Cinta Harus Memiliki

 On January 2, 2015  

Kalau memang siang ini kita tidak bertemu, mungkin ini adalah yang terbaik. Sesedih apapun, inilah kenyataan hidup. Terkadang kita tidak mengerti rencana besar dan rahasia itu akan kita ketahui saat semua sudah berlalu. Kita tidak dapat mengendalikan kejutan-kejutan diluar rencana, dan kita hanya bisa menjalani.
Aku bukan siapa-siapamu, terkesan berlebih bila aku mengungkap kesedihan, kangen, cinta, tapi ini adalah tentang adalah rahasia hati yang belum terkuak oleh tautan waktu.

Ada keterkaitan hati seorang laki-laki yang dengan perjuangannya berusaha mengenal seorang wanita. Sekuntum mawar pernah jadi saksi, hingga kini surat-surat cinta darimu masih tersimpan rapi, minimal kata-katanya masih melekat dalam ingatan.

Air mata pernah jadi saksi ketika seorang laki-laki dengan kejujurannya berusaha belajar untuk bertanggungjawab. Dan air mata pula yang jadi penanda "akhir" perjuangan seorang laki-laki. Tapi,
ternyata itu bukanlah akhir, itu adalah awal dimana benih mulai bersemi. Kini, masih tumbuh, meskipun tak bisa kita panen.

Cinta harus memiliki, katamu. Ya. Cinta memang harus memiliki. Sebagaimana aku yang telah memilikimu. Aku memilikimu, aku merasa itu. Tapi aku tidak ingin egois. Aku memilikimu, namun kubebaskan apa yang aku miliki untuk dapat menemukan kebahagiaannya, karena memang kebahagiaan itu tak bisa ditentukan dengan rumus matematika.

Aku tak ingin menggenggam cinta itu. Karena saat kugenggam, itu berarti aku telah mengekang kebebasannya.

Aku mencintaimu. Tapi aku tau batasan dimana cinta harus diletakkan. Jika cinta harus memiliki, sedari dulu aku telah memilikimu, karena sedari dulu aku mencintaimu. 10 tahun?, aku rasa lebih. Bukankah pelangi tetap indah meski tanpa hujan?

Sudahlah. Nikmati saja hidupmu. Temukan larik pelangi dalam hujan, dalam terik, dan dalam keadaan apapun.

Cinta tetaplah cinta. Sayang tetaplah sayang. Yang membedakan hanyalah dimensi, dimana hati meletakkan rasa dalam tempat yang seharusnya.
Cinta Harus Memiliki 4.5 5 Sukadi January 2, 2015 Kalau memang siang ini kita tidak bertemu, mungkin ini adalah yang terbaik. Sesedih apapun, inilah ...


8 comments:

  1. Tulisan yang bagus (y)

    http://ilhamabdii.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Mencintai tetapi tak memiliki itu seperti mencintai mercedes benz yang ada di showroom tapi tak mampu membelinya, katanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi nanti kalau punya uang bisa dibeli kok, malahan dengan model terbaru :D

      Delete
    2. hahahha bisa aj neh jawabannya wkww

      Delete
  3. zaman skrg mah gak bs hidup dengan mengandalkan cinta.. apakah itu benar

    ReplyDelete
  4. setuju, yang bilang "cinta tak harus memiliki" adalah pejuang cinta yang kalah sedang menghibur diri :)

    ReplyDelete
  5. hahahaha, cucok, kalah berjuang akhirnya menghibur diri dengan kata-kata cinta tak harus memiliki.
    duh, nonton kalo ndak megang aja ndak manteb, apalagi mencintai tanpa memiliki, Duobol yha bang. ahahahahaha

    Asal anda tahu gan, saya sebenarnya juga lagi menghibur diri, saya rada nyesek mbaca artikelnya, nyentuh banget hlo brooh .
    makasih broh

    ReplyDelete