Menunggu Rasa Lebaran

 On August 25, 2011  

Lebaran kurang beberapa hari lagi, suasana hari raya sudah mulai terasa, begitu juga dirumah Kang Gendon. Tahun ini adalah tahun pertama Kang Gendon menunggu kepulangan anaknya, ya, anak Kang Gendon memang sudah setahun ikut kerja Parjono, di Bogor. Sebelum-sebelumnya memang dia jadi TKW di Malaysia, tapi setelah maraknya kasus kekerasan terhadap TKW dan hubungan yang sedang memanas antara Indonesia dengan Malaysia pada saat itu, maka anaknya Kang Gendon memutuskan untuk pulang kampung dan tidak balik lagi ke Malaysia.

Yang sedikit membuat Kang Gendon lega di lebaran tahun ini adalah perkiraannya soal hari raya yang bersamaan, karena hari pertama puasa jatuhnya bersamaan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sering berbeda dalam menentukan awal puasa dan hari raya Idul Fitri. Karena kalau lebarannya bersamaan dia bisa silaturahmi ke tetangga dan saudara tanpa takut hari rayanya tidak bareng, seperti pengalamannya yang dulu-dulu.

Dia merasa ada yang dibanggakan pada anaknya kali ini, pada tetangga dan juga sanak kerabatnya. Ya, tahun ini Kang Gendon mendapatkan penghargaan sebagai salah satu warga teladan di desanya, itu salah satu alasan kenapa dia begitu "antusias" menyambut datangnya hari raya. Tanpa bermaksud riya', sombong maupun pamer, sengaja dia pajang piagam dari kepala desa itu di ruang tamu.

"Pak, sudah disiapkan belum uang buat bayar zakat fitrah?". Terdengar suara istri Kang Gendon dari balik pintu dapur.

"Zakat pakai beras saja, Bu. Kan persediaan beras kita masih banyak, uangnya nanti buat jemput anak kita di terminal", jawab Kang Gendon.

"Ya sudah, yang penting sudah dipersiapkan, jangan sampai kelupaan buat bayar zakat, sekalian saja besok beras yang 10 kg kemarin dikasih sama Mbah Jum, berbagi kebahagiaan dan sebagai wujud rasa syukur karena kemarin panen kita berhasil dan sampeyan dapat penghargaan dari desa".

"Sekarang saja tak antar kesana, tidak baik menunda-nunda", sahut Kang Gendon, semangat. Bergegas dia menuju tumpukan tas kresek hitam diatas meja yang tak bukan adalah beras yang dimaksud dan mengantarkannya kepada Mbah Jum, janda tua yang tinggal di samping rumahnya.

Notes:
Cerita soal Kang Gendon dan piagam penghargaannya bisa di baca disini
Cerita soal anak Kang Gendon dan cerita mudik bisa di baca disini

Update 08.09.11: Ternyata perkiraan Kang Gendon meleset, lebaran tahun ini jatuhnya tidak bersamaan alias 2x!.
Menunggu Rasa Lebaran 4.5 5 Sukadi August 25, 2011 Lebaran kurang beberapa hari lagi, suasana hari raya sudah mulai terasa, begitu juga dirumah Kang Gendon. Tahun ini adalah tahun pertama Kan...


14 comments:

  1. Tidak terasa ya sebentar lagi sudah mau lebaran... persiapkan baik-baik bekal di hari raya hehe

    ReplyDelete
  2. Lagi rame orang mudik, harga-harga pasti juga ikutan naik hehe

    ReplyDelete
  3. @yenengke: iya, tidak sampai seminggu lagi lebaran :)

    @Padang Cahaya: kalau harga naik tiap menjelang Ramadhan dan idul Fitri itu sudah biasa, sudah tradisi hehe

    ReplyDelete
  4. Semua serba tidak terasa..
    Rasa-rasanya besok sudah lebaran, soalnya terminal dimana-mana sudah pada penuh, hihi.. :)

    ReplyDelete
  5. Selamat menunaikan Ibadah Mudik Lahir dan Bathin :-)
    Hati2 dijalan dan dimanapun Anda bawa hati :-)

    ReplyDelete
  6. menjelang lebaran begini, ada rasa senang krn bakalan bisa bertemu dan bersilaturahim dgn teman dan kerabat yg jarang2 bertemu ya Mas :)

    namun, dibalik itu juga ada rasa sedih :(
    karena ramadhan telah meninggalkan kita, dan, kita gak tau, apakah msh ada kesempatan utk kembali menyambut ramadhan di tahun berikutnya
    salam

    ReplyDelete
  7. makna dari ini semua adalah berbagi dengan balutan niat ihlas, wooou.....keren banget dah !

    ReplyDelete
  8. Lebaran > kemenangan > jadi hanya yang berpuasa saja yang merayakanya karena telah menang dari menahan hawa nafsu seluama bulan romadhon ini hehehe...

    ReplyDelete
  9. @masyhury: iya, yang kepingin mudik sudah pada siap-siap hehe

    @Rafting: Selamat menunaikan Ibadah Mudik Lahir dan Bathin juga.. :-)

    @budadontworry: iya Bunda, dua sisi yang berlawanan namun harus tetap kita syukuri. Semoga kita msih dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.. amin.
    Salam

    ReplyDelete
  10. @Obrolan Blogger: terimakasih... :)

    @Harga Xamthon: jangan lupa bayar zakat fitrah ya, terimakasih kunjungannya :)

    @eko susilo: setuju mas, kita rayakan kemenangan hehe

    ReplyDelete
  11. rasa lebaran memang sudah terasa mas..suasananya sudah cukup mewakili hari raya, yang memang sebentar lagi akan kita rayakan dengan berbagi... :)

    ReplyDelete
  12. Wah iya emank bener kang, berasa agak gak enak kadang klo kita mau minal aidzin sedangkan ada yg belum selesai puasa alias lebaran besoknya hhe... tapi klo di kampungku lebaran yg rame justru hari ke-2 kang bukan hari pertama kaya di ibukota hhe gak tau kenapa dari dulu udah gitu...

    ReplyDelete
  13. @aming: semua terasa begitu cepat, mohon maaf lahir bathin juga mas.. :)

    @windflowers: bener mbak, suasananya sudah lebaran, yang masih kerja rasanya juga sudah males, kepinginnya segera pulang hehe

    @Ferdinand: semoga saja tahun ini lebarannya bisa bareng, biar tambah "nyaman" berhari rayanya hehe..

    @Baha Andes: amin.. semoga bisa merayakan lebaran dirumah mas.. :)

    ReplyDelete
  14. Jalan-jalan makan ketupat
    tak lupa pula menyapa sahabat
    semoga saya belum terlambat
    tuk berucap untaian kata selamat

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
    Minal aidin wal Faidin
    Mohon maaf Lahir dan Bathin

    ReplyDelete