Hanya Sekian Detik Saja

 On November 9, 2013  

Banyak yang bilang kalau waktu itu sangat berharga setiap detiknya, sehingga manusia harus pandai dalam mengelola dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Bahkan, ada pepatah yang mengatakan kalau waktu adalah uang. Tak salah memang, waktu terus berputar, betapa berharganya waktu karena manusia tak akan pernah bisa kembali kemasa lalu, kecuali dalam mimpi.

"Waktu terlalu lambat bagi orang yang menunggu; waktu terlalu cepat (datang) bagi orang yang takut; waktu terlalu lama bagi orang yang berduka; waktu terlalu singkat bagi orang yang bergembira; tapi bagi orang yang mencinta, waktu tidaklah demikian." (Henry Van Dyke)

Tapi, apakah karena berharganya waktu sehingga orang merasa perlu memburunya?, perlukah orang merasa paling perlu memanfaatkan waktu dengan caranya sendiri?, entahlah. Terkadang saya merasa "risih" saat menjumpai orang-orang yang merasa diburu oleh waktu, terutama saat dijalan umum. Kebetulan saya orang yang sering berkendara sepeda motor sehingga sedikit banyak menjumpai berbagai macam karakter pengguna jalan.

Sering dijumpai orang yang parkir seenaknya sendiri, mungkin tujuan mereka untuk memudahkan dirinya sendiri, padahal itu bisa merugikan orang lain, menyita waktu orang lain karena terhambat atau terganggu dengan kondisi parkir yang sembarangan tadi.

Saat berada dilampu merah, ketika cuaca panas dan lampu menyala merah, ada orang atau pengguna jalan berhenti tidak dibarisan depan, terkadang mereka berhenti ditempat yang teduh, padahal didepan masih kosong. Padahal, paling hanya butuh waktu beberapa detik saja untuk menunggu lampu hijau menyala.

Saat lampu hijau menyala, tak jarang pengguna kendaraan dibelakang membunyikan klakson berulang dan bahkan tak hanya satu pengguna saja yang membunyikannya. Banyak yang tidak sabar menunggu pengguna jalan yang ada didepannya, padahal, hanya sekian detik saja untuk menunggu yang didepan untuk berjalan. Belum lagi mereka yang rela mempertaruhkan nyawanya, karena belum lampu hijau menyala sudah jalan terlebih dahulu. Hanya sekian detik saja.

Apa yang saya utarakan disini hanya sebagian kecil saja, masih banyak cerita serupa dengan latar yang berbeda. Apa yang saya ceritakan atas dasar pendapat pribadi dengan berdasar pengalaman yang saya jumpai. Barangkali saya juga (sesekali) menjadi bagian dari orang-orang yang merugikan orang lain, menjadi orang yang kurang rasional dalam menyikapi waktu. Barangkali bisa menjadi koreksi bagi diri saya, waktu itu penting, sangat penting, tapi bukan berarti harus menuruti kepentingan diri sendiri, harus rasional dalam menyikapi waktu, karena sepersekian detik itu bisa menentukan banyak hal.
Hanya Sekian Detik Saja 4.5 5 Sukadi November 9, 2013 Banyak yang bilang kalau waktu itu sangat berharga setiap detiknya, sehingga manusia harus pandai...


5 comments:

  1. yang penting waktu tidak dibuang percuma atau sia2, yang kerjaannya tiap hari tidur mulu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, sepakat.. jangan buang-buang waktu :)

      Delete
  2. Mengelola da memanfaatkan waktu dengan bijak memang perlu mas.

    Dengan bangga saya mengundang sahabat untuk mengikuti Kontes Unggulan Proyek Monumental Tahun 2014
    Silahkan cek syarat dan ketentuannya di http://abdulcholik.com/2013/11/01/kontes-unggulanproyek-monumental-tahun-2014/

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Pakde.

      Terimakasih banyak undangannya, InsyaAllah kalau nanti saya ikut kontes di BogCamp.

      Salam

      Delete
  3. kadang-kadang saya buang-buang waktu untuk santai dan refreshing..

    ReplyDelete