  40. setujuuuhhh....
    saya juga akan menghapus komentar tak sedap. atau disensor. misalnya an**** atau go**** (ada suara *tiiiit* nya)

    ReplyDelete
  41. Daripada berkomentar cuma membuat orang lain jengkel lebih baik menjadi silent reader aja mas, memang benar dari cara kita berbicara itu yang mencerminkan bagaimana kepribadian kita.

    ReplyDelete
  42. komentar kontra biasanya hanya cari perhatian
    dan cari popularitas

    demikian

    ReplyDelete
  43. apa yang kita ucapkan biasanya mencerminkan pribadi seseorang, bener banget dari pada membuat pihak lain merasa tidak nyaman mendingan jangan berkomentar, kalau mengkritik buatlah kritikan yang membangun dan menyududkan.

    sori telat mampir nih...

    ReplyDelete
  44. Met siank Sob..

    Wah setelah reload 2 kali akhirnya muncul juga nie kotak komentar hhe.. tak kira wes ditutup komentar untuk postingan ini :P

    Hem.. podo kang, aku juga kadang risih ama komentar2 itu, klo berita Bola sih aku malah jarang nemuin yg kaya gitu, cuma klo diForum yg aku sering liat walah... yg satu bikin thread apa yg satu komentar apa... wes pokok'e semua hewan kebon binatang keluar hhe...

    Mending ra sah koment sekalian nek gur iso mencak-mencak...

    Semangat N Sukses slalu Sob... maaf nie telat

    ReplyDelete
  45. blogwalking ni mas...

    ReplyDelete
  46. @sedjatee: untuk situs-situs yang menjelekkan dan kesannya mengadu domba, saya nggak suka mengunjunginya, apalagi berkomentar he.he..

    @mas pri: marii... :)

    @albertoes goentoer: setuju Pak, mending diam daripada nggak berguna :D

    @monda: saya juga males baca komentar semacam itu, mending baca berita yang lain.. :)

    @Merliza: tim paporit saya MU sama Lazio :D

    @agoenk70: saya juga males baca komentar yang tak layak konsumsi semacam itu :D

    @julianus ginting: untuk komentar semacam itu cocoknya masuk kotak sampah saja :D

    @obat alami darah tinggi: kalau berantem sekalian mungkin langsung merasakan, tapi kalau cuma nulis yang nggak layak konsumsi malah merugikan orang lain.. :D

    @archer: mendingan minggir dari pada mual :D

    @ravaelz: itulah kebebasan yang kebablasan Mas.. :)

    ReplyDelete
  47. @penguraswctanasedot: Walaikumsalam Wr Wb
    Terimakasih banyak untuk kunjungannya, semoga tidak menyesal berkunjung kesini, semoga jalinan silaturahmi senantiasa terjag..
    Sukses buat Anda... :)

    @bung iwan: halah, bunyi tiiittt-nya telat bung, saya sudah tahu yang dimaksud ha.ha..

    @Dwi: Setuju Mas.. :)

    @Rusa: Kalau pakai identitas jelas mungkin bisa demikian, tapi kalau nggak ada identitas apakah juga cari perhatian dan popularitas? :D

    @rizal: kalau kritikan mungkin itu baik, tapi kalau cuma mau 'nyampah' mendingan nggak usah saja.. :) terimakasih Mas sudah mampir..

    @bangangan.com: maksud dari ajining diri gumantung ana ing lathi> adalah, seseorang bisa dinilai dari ucapannya... (kurang lebih demikian) :)

    @Ferdinand: Met malam Mas...
    kalau cuma berani ngomong aja mungkin percuma, malah bikin risih orang lain he.he.. Kalau mau marah-marah ya jangan ditempat umum, ditulis aja di kertas trus dibaca sendiri hihihi..
    Semoga sukses Mas, terimakasih kunjungannya :)

    @Na81: terimakasih kunjungannya :)

    ReplyDelete
  48. @Laptop and Notebook: Maksudnya? :D

    ReplyDelete
  49. yup, memang agar kita tidak kontroversial dalam berkomentar setidaknya harus membaca dulu seluruh isi postingannya agar kita paham terhadap hal yang kita komentari. jangan sampai artikel bahas a, tapi kita komentarnya b. jadi gak nyambung kan?
    selain itu juga dalam blog pribadi sy setuju jika kita harus menjaga sikap agar tak asal ngomong seperi situs2 berita atau olah raga.
    semoga dengan begini dunia blogger indonesia akan punya bahan koreksi untuk terus melangkah maju.
    salam blogger semuanya! ;-)

    ReplyDelete
  50. Bener tu, Harga Diri Seseorang bisa dilihat dari Perkataanya ...

    :) :)

    ReplyDelete
  51. dari sana kan terlihat siapa orang yang gak bertanggung jawab, suka ngomong kasar dan macem2 tapi gak berani nampilin identitas asli

    ReplyDelete
  52. komen lagi ya Kang
    ada mozaik asa di atas tiga roda lho Kang
    silakan diintip Kang

    sedj

    ReplyDelete
  53. nice..
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.the-netwerk.com
    sukses selalu!

    ReplyDelete
  54. kalau untuk komentar di blog mungkin pribahasanya sedikit diubah, mas. Jadi "ajining diri gumantung ing tulisan komentar" :)

    ReplyDelete
  55. @Inspirasi Kecilku: Terkadang hal-hal lucu bisa terjadi, misalnya saja komentar yang tidak nyambung atau hanya sekedar "basa-basi", tapi itu lebih baik dari pada komentar yang berisi makian, umpatan dan sejenisnya yang tidak layak dibaca.
    Salam :)

    @latifatul ali: benar kah?

    @Heru Purwanto: Setuju... :)

    @adin: kalau orangnya biasanya tidak berani menampilkan identitasnya, makanya kita tidak tahu siapa yang berkomentar tersebut.. :)

    @sedjatee: terimakasih Kang, sudah saya intip, semoga menang ya.. :)

    @the-netwerk: terimakasih :)

    @andhy: bener juga, berarti apa yang ditulis itulah cerminan dari sepenulis :D

    @joko santoso: mungkin begitu lebih baik, Pak.. :)

    ReplyDelete
  56. Ikut berkomentar. Mudah-mudahan komentar saya layak dikonsumsi publik... :D

    Menurut saya, perdebatan dalam form komentar (di blog maupun di forum) sah-sah saja, selama masih beretika dan untuk menemukan kebenaran. Bukan untuk hebat-hebatan.

    Salam kenal.

    ReplyDelete
  57. @Abu Furqan: Perdebatan itu biasa, hebat-hebatan bagi saya nggak masalah, asalkan dengan bahasa yang baik dan layak, bukan dengan umpatan maupun makian.. :)

    Salam kenal

    ReplyDelete
  58. bener jga mas...lebih baik kasih koment yg positif2 ke orang2 toh, bisa dapet baxak ilmu n pahala jga...hehehehe...
    tapi bahaya jga loh mas,,kadang jg ada orang yang"bermuka dua",hehehehe

    salam kenal mas... ^_^

    ReplyDelete
  59. @Tyo'Q: kalau cuma kritik itu mungkin lebih baik dibanding dengan caci maki atau kalimat umpatan yang lain. saya sependapat dengan Anda, Mas.. :)

    salam kenal

    ReplyDelete
  60. benar mas, kalau baca comment di goal.com atau detiksport, commentnya pada ngaco2... bisa bikin kerusuhan... seharusnya adminnya ngehapus comment yg seperti itu,

    ReplyDelete
  61. wah mantap nie pndapatxa mas..setuju aku klo gitu ma yang ini,,mksh y mas dah berkunjung ke blog saya....^_^

    ReplyDelete
  62. Mari kita mencoba untuk tidak saling menjelekan, pertama dari hati sendiri tentunya :-)

    ReplyDelete
  63. @rahman: kalau di moderasi kelihatannya butuh waktu lama dan pekerja khusus karena banyaknya yang berkomentar :D

    @Tyo'Q: terimakasih :)

    @beny: mari... :)

    ReplyDelete
  64. Berita di politik sampai hubungan bilateral negara pun jadi ajang saling umpat, Pak. Jaman ramai2nya Indonesia vs Malaysia, wuahhhh media massa jadi pancinya komentar umpat2an.

    Blog juga sering jadi ajang umpatan. Sejauh yang sy temui adalah blog keilmuan (seperti yang sy tulis di http://febriosw.web.id/blog-keilmuan-rentan-makian/ karena sy pernah beberapa kali menerima komentar umpatan) dan blog keagamaan. Belajar dari semua itu, sy malah tetap tertarik memunculkan komentar seperti itu agar ditanggapi pengunjung lain.

    ReplyDelete
  65. biasanya saya suka situs berita..apalagi kalao lg ngomenin artis xixi ada yang pro n kontra :D

    ReplyDelete
  66. Ini kan ngetik, berarti bukan 'lathi' dong, huehehehe...

    ReplyDelete