Negeri Di Awan Dan Masa Kanak-Kanak

 On March 21, 2012  

Anak Seribu Pulau Dan Anak-Anak Indonesia



Mendengar lagu Negeri Di Awan yang di nyanyikan oleh Katon Bagaskara, ingatan saya langsung tertuju pada film kisah anak-anak Indonesia: Anak Seribu Pulau. Film dokumenter yang di produksi oleh Miles Film ini mendokumentasikan kehidupan anak-anak dari beberapa daerah dan pulau berbeda di Indonesia.

Lirik lagu yang dalam penuh makna mengingatkan juga pada masa kanak-kanak, layaknya kisah anak-anak yang ada dalam film dokumenter Anak Seribu Pulau, film yang berdurasi 13 episode x 24 menit. Saya bayangkan, mungkin saja bila di uraikan akan melebihi dari ratusan bahkan ribuan episode.

Inilah Indonesia, saya ingat saat dulu saya suka mengikuti kisah-kisah anak-anak dari berbagai wilayah di Indonesia lewat film ini. Rasanya begitu damai, ada cermin bening yang menggambarkan betapa indah Nusantara. Meski sekarang muncul film serupa, rasanya tak cukup mewakili jiwa Indonesia,  kurang daya pikat menurut saya. Mengambil contoh pada keponakan, saya merasa bahwa anak-anak sekarang rasanya lebih tertarik dengan cerita-cerita komersial, acara remaja, bahkan dewasa.
Tak bisa menyalahkan siapapun, mungkin sudah jamannya, melajunya waktu begitu kencang tanpa pondasi perimbangan yang cukup. Ketika sudah terlalu jauh, anak-anak akan menemukan negerinya sendiri-sendiri,  negeri di awan:

Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu

Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih
Negeri Di Awan Dan Masa Kanak-Kanak 4.5 5 Sukadi March 21, 2012 Anak Seribu Pulau Dan Anak-Anak Indonesia Mendengar lagu Negeri Di Awan yang di nyanyikan oleh ...


15 comments:

  1. wah lagu ini mengingatkakanku saat kecil dulu hehe... Ya, sekarang gak kaya waktu saya kecil dulu, kalo dulu media telivisi banyak sekali menyajikan acara yg sengaja punya tema utk anak2. Nah skrg mungkin media lebih mengutamakan acara2 yg menjual, lebih pada mencari rating.

    ReplyDelete
  2. @Yayack Faqih: Saya pun merasa demikian.

    ReplyDelete
  3. Ah,
    sepertinya semakin jauh negeri ini dari kedamaian,
    tiap hari diberondong sampah terussss...
    oh,
    negeriku...
    bagai di negeri antah berantah...

    ReplyDelete
  4. Negrinya sich masih di awan, tapi awannya yg kelabu kena polusi

    ReplyDelete
  5. negeri di awan kita sekarang, benar2 berawan gelap ya Mas :(
    boro2 memikirkan lagu yg ciamik utk anak2,
    sekarang yg dipikirkan adalah bagaimana menaikkan rating tanpa peduli kualitas.
    serem denger anak2 sekarang menyanyikan lagu2 orang dewasa :)
    salam

    ReplyDelete
  6. kayaknya anak-anak sekarang lebih suka mainan Facebook, hehe

    ReplyDelete
  7. @Marsudiyanto: mungkin saja, Pak. atau di awan yang mendung karena BBM rencananya mau naik hehe

    ReplyDelete
  8. @bunda Lily: iya Bunda, anak-anak sekarang di suguhi dengan tontonan remaja dan orang dewasa, padahal menurut saya bahasa, tampilan dan cerita acara tersebut belum layak untuk anak-anak :(

    @Dwi Jo: sepertinya ada juga yang demikian, Mas :)

    ReplyDelete
  9. Sebisa mungkin menjaga anak-anak agar lebih mengenal dan mencintai negerinya. Anak-anak punya banyak mimpi, semoga mimpi indah mereka bisa terwujud.

    ReplyDelete
  10. @Pesona Indah: Semoga saja demikian :)

    ReplyDelete
  11. salam perkenalan dan ku folow blog ini, mampir juga di blog saya jangan lupa foloew juga di tunggu sobat, terima kasih
    http://penyuluhpi.blogspot.com/
    penyuluh perikanan

    ReplyDelete
  12. Boleh tuh di-request buat diputer ulang..

    ReplyDelete
  13. salam kenal,,, film negeri atas awan baru tau aku tentang film itu ???

    ReplyDelete
  14. bang katon lagunya yg ini ingetin aku ktka nenek n kakekku msh ada.. :(

    ReplyDelete
  15. mengingatnya jadi sedih terharu wajah wajah anak desa yang polos dan lugu,ketika kami telah tumbuh dewasa kami kangen akan masa masa itu..........

    ReplyDelete