Bahasa Dan Tempat Menggunakannya

 On February 2, 2013  

Saya bukan tipe orang yang fasih berbahasa inggris, tapi lumrah saya temui tulisan welcome, no smoking, do not cross, dan kesemuanya mempunyai tempat masing-masing. Misalnya di SPBU barangkali akan diketemukan tulisan 'no smoking', pada garis polisi akan ada tulisan 'do not cross', dan lain sebagainya. Padahal, saya tak yakin semua yang membacanya paham akan artinya, termasuk saya barangkali.

Tapi semua menjadi sesuatu yang mulai biasa digunakan, bahkan sekolah lokal pun mulai banyak yang menggunakan bahasa inggris untuk nama sekolah atau identitas lainnya, meskipun hampir seluruh siswa di sekolah tersebut adalah orang Indonesia. Tak ada yang salah, mungkin perlu juga untuk mengimbangi kemajuan jaman. Menurut saya, tidak ada efek dominan dan peningkatan kompetensi sekolah terebut meski dengan menggunakan bahasa inggris untuk menuliskan identitas sekolah.  
Peringatan pada sebuah kardus
Terkadang saya menemukan sebuah peringatan yang sebenarnya penting dalam sebuah kemasan atau kardus yang menggunakan bahasa inggris untuk menyampaikan pesan tersebut. Misalkan saja 'Do not accept if seal broken', tentu saja para pedagang atau pembeli di pasar tradisional misalnya, kebanyakan akan merasa kesulitan untuk memahami pesan tersebut. Padahal, kalau untuk pasar lokal bisa saja menggunakan bahasa Indonesia untuk mempermudah penyampaian pesan.

Seandainya saja peringatan atau apa pun yang bersifat penting dan untuk umum menggunakan bahasa Indonesia, tentu saja akan lebih pas untuk orang di Indonesia. Orang awam pun akan merasa asing kalau misalkan membaca tulisan berbahasa Inggris tanpa ada terjemahannya. Penggunaan bahasa asing sangat perlu, apalagi pada tempat-tempat yang banyak di kunjugi orang asing, tempat wisata misalnya.

Meski jaman sudah maju, tapi bukan berarti segala sesuatu harus berbau luar negeri, harapannya tetap memperhatikan peruntukan bahasa tersebut untuk siapa. Kalau misalnya ingin lebih "adil", akan lebih bagus kalau misalnya menggunakan dua bahasa sekaligus, versi Inggris dan juga versi Indonesia, bisa juga sekalian untuk belajar berbahasa.
Bahasa Dan Tempat Menggunakannya 4.5 5 Sukadi February 2, 2013 Saya bukan tipe orang yang fasih berbahasa inggris, tapi lumrah saya temui tulisan welcome, no smok...


18 comments:

  1. Tergantung asal kemasannya sih mas, jika barang import ya wajar jika peringatannya pakai bhs inggris, contohnya barang dari china pun dikemas dan memiliki label bhs internasional. Atau barang produksi diindonesia dgn maksud eksport.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau barang dari luar sih wajar kalau menggunakan bahasa inggris atau bahasa asal barang tersebut, tapi kalau barang lokal dan diperuntukkan bagi orang/pasar lokal di Indonesia, menurut saya akan lebih pas kalau menggunakan bahasa Indonesia saja, atau bahasa inggris+terjemahan dlm bahasa Indonesia. :)

      Delete
  2. Saya nggak pernah mikir sejauh itu lho. Tapi, bener juga. Kalo tulisan "DO NOT ACCEPT IF SEAL IS BROKEN" belum tentu dipahami orang awam, kecuali di bawah tulisan tersebut ada peringatan dalam Bahasa Indonesia juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dipahami atau tidak, nyatanya saat ini banyak tulisan yang seperti itu. Semoga saja pesan yg disampaikan dapat dipahami pembacanya :)

      Delete
  3. begitulah Kang, terkadang kita melupakan sisi fungsi kemanfaatan bagi pengguna, seingga tulisan-tulisan sejenis hanya berfungsi sebagai penghias dan pelengkap saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada kalanya semua tak tepat sasaran, meski maksudnya baik, kalau tak dimengerti maksudnya juga terkesan percuma

      Delete
  4. Memang seharusnya kita "Empan Papan" dalam berbahasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya, Pak. Tapi nyatanya banyak yang tidak seharusnya

      Delete
  5. PEmbiasaan pemakaian bahasa inggris emang penting, teruta sekarang dimana dunia secara maya tak punya batas geografis. Dan bahasa paling luas digunakan,inggris. Tp menggunakan bhs inggris pd kemasan yg target marketnya pasar tradisional emang agak berlebihan...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kira semua ada tempatnya, kalau niatnya pembelajaran mustinya ada terjemahan dari bahasa asing yg dipergunakan. Kalau orang dipasar tradisional misalnya, saya kira tak banyak yang ngerti bahasa inggris

      Delete
  6. pake bahasa luar negri biar agak kerenan dikit mas, hehee tapi di pikir-pikir bikin budaya lokal makin ciuutt. kasihan,

    kunjungi juga blog saya yah mas.. blogwalking here.. :) salam blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan masalah keren atau tidak sebenarnya, menurut saya permasalahannya pada tepat atau tidaknya

      Delete
  7. sekaligus bisa jadi peluang bagi para pengusaha pembuat kardus, utk membuat kardus yg lebih "Indonesia" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin juga, biar lebih Indonesia :)

      Delete
  8. coba klo kita pada bisa berkarya dan menggunakan bahasa indonesia, dan biarlah orang orang bule yang kursus bahasa indo, bukan kita yang sibuk kursus bahasa inggris... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah,kalau seperti itu ya keluar dari SOP dong hehe
      semua ada tempatnya, meski tidak semua tempat ada semuanya :D

      Delete
  9. mas sukadi..apa kabar..? semoga sehat selalu yaa..maaf baru bisa berkunjung..hehe..

    iya mas, memang sebaiknya bahasa itu ditempatkan pada manfaat yang semestinya ya..

    salam hangat.. :)

    ReplyDelete
  10. kalau tidak salah barang yang diproduksi di Indonesia banyak juga yang peringatannya memakai bahasa Inggris seperti kadaluarsa, komposisi bahan makanan, hingga buang sampah pada tempatnya :D . Kalau dulu saat saya masih kecil terus terang tidak mengerti sama sekali , saya berharap anak2 sekarang lebih pintar dan mengerti walau semua ditulis dalam bahasa inggris

    ReplyDelete