Rasa Tidak Percaya Pada Peminta Sumbangan

 On March 5, 2013  

Beberapa hari yang lalu ada seorang yang datang kerumah untuk meminta sumbangan, seperti biasanya, kebanyakan yang datang dengan membawa map berisi pengantar dan daftar penyumbang. Tapi seperti biasanya pula, saya enggan menanggapinya, kalau tidak saya 'pasrahkan' pada orang rumah lainnya, biasanya saya tolak atau menerimanya dengan 'apa adanya'. Ada banyak alasan kenapa saya berlaku demikian.

Ya, setelah saya mendengar banyak cerita miring soal peminta sumbangan, rupanya membuat saya menjadi 'terdoktrin' dan cenderung meng-iya-kan apa kata orang. Banyak cerita dan pengalaman pribadi yang akhirnya membuat saya menjadi bimbang tatkala harus membedakan antara peminta sumbangan yang 'benar-'benar maupun mereka yang meminta-minta karena sebuah profesi. Sepertinya kurang adil, tapi apa mau dikata, mungkin baru sampai disitu batas rasa saya.

Pernah saya mendapat sebuah cerita, saat seorang peminta sumbangan  datang ke komplek perumahan saudara saya, tanpa bermaksud menuduh, saat dia datang kesebuah rumah yang ditinggal kebelakang oleh pemiliknya, setelah peminta sumbangan tersebut tidak ada bersamaan dengan HP sipemilik rumah yang juga hilang. Singkat kata, peminta sumbangan tadi yang jadi tertuduh atas hilangnya HP tersebut, karena memang tidak ada yang lain yang datang kerumah tersebut.

Masih ada cerita yang sama dengan peristiwa diatas, yang secara tidak langsung membuat banyak orang tidak simpatik dan tidak percaya dengan peminta sumbangan. Kalau dicermati, sebenarnya ada beberapa hal yang terlihat janggal, banyak yang datang membawa proposal dengan mengatasnamakan yayasan atau lembaga lain yang posisisinya dari luar provinsi. Pernah saya baca yang dari Jawa Timur, dan juga Jawa Barat, padahal jarak antara provinsi tersebut dengan tempat saya (Jawa Tengah) lumayan jauh.
Saya berniat memberi, jangan dimintai. Kalau memberi karena diminta, apa hebatnya, tetapi kalau tidak diminta kita tetap memberi, itu baru nikmat. Jejak Tinju Pak Kiai. Emha Ainun Nadjib
Apa yang saya utarakan diatas hanyalah beberapa kasus dan pandangan beberapa orang yang saya temui, mungkin bukanlah sebuah gambaran pasti tentang semua peminta sumbangan. Saya yakin tidak semua peminta sumbangan itu buruk, banyak yang benar-benar meminta bantuan untuk kemaslahatan, barangkali hanya sedikit yang memanfaatkan peluang untuk kepentingan diri mereka sendiri.

Saya mohon maaf seandainya apa yang saya utarakan diatas kurang tepat, saya hanya ingin memberi sebuah gambaran bagaimana saya dan orang-orang disekitar saya menanggapi peminta sumbangan. Saya mencoba berfikir positif, semoga saja orang-orang yang memanfaatkan nama yayasan atau lembaga lain untuk meminta sumbangan demi kepentingan diri sendiri segera sadar. Semoga peminta sumbangan yang untuk kepentingan umum dan kemaslahatan umat dimudahkan jalannya.
Rasa Tidak Percaya Pada Peminta Sumbangan 4.5 5 Sukadi March 5, 2013 Beberapa hari yang lalu ada seorang yang datang kerumah untuk meminta sumbangan, seperti biasanya...


20 comments:

  1. Teman saya pernah bercerita, suatu ketika saking penasarannya atas surat menyurat dan stempel yang dibawa para peminta sumbangan, salah satu warga dngan nekat membuktikan kebenaran peminta sumbangan dengan mendatangi langsung para pemberi stempel dan tanda tangan, ternyata semua palsu dan hoax belaka. Karena stempel kan gampang dibuat/dipesan. Jadi setelahnya, para pencari sumbangan menjadi berfikir ulang ketika memasuki kawasan warga tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin perlu melakukan hal demikian, Kang. Tapi saat ini sudah banyak yang anti-pati pada peminta sumbangan, yang kasihan dan kena dampak adalah mereka yang benar-benar meminta sumbangan dengan tujuan kemaslahatan.

      Delete
  2. memang sih kang.. saya jg kadang dimintain gitu.. klo kita menolak memberi kadang mereka trus kayak mengumpat.. lah minta sumbangan apa mau nodong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih menyebalkan kalau lihat model peminta sumbangan yang seperti itu, mending langsung diusir saja :D

      Delete
    2. sama seperti cerita mas Tomi, apalagi saya sebagai anak kontrakan menjadi sasaran empuk para penagih sumbangan. pernah sekali kejadian sumbangan dari pemadam kebakaran yang tidak tau asal usulnya. malah sumbangannya itu minimal 10ribu rupiah ditambah saya liat mata orangnya itu merah, mabuk mungkin pikir saya. ya saya nggak kasih

      Delete
    3. Banyak modus untuk mencari uang untuk kepentingan diri sendiri, meskipun harus mengatasnamakan yayasan atau instansi, pokoknya kalau merasa tidak yakin mendingan tidak usah dikasih :D

      Delete
  3. Benar Mas,kalau meminta sumbangan biarlah sumbangan itu diberikan kepada yang memerlukan dan jangan menjadikan untuk kepentingan pribadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat, tapi sayang ada juga yang menjadikannya sebagai profesi :(

      Delete
  4. saya juga ragu dengan para peminta sumbangan itu kang? seringnya malah orang2 tua yang berwajah memelas dan bertubuh kurus. ini yang membuat saya iba. saya kadang meminta proposal dan suratnya. lusuh dan kadang tak terbaca. jika sudah demikian, sy niatnya nyumbang buat orang tersebut bukan buat lembaga atau yayasan yang ada dalam surat atau proposal sumbangannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya bukan soal sumbangannya, tapi sekarang sulit membedakan antara yang benar-benar peminta sumbangan atau yang meminta sumbangan untuk kepentingan diri mereka sendiri (profesi)

      Delete
  5. Kalau saya pikir beri saja tanpa berpikir yang lain ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukurlah kalau begitu, mungkin itu lebih baik :)

      Delete
  6. yah itulah indonesia, yang katanya negara kaya tapi kok apa apa rakyatnya selalu keliling mnta sumbangan. dimana sih pemerintah kita, lebih baik bubarkan aja depsos. udah gitu bener postingan di atas, kada2 meminta sumbangan itu hanya di jadikan kedok aja. sebeneranya mereka mengemis. bener ironi dah negara kita ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tak ada salahnya orang minta sumbangan, karena tidak mungkin semua kebutuhan rakyat bisa tercover pemerintah. Tapi, kalau seandainya meminta sumbangan hanya untuk kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan yayasan atau lembaga tertentu, ini yang harus jadi perhatian, karena sama saja dengan modus penipuan dengan mengatasnamakan yayasan atau lembaga tertentu.

      Delete
  7. Sumbanglah kalo ingin menyumbang. Allah Maha Mengetahui. :)

    ReplyDelete
  8. saya sendiri juga kurang percaya dengan para peminta sumbangan dan dengar2 ada yang melakukannya karena melakukan ritual khusus yaitu ilmu pesugihan.. miris banget dengan kondisi ekonomi kita hingga akhirnya di jaman modern ini masih saja ada yang minta bahkan melakukan hal2 konyol diluar kewajaran :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Imbasnya pada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk kepentingan atau kebaikan bersama, akhirnya menjadi tidak dipercaya karena oknum2 yang tidak bertanggung jawab.

      Delete
  9. knapa peminta sumbangan ga meminta bantuan di tempat terdekat

    misalnya di badan amil daerah sendiri

    *badan amil daerah tentu lebih mengenal karakteristik wilayahnya sendiri, mana yg perlu dibantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kira untuk mereka yang benar-benar mencari bantuan akan mencari sumbangan di wilayah terdekat, tapi yang menjadi prtanyan adalah mereka yang mencari sumbangan dari wilayah jauh, dan ini yang patut menjadi bahan pertanyaan.

      Delete