Api: Besar Kecil Tetap Sahabat

 On July 7, 2010  

Tak tahu mengapa, begitu banyak yang harus disikapi dari nyala api. Saat kecil dia sahabat, saat besar harusnya dia juga tetap sahabat, bukankah demikian? kalau di telaah dari segi bahasa (saya), sahabat itu tidak pada kondisi tertentu/dinamis, tapi sahabat itu pada setiap kondisi/statis.

Mengapa begitu mudah merubah sudut pandang atau penterjemahan sebuah hubungan hanya karena mencari kambing hitam atau pengalihan kesalahan. Mungkin orang merasa bahagia saat kedinginan ada tungku kecil untuk penghangat tubuh, saat memasak, menyalakan r*kok dan hal-hal lain yang mengutungkan menganggap api sebagai sahabat, namun sanjungan itu tidak berlaku pada saat api dirasa membuat kerugian, semua menganggap api sebagai musuh.

Lalu siapa yang salah? Sahabat itu ya senang ya susah. Letak kesalahan bukan pada api, karena dia tidak bernyawa dan berakal, sehingga secara logika tak mungkin dia akan menjadi musuh kalau tidak ada yang membuat dia menjadi musuh.

******

Jagalah api sewajarnya, jangan berlebihan. Untuk yang sedang dilanda cinta, jagalah hati, jangan mudah terbakar api cemburu. Untuk yang sedang jatuh cinta, jagalah api cinta agar tetap menyala, jangan sampai api cinta padam. 
Api: Besar Kecil Tetap Sahabat 4.5 5 Sukadi July 7, 2010 Tak tahu mengapa, begitu banyak yang harus disikapi dari nyala api. Saat kecil dia sahabat, saat ...


2 comments: