Mencintai Tanpa Melukai

Maafkan aku kekasih, kepadamu aku memohon maaf. Aku tak bisa sesempurna kisah dalam cerita-cerita cinta, yang mencintai dengan begitu 'sempurna'. Aku hanyalah manusia biasa yang berusaha mencintaimu dengan semampuku. Aku ingin dengan mencintaimu bisa menghantarkan perasaan-perasaan yang lebih dalam, rasa yang lebih tinggi kepada Yang Maha Cinta. Bersamamu menemukan cinta yang sesungguhnya.

Maafkan aku kekasih, kepadamu aku memohon maaf. Aku terkadang terlalu 'bodoh'. Aku ingin mencintaimu tanpa harus membuatmu terluka. Tapi, rasa cintaku kepadamu terkadang malah melukai hatimu, terkadang aku tak meyadari hal itu. Aku sering lupa jika kita punya hati yang berbeda, sehingga pemahaman kita tentang bagaimana cara mencintai juga berbeda. Kita disatukan untuk menyelaraskan hal itu, dan itu butuh proses. Terkadang cinta tak "semudah" yang kita kira.

Kekasih, cinta itu melekat dalam diri kita, dalam detik, dalam jengkal, dan dalam setiap hembusan nafas. Cinta akan membawa kita pada sebuah lautan, yang jika kita salah dalam melangkah, ombak dan badai akan menelan kita. Dan jika kita melangkah pada jalan yang tepat, angin akan menuntun perahu kecil yang kita tumpangi berlayar mengarungi samudera tanpa tepi. Dengan segala keterbatasan dan ketidak sempurnaanku, aku berharap bisa mencintaimu, tanpa melukaimu.

*) Di ikut sertakan dalam give away Mencintai Tanpa Melukai  di blognya Mbak Diana.

18 Comments:

narti mengatakan...

mencintai itu sebuah proses yg tiada akhir, begitukah?

semoga menang kontesnya kang :)

Sukadi mengatakan...

@narti: mungkin, mbak.. jawaban pastinya terletak pada sudut pandang kita masing-masing hehe..

terimakasih mbak.. :)

bopfive5 mengatakan...

cinta memang deritanya tiada akhir wow malah pat key h3

Ferdinand mengatakan...

Uhuy... baru ini aku baca postingan paling romatis di blog ini hauhahuaha..... pasti si Mbak yg lagi baca disebelahmu nyengir2 tuh kang haha...

Kayanya gak salah nih Mbak Diana bikin Give Away pake tema ini, jadi ketauan semua dalemannya haha....

Sukadi mengatakan...

@bopfive5: hahaha... pengaruh dari panglima tian feng ya mas..

@Ferdinand: Padahal banyak lho Kang, disini tulisan yang lebih 'ngeh' dari ini juga ada, kebetulan saja sampeyan tidak membacanya hehehe..

Mencintai Tanpa Melukai | Iskaruji dot com mengatakan...

Terkadang cinta dan luka itu akan menjadi satu paket dari cinta itu sendiri. Namun taka akan kata berhenti untuk mencintai tanpa melukai...

Sukadi mengatakan...

@Mencintai: cinta itu tergantung dari mana kita memandangnya :)

windflowers mengatakan...

kata terindah..adalah dengan selalu berusaha untuk selalu mencintai, meski waktu kian berubah dan membuat tanpa sengaja melukainya

makasih ya mas udah berpartisipasi :)

Sukadi mengatakan...

@windflowers: terimakasih mbak, semoga berkenan :)

Mas Coro mengatakan...

wah indah mas...

Sukadi mengatakan...

@Mas Coro: terimakasih... mungkin hanya sebuah kebetulan :)

Rumah Dijual mengatakan...

keren banget mas,,, :)

Sukadi mengatakan...

@Rumah Dijual: terimakasih :)

Info Tech mengatakan...

Kenapa mencintai kalau harus melukai?

hehehe.... keren mas.. jdi terinspirasi ni...:)

Sukadi mengatakan...

@info Tech: jawabannya terletak pd diri kita masing2 :)
terimakasih

Masbro mengatakan...

Puitis sekali Mas. Dan sangat manis.

Maap saya baru sempat membacanya.

Sukadi mengatakan...

@Masbro: terimakasih mas, hanya sebuah kebetulan kok :)

music improvisation mengatakan...

makna cinta sejti..

Poskan Komentar

Anda bebas berkomentar, tapi, jangan nyepam ya.. :)