Berkeluh-Kesah Dan Mengadu

Mungkin sering kita lihat orang berdemonstrasi, orang yang menulis surat kaleng maupun surat secara terbuka, yang maksud dari kesemuanya (menurut saya) adalah hampir sama: mengadu atau mengeluh. Nah, sekarang orang sudah mempunyai banyak ruang untuk mengeluarkan segala uneg-uneg dan keluh-kesahnya, ada yang lewat demonstrasi, lewat tulisan atau forum di internet, surat pembaca di koran, dan ada juga yang lewat kolom SMS yang disediakan di koran.
 Untuk keluh kesah atau mengadu, mungkin lewat SMS ini serasa paling aman, karena memang bisa dengan nomor yang berbeda dari nomor asli si pengirim. Kalau lewat surat terbuka, mungkin agak "riskan" karena biasanya surat pembaca yang ada di koran harus melampirkan identitas penulis surat. Sedangkan mengeluh atau mengadu lewat internet (milis, forum, tulisan di blog, dll), mungkin agak menakutkan juga, karena memang kasus Prita Muliasari tentu masih membekas di ingatan hingga saat ini.

Jadi, wajar jika dengan banyak pertimbangan keamanan sehingga kolom aduan via SMS di koran-koran banyak sekali peminatnya. Meski belum tentu ditanggapi, tapi paling tidak lewat SMS pengaduan atau keluhan yang di kirimkan bisa mengurangi rasa kesal, apalagi bagi yang tidak berani menunjukkan identitas aslinya. Lewat rubrik ini semua bebas berbicara, meski nomor HP di munculkan dengan tujuan agar si pengirim SMS bertanggungjawab atas kirimannya, namun bukan berartin itu jaminan bahwa si pengirim SMS berani dengan identitas aslinya.

Kadang saya tergelitik, banyak hal-hal yang tidak terduga sebelumnya akhirnya muncul di kolom ini, kadang keluhan pribadi, atas nama warga, dan bahkan malah ada yang kurang jelas maksudnya. Namun bukan berarti tidak ada efek, karena terkadang ada klarifikasi atau tanggapan yang diberikan setelah pihak tertentu membaca SMS yang ada.

Semua ruang pasti ada baik buruk, dan juga ada konsekuensi yang mengikuti, termasuk juga bila apa yang di keluhkan atau diadukan itu tidak ada yang menanggapi. Jadi, fikirkan baik-baik siapa, cara, tempat, dan hasil dari apa yang kita keluhkan dan adukan. :)

14 Comments:

  1. Hihi aku ingat Pak Prayitno Ramelan bilang, "sebelum klik terakhir (publish) ingatlah UU ITE No 11/2008."
    Biar nda kayak Prita :D

    ReplyDelete
  2. benar banget om saya sangat menyetujui isi artikel ini om Ditunggu lagi artikel berikutnya om>>

    ReplyDelete
  3. @Tebak Ini: makanya menjadi menakutkan bila tidak berhati-hati :)

    @Maximum: terimakasih :)

    ReplyDelete
  4. itulah masalahnya, kita pengen mengadu tp ada undang2 yg bisa menakutkan kita, klo sy silahkan saja mengadu lewat mass media asalkan sesuai fakta bukan fitnah

    ReplyDelete
  5. Caranya makin gampang, tapi tanggapannya makin kurang...
    Rata2 keluhan atau usulan via SMS seperti itu lewat begitu saja Pak...

    ReplyDelete
  6. @Dhymalk: buat yang tidak tahu, itu bisa jadi seperti "jebakan", bagi yang sudah tahu, itu bisa menjadi sebuah ketakutan.

    @marsudiyanto: mungkin karena dianggap kurang bertanggungjawab, Pak..

    ReplyDelete
  7. baik sekali jika aduan kita juga dibarengi dg tindaksn mencari solusi yg bisa kita lakukan

    ReplyDelete
  8. Mungkin maksudnya adalah bahwa uneg-uneg nya bisa tersalurkan. Perkara ditanggapi atau ngak itu urusan belakang :D
    Namun sem estinya mereka bisa lebih bijak lagi dalam menyalurkan gelisah di hati. Kenapa tidak di blog saja ya ??

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyDelete
  9. @Sugeng: Yang penting tersalurkan, Pak, kalau tidak ditanggapi itu hal yang biasa :D
    Kalau di blog bisa-bisa melanggar undang-undang, dan malah tambah ruwet urusannya :D

    Salam

    ReplyDelete
  10. Iya mas, tapi kalau memang benar mau posting di koran, mending beli nomor baru saja :D

    ReplyDelete
  11. Kolom mengadu???
    ini tak ada bedanya dengan status sosial media, berkeluh kesah,... siapa yang membaca? pejabat pun saya rasa tak membuka halaman itu

    ReplyDelete
  12. Banyak orang menggunakan sarana ini karena mungkin merasa bingung kepada siapa dapat mengadu dan sekaligus didengarkan di negri ini :))

    ReplyDelete
  13. Pengaduan tentang ketidakpuasan pribadi terkadang tidak di tanggapi memang menjengkelkan. Trus cara yang terbaik bagaimana yah..

    ReplyDelete
  14. Boleh di tiru juga nih mas triknya dalam mengungkapkan opini, aman dan tidak jadi buronan :D

    ReplyDelete