Plat Merah?, Pakai Pertamax Dong!

 On September 4, 2013  

"Pertamax" barangkali kata itu sangat populer di kalangan blogger pada jamannya, setelah dalam perjalanan waktu, makin sedikit orang yang meninggalkan komentar dalam postingan blog dengan menggunakan kata pertamax. Ya, pertamax dulu sering dipakai untuk memberikn komentar pertama dalam sebuah posting. Namun, saat ini pertamax harus mulai dikenal oleh mereka yang menggunakan kendaraan plat merah, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat. Kenapa demikian, karena kendaraan plat merah memang di wajibkan untuk menggunakan pertamax sebagai bahan bakar.
SPBU / bengkuluekspress.com
Larangan penggunaan BBM bersubsidi oleh kendaraan berplat merah itu diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak. Dalam peraturan menteri itu, kendaraan dinas dan berplat merah dilarang untuk mengkonsumsi BBM bersusidi.
Sebenarnya saya tak begitu memperhatikan, entah itu plat kuning, merah, hitam, atau warna apapun, kalau lagi antri di SPBU biasanya saya acuh. Namun siang kemarin saya baru saja mendapatkan pengalaman tentang bagaimana seharusnya kendaraan plat merah menepatkan posisi saat mengisi bahan bakar. 

Seorang ibu-ibu yang kebetulan mengantri dibelakang saya nampak sedikit malu-malu ketika petugas di SPBU 'menolak' untuk mengisi bensin untuk motornya, petugas itu memberi tahu kalau motor atau kendaraan yang menggunakan plat merah harus mengisi bahan bakar dengan pertamax. Ya, seorang ibu-ibu yang masih mengenakkan seragam dinas dengan motor dinas pula, ikut mengantri di belakang saya. Entah apakah dia tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu, namun 'penolakan' dari petugas SPBU tersebut seharusnya tentunya cukup membuat dia "malu".

Ini adalah pengalaman nyata, dan saya sendiri yang mengalaminya. Serin saya mendengar atau membaca berita mengenai bagaimana beberapa pengguna kendaraan plat merah berusaha mendapatkan bahan bakar dengan harga yang lebih murah, karena memang harga bensin (premium) dengan pertamax jauh beda. Berbagai trik digunakan agar bisa mengelabuhi petugas SPBU, dan tentu saja ini tidak benar.

Saya merasa salut pada petugas SPBU tersebut yang bekerja sesuai dengan aturan, tanpa memberi celah bagi mereka yang ingin "memanfaatkan" kelupaan sabagai senjata untuk mendapatkan apa yang tidak semestinya. Sudahlah, semua kembali pada pribadi masing-masing, motor saya plat hitam, kepingin juga bisa punya fasilitas kendaraan plat merah he.he..
Plat Merah?, Pakai Pertamax Dong! 4.5 5 Sukadi September 4, 2013 "Pertamax" barangkali kata itu sangat populer di kalangan blogger pada jamannya, setelah...


18 comments:

  1. Kalau sudah pakai kendaraan plat merah harusnya harus konsekuen dengan aturan yang berlaku ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat, kalau ga mau ikut aturan, biar saya saja yang menggunakannya ha.ha..

      Delete
  2. haha.. gk tau malu tuh PNS.. harus dikasih pelajaran lebih ternyata..

    ReplyDelete
    Replies
    1. soal malu atau tidak, saya malah kurang paham (harusnya sih malu) hehe

      Delete
  3. di Bangka semua kendaraan plat bergincu sudah menggunakan stiker wajib pertamax, termasuk kendi (kendaraan dinas) kantor saya. Pejabat harus memberi contoh bagi masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya demikian, apalagi sudah dikasih fasilitas, kalau tak ketahuan sih karuan, tapi kalau sampai diperingatkan seperti yang saya lihat, nanti malah membuat malu diri sendiri :)

      Delete
  4. memang butuh kesadaran untuk bisa jalan program itu. masalahnya bensin eceran harganya masih dibawah non subsidi. nota bisa dibeli di spbu tanpa harus beli bensin. aku taunya ga sengaja

    semula aku ga ngeh kalo isi bensin, petugasnya tetap ngeprin nota kemudian disakuin sendiri. kirain biar ga nyampah. sampe beberapa waktu lalu aku isi bensin 200 ribu, petugasnya nanya minta nota apa engga. aku bilang engga, dia terus bilang mau diisi 2 kali masing masing 100 ribu. mereka tetap ngeprin nota dan disakuin. aku jadi berburuk sangka kalo nota itu diperjualbelikan oleh petugasnya.

    makanya sekarang kalo beli bensin, struknya pasti aku minta...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ada petugas spbu yang nakal, mungkin itu tabiat buruk mereka, jangan-jangan prasangka buruk sampeyan itu benar, petugas itu mau berbuat curang dengan jual beli nota bodong hehe...

      Delete
  5. sebenarnya plat merah pake premium atau pertamax ya sama saja, wong duitnya pemerintah, ntar klo beli pertamax terus, ngaku keuangan pemerintah nggak cukup, pajak naikin lagi... mutar muter dibolak balik sama saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya beda to kang, lha wong sudah ada aturannya kok... pasti yang buat aturan sudah ngitung-ngitung soal itu

      Delete
  6. g bisa ngebayangin gimana malunya si ibu itu ya....

    minta like atau komentarnya disini ya, karena setiap like atau komentar anda memberikan kesempatan mendapatkan satu buah motor TVS Apache

    ReplyDelete
    Replies
    1. soal malu atau ga, mungkin si ibu yang lebih tahu, tapi sepertinya salah tingkah juga hehe

      Delete
  7. Masih mending kang, disini malah mobil plat merah dijual di show room jadi mobil bekas, edan gak tuh haha... lebih malu mana tuh si ibu yg ngantri di premium apa yg jual mobil plat merah haha...

    Sebelumnya maaf baru bisa mampir, wah blognya tambah rame menu navigasi ya diatas hhe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Podo wae Kang, kalau plat merah dijual di showroom mungkin tidak laku di lelang, makanya dititipkan di showroom siapa tahu ada yang mau beli hehe

      Terimakasih Kang mau mampir, asiknya rame-rame kang hehe

      Delete
  8. Bener banget pak. Plat merah memang harus pakai pertamax. Kalo masih pake premium dah pasti tuh oknum mau korupsi uang transport yang disediakan. Trus kalo sampe ada yang ngisi premium, knapa petugas SPBU-nya tidak mengingatkan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kemarin saya masih lihat motor plat merah isi pakai premium lho, ga tau si petugas tahu atauran itu atau tidak

      Delete
  9. Ternyata peraturannya sudah jalan, peraturan ini punya kelemahan disisi karyawan pengisi bensin (yang nakal bisa nego), dan pengendara khususnya mobil pejabat punya plat dobel (yang nakal dan pelit tidak malu ganti plat sebelum isi bbm).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya semua kembali pda kesadaran, kalau kendaraan fasilitas negara tapi tidak mau nurut aturan, mungkin akan lebih baik kalau dikembalikan pada negara atau tidak usah dipakai saja :D

      Delete