Tokyo Love Story

 On August 9, 2015  

Bicara soal acara televisi memang tak akan ada habisnya, apalagi kalau soal sinetron, pastinya tak akan lepas dari kemiripan ide antara stasiun televisi yang satu dengan yang sebelahnya. Drama korea, telenovela, atau sinetron lokal menghiasi layar televisi tiap harinya. Ya, orang menonton sinetron sebagai alternatif hiburan, terlepas dari bermutu atau tidaknya sinetron tersebut.
Adegan dalam Tokyo Love Story / img: hwww.kheartbeat.com
Dahulu, saya masih ingat sebuah drama dari Jepang yang saya ikuti kisahnya di Indosiar, ya, TOKYO LOVE STORY adalah drama yang hampir saya ikuti setiap episodenya. Sudah lumayan lama, sehingga kini saya tak begitu mengingat jalan ceritanya. Tapi, dari web Indosiar saya masih menemukan sinopsisnya, seperti berikut:
Dorama ini mencertiakan tentang seorang cowok lugu yang baru pindah kerja ke Tokyo. Ia bernama Kanji Nagao yang diperankan oleh Oda Yuuji. Pada awalnya ia mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di daerah Tokyo. 
Akan tetapi berkat bantuan rekan sekerjanya yang bernama Rika Akana yang diperankan oleh Honami Suzuki, Akhirnya Kanji dapat dengan cepat menyesuaikan dirinya. Rika selalu ada di sisi Kanji dan selalu membantu Kanji, bahkan hampir dalam setiap situasi. Tidak hanya itu saja, dalam masalah tentang cinta sekalipun, Rika ikut membantunya. 
Kanji sejak di sekolah dahulu pernah naksir seorang cewek yang lemah lembut. Cewek tersebut bernama Satomi Sekiguchi. Cinta pertama Kanji tersebut muncul di Tokyo. Kanji tidak pernah berani untuk menyatakan perasaannya tersebut ke Satomi. Hingga suatu saat dia punya keberanian untuk menyatakan, ternyata itu cewek malahan naksir orang lain, yakni temen sekolah Kanji dulu yang bernama Minami, yang diperankan oleh Yosuke Eguchi. 
Namun Rika ternyata jatuh cinta sama Kanji. Namun, cintanya yang terlalu besar kepada Kanji membuat Kanji menjadi kerepotan.
Tokyo Love Story, sebuah drama produksi dari Jepang yang di produksi oleh Fuji TV tahun 1991. Drama ini di sutradarai oleh Kozo Nakayama, tayang 11 episode, para pemainnya antara lain : Honomi Suzuki, Yuji Oda, Narimi Arimori , Yosuke Eguchi, Akiho Sendo.

Dulu, drama produksi Jepang yang paling terkenal di Indonesia adalah Oshien yang di tayangkan oleh TVRI. Tokyo Love Story sendiri dulu di tayangkan di Indosiar, sekitar tahun 1996 atau 1997, maaf saya lupa-lupa ingat karena memang sudah sangat lama.

Cerita dari drama ini sendiri saya sudah agak lupa, tapi yang masih sedikit saya ingat adalah soundtrack dari drama ini, berikut liriknya:
Ku tak tahu harus memulai dari mana
Sang waktu pun terus slalu mengejarku kesana
Terbang melayang, lalu menghilang
Tertelan kata kiasan cinta

Pacarku yang cantik dan slalu menawan
Membuat susah diriku tuk mengatakan cinta
Namun hujan kan reda dan kita kan dapat berjalan bersama

Di hari itu dan di tempat itu
Bila kita tak pernah berjumpa

Mungkin kita tak akan percaya,
Kau dan aku saling suka...

Di hari itu, dan di tempat itu,
Bila kita tak pernah berjumpa
Mungkin kita tak akan percaya,
Kau dan aku saling suka

Dan Cintaaa....
Itu dulu, cerita saat saya masih remaja, ketika stasiun televisi Indosiar masih baru mengudara. Sekarang, jangan tanya sinetron apa yang yang saya suka dan saya ikuti, karena pastinya tak akan menemukan jawaban pasti. Kenapa?, karena memang hampir tak ada sinetron Indonesia yang saya suka dan saya ikuti ceritanya. Karena kita harus bijak dalam memilih acara di televisi.
Tokyo Love Story 4.5 5 Sukadi August 9, 2015 Bicara soal acara televisi memang tak akan ada habisnya, apalagi kalau soal sinetron, pastinya tak ...


6 comments:

  1. Saya bener2 nggak inget Tokyo Love Story ini. Padahal saya inget Oshin (meskipun nggak inget jalan ceritanya). Mungkin karna dulu saya belum "nyaut" siaran Indosiar jadi nggak nonton :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oshin saya tidak ingat jalan ceritanya tapi masih ingat dulu tayang di TVRI, kalau Tokyo Love Story tayangnya di Indosiar sekitar 1996 atau 1997.

      Delete
  2. Ya setuju! kita memang harus lebih bijak dalam memilih tayangan televisi, terutama yang bermanfaat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju?, baiklah, mari kita menjadi penonton yang cerdas :)

      Delete
  3. ingingatin masa lalu nih.. saya dulu msih duduk dikelas 3 kalo nggk salah mas
    tapi ntah kenapa ane suka banget dengan filmnya
    sekarang ane udah umur 30 tahunan
    dulu ane masih kecil nggak dibisain nonton yang film gituan hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bagusan Tokyo Love Story bila dibanding dengan sinetron Indonesia sekarang, menurut saya.

      Delete