Hidup Itu Terkadang "Harus" Mengeluh

 On January 7, 2014  

Sebelumnya saya mohon maaf, apa yang saya sampaikan disini barangkali bertentangan dengan pendapat Anda. Jangan anggap serius, ini hanya sebuah asumsi dan pendapat (ngawur) saja. Ini hanya sudut pandang yang mungkin saja keliru, jadi kalau Anda sempat membaca tulisan ini, jangan baca dengan sepenuh hati, jangan anggap serius.
Hidup Itu Terkadang "Harus" Mengeluh
Mengeluh mungkin menjadi suatu hal yang sering kita jumpai, baik kita lakukan sendiri atau oleh orang-orang disekitar kita. Saya sendiri boleh dikatakan masih sering mengeluh, tentang banyak hal. Bukan bermaksud membela diri, bukan berarti saya tidak mensyukuri apa yang sudah saya peroleh, hanya saja tingkat keilmuan saya yang masih rendah membuat saya begitu mudahnya mengeluhkan segala sesuatu yang saya rasa kurang menyenangkan.

Saya menganggap keluhan menjadi hal yang "lumrah", tak perlu saya tutupi, karena memang percuma saya katakan saya orang yang tegar tapi nyatanya hanya sebuah kebohongan dalam manisnya kata-kata. Jangan katakan saya cengeng, saya juga berusaha terus berjuang. Saat "normal", saya sadari kalau keluhan itu tak ada gunanya, tak ada efek positif yang berbanding lurus dengan keluhan saya. Namun, ketika saya sedang berada di titik dimana saya merasa "kacau", dengan mudahnya keluhan-keluhan itu mengalir dari bibir, terucap dengan mesranya.

Bukan hanya saya saja, sering saya mendengar teman-teman saya dan juga orang-orang yang berada disekitar saya mengeluhkan kondisi mereka.

Berulang dan bisa dikatakan sering, petuah bijak lewat ceramah, tulisan, dan banyak media lain yang mengatakan kalau mengeluh itu tidak ada gunanya. Misalnya saja, Greg S. Reid mengatakan: "Jangan pernah mengeluhkan masalah Anda, karena sembilan puluh lima persen orang tidak peduli, dan lima persen lainnya gembira karena hal itu terjadi pada Anda."

Jika mengeluh itu dibayar,
pasti akan banyak sekali orang yang
menjadi kaya tanpa harus menjadi orang
yang berguna bagi sesama. 
...Jauhilah pergaulan yang penuh keluh kesah. 
Bergaullah dengan mereka yang ikhlas
bekerja keras untuk menguatkan
hati yang lemah, menuntun yang tersesat,
menegakkan yang terinjak, dan
menggembirakan yang putus harapan. 
Terlibatlah dalam kesibukan
yang mengindahkan kehidupan. 
Mario Teguh

Lalu, apakah saya sedang "normal" atau lagi "kacau" saat menulis postingan ini?, entahlah, saya merasa sedang berada ditepian antara keluhan dan rasa sukur, mungkin itu lebih bijak untuk menutupi dangkalnya ilmu saya. Bagaimana dengan Anda?. Jangan, Anda jangan suka mengeluh, ya?.
Hidup Itu Terkadang "Harus" Mengeluh 4.5 5 Sukadi January 7, 2014 Sebelumnya saya mohon maaf, apa yang saya sampaikan disini barangkali bertentangan dengan pendapat ...


11 comments:

  1. Yaa jujur, mengeluh itu alami dan keluar begitu saja, tetapi kita harus berusaha sebisanya untuk tidak mengeluh, karenanya kita harus selalu berusaha mensyukuri apapun yang terjadi, sehingga terkikis juga keluhan kita.

    ReplyDelete
  2. mengeluh kadang bisa jadi salah satu cara untuk melampiaskan kekecewaan... tapi jangan sering2. keep posting bro...

    ReplyDelete
  3. kalo ditanyakan kepada setiap untuk jujur berkata, yang mengeluhkan keadaannya sendiri pasti banyak lho Pak Sukadi..

    ReplyDelete
  4. kalo hanya untuk mengeluh untuk keadan gx bakalan semua nya jadi berubah kalo banyak mengeluh lebih baik kita merubah semua nya dari pada mengeluh gx da guna nya

    ReplyDelete
  5. Bagaimanapun juga kita harus berusaha untuk tidak mengeluh. Kayaknya kalau mengeluh terus2an sama halnya dengan tidak bersyukur: D mas... Padahal apapun yang sudah kita terima WAJIB untuk mensyukurinya.

    ReplyDelete
  6. mengeluh itu wajar mas, selama tidak membuat kita putus asa. mengeluh itu menurut saya sebagai tanda bahwa kita masih punya rasa, masih berharap ada perubahan yang lebih baik. mengeluh > bersyukur dan cari solusi > lakukan.

    ReplyDelete
  7. saya rasa sesekali mengeluh itu adalah hal yang lumrah dan sangat manusiawi, sebagai manusia yang masih utus sifat-sifat kemanusiannya sangat wajar ketika mendapatkan masalah yang bertubi-tubi kemudian mengeluh, yang penting tidak membuat kita kemudian lupa akan semua nikmat yang sudah kita terima dari Alloh SWT, karena masalah atau musibah yang kita terima apabila dibandingkan dengan nikmat yang kita terima maka masih lebih banyak nikmatnya. hehehe

    ReplyDelete
  8. terkadang mengeluh hadir tanpa disadari dalam hati, apalagi jika hati sedang gundah tentu akan mudah mengeluh. Wajar sih, karena memang manusiawi, yang penting tetap berusaha jujur pada diri sendiri :-)

    ReplyDelete
  9. Terimakasih infonya.bisa dijadiin referensi buat posting artikel nih,salam kenal..:)

    ReplyDelete
  10. Namanya manusia pasti mengeluh, contohnya seperti ketika seseorang sakit.

    ReplyDelete
  11. mengeluh kadang bisa jadi salah satu cara untuk melampiaskan kekecewaan... tapi jangan sering2. keep posting bro...

    ReplyDelete