Tawuran Yang (Mulai) Membudaya

 On October 3, 2012  

Akhir-akhir ini marak pemberitaan mengenai aksi tawuran pelajar, mungkin sudah sampai tahap yang 'kronis'. Bahkan, aksi tawuran bukan lagi milik para pelajar, antar kelompok pun sering terjadi aksi tawuran yang tak jarang merenggut korban jiwa. Memilukan memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi di negeri ini.

Dulu, waktu masih duduk di bangku sekolah menengah, aksi tawuran bukanlah hal yang aneh di telinga saya, bukan saya ikut-ikutan, tapi teman-teman satu sekolahan yang terkadang melakukannya. Tawuran antar sekolah, bahkan tak jarang sampai harus berurusan dengan polisi. Kebetulan saya bersekolah di STM, jadi mayoritas siswanya adalah anak laki-laki, dan ketika itu sudah menjadi kebiasaan buruk yang sebenarnya tak layak untuk di lestarikan.

Masa remaja memang menjadi masa-masa yang rawan, bila lepas kontrol, jadinya akan berdampak buruk. Untuk saat ini anak-anak usia SMP sudah mulai terlibat aksi tawuran, entah karena kesadaran sendiri atau hanya ikut-ikutan, yang pasti apapun alasannya itu pasti berdampak negatif. Mungkin saja ada 'kenikmatan' tersendiri, karena pangkal ujungnya juga tidak jelas. Tawuran, sepertinya hanya itu.

Biasanya, aksi tawuran dilakukan antar sekolah, tak tahu pasti apa sebabnya, sepertinya hanya sebuah dendam yang berkepanjangan, karena sebatas pengetahuan saya, mereka yang tawuran sepertinya tak punya dendam pribadi, bahkan tak saling kenal sebelumnya, sehingga barang tentu tak punya masalah pribadi. Bila dua kelompok siswa dari sekolah satu bertemu dengan sekolah lain yang merupakan musuh, hampir pasti akan terjadi aksi tawuran.

Menurut saya, aksi tawuran bukan hanya sekedar bentuk kenakalan, tapi sudah termasuk aksi kejahatan. Bagaimana tidak?, banyak fihak yang dirugikan, langsung maupun tidak langsung. Sebagai contoh, pernah dulu saudara saya dikeroyok siswa dari sekolah lain waktu berada di bis kota, padahal dia tidak tahu apa-apa dan tidak pernah ikut tawuran, penyebabnya hanya karena dia dari sekolah yang dianggap musuh oleh siswa-siswa tersebut. Dan ini sangat konyol.

Lambat laun bila aksi tawuran antar pelajar khususnya tidak segera tertangani, saya khawatir jika aksi tawuran akan menjadi sebuah budaya. Entahlah, semoga saja kekhawatiran saya ini hanya sekedar rasa khawatir dan tidak terjadi, karena bagaimanapun juga (menurut saya) tawuran hanyalah kebiasaan buruk yang memilukan dan mungkin juga memalukan.
Tawuran Yang (Mulai) Membudaya 4.5 5 Sukadi October 3, 2012 Akhir-akhir ini marak pemberitaan mengenai aksi tawuran pelajar, mungkin sudah sampai tahap yang ...


35 comments:

  1. Replies
    1. Terimakasih kunjungannya :)

      Delete
  2. Jika tak ada yang bisa dibanggakan, tawuran adalah sarana untuk mencari kebanggaan. Darah muda, darahnya para remaja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darah muda, darahnya para remaja, yang maunya menang sendiri, tak pernah mau mengalah hehe..

      Delete
  3. assalamu'alaikum Kang
    Ini menjadi PR bagi semua elemen yang bersinggungan dengan remaja dan lingkungannya. Bukan hanya sekolah dan instasi terkait saja yang bertanggung jawab, tapi semua. Orang tua, sekolah, guru, masyrakat dan aparat penegak hukum semua saling berkomunikasi menciptakan rasa aman dan nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam, Kang.
      Setuju, perlu komunikasi dari semua elemen yang bersinggungan, kalau perlu ada sanksi tegas bagi siswa atau sekolah yang ketahuan siswanya melakukan tawuran.

      Delete
  4. ketika tak ada lagi yang disegani dan menjadi panutan
    ketika hukum rimba mulai dipilih dan berlaku dalam kehidupan,,
    apakah Indonesia akan tetap damai dengan keadaan ini?

    hmmm,, semoga permasalahan ini segera dicari solusi nya sebelum mengakar dan mendarah daging dalam kehidupan bangsa kita.

    met pagi pak sukadi,,, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga saja demikian, mbak.. jangan sampai tawuran menjadi sebuah budaya :(

      Delete
  5. Saya malah takut kalau di bilang mem-budaya. Apa mungkin kurikulum kita ada yang salah sehingga membentuk sikap sosial yang arugan itu ya? Soalnya tawuran sudah dari dulu ada, perlu adanya koreksi ulang isi kurikulum (mungkin)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketakutan itu wajar menurut saya, pun demikian dengan saya. Tapi dalam kenyataannya bukan hanya pelajar yang tawuran, mulai dari antar kelompok, antar suku, bahkan sampai di DPR pun tak malu2 saling adu fisik. :(

      Delete
  6. saya gak pernah tawuran loh.. boleh bangga gak? :D

    ReplyDelete
  7. sensasi lah yg mereka cari bukan ilmu! keren kan? bangga dong yg pada tawuran? iya mereka bangga. tapi disaat ujian apa mereka bisa dibanggakan? TIDAK SAMA SEKALI!! haha bodoh memang anak anak itu :)

    ReplyDelete
  8. Iya juga ya sesuatu jika sudah menjadi kebiasaan yang lumrah alias menjadi membudaya, akan sangat sulit untuk dihapus. Sebelum terjadi semua pihak harus bersama2 mwengatasinya baik sekolah, orang tua mapun aparat
    nice share

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga saja ada solusi, kalau hal yang kurang baik menjadi sebuah budaya, tentu akan menjadi suatu hal yang memilukan dan memalukan

      Delete
  9. wah, memang tuh, pada gag nyadar, udah di sekolahin mahal-mahal malah tawuran..
    memang penyebabnya dendam turun temurun mas...

    ReplyDelete
  10. dulu pas jaman sekolah juga di daerah saya (purworejo) sesekali ada tawuran, tapi hanya sekolah2 tertentu dan menurut saya belum jadi budaya, semoga bisa benar2 dihilangkan...amiN!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk Purworejo mungkin kurang begitu terdengar kasus tawuran, kalaupun ada, skalanya mungkin tidak terlalu besar.

      Delete
  11. Jaman ini jaman edan,tawuran malah jadi hobi,sementara belajar dilupakan. Trus ngapain mereka sekolah ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya sih mereka belajar untuk mencari ilmu :D

      Delete
  12. Sebenarnya apa sih yang membuat mereka doyan tawuran? harus ditelaah dan dibenahi dengan segera nih. Ini sangat penting, sebab masa depan bangsa ada di pundak mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau soal itu saya kurang tahu. Semoga saja tak terjadi lagi tawuran.

      Delete
  13. definisi membudaya ini sebenranya sangat kejam. Seharusnya memang tidak ada budaya tawuran di remaja kita. Namun ternyata ini sudah seperti makanan sehari-hari. Harusnya kita malu kalau tawuran dianggap budaya kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benarkah membudaya itu kejam?, saya kira masih wajar, karena memang nyatanya ada dan "konsisten".

      Delete
  14. Tidakkah mereka sadar kalau tawuran itu sebenarnya perbuatan pengecut??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entahlah, soal tahu atau tidak, tapi nyatanya masih banyak yang suka tawuran. :(

      Delete
  15. Hmm, what is the word "tawuran"in English? Does it only available in Indonesia?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gelut, jotos-jotosan.. he.he.

      Delete
  16. they do not know about the meaning of teamwork,loyalty, and bravery

    ReplyDelete
  17. tawuran skr bukan lagi kenakalan remaja tapi sudah masuk kategoti kriminal karena membahayakan nyawa orang lain, seharusnya pemerintah menindak tegas pelaku tawuran yang makin lama makin menakutkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi herannya masih aja banyak anak-anak sekolah yang hobinya tawuran, padahal kalau dicerna dengan akal sehat, tak ada sisi positif dari aksi tawuran ini :(

      Delete
  18. saya pernah tanya sama beberapa temen yg pernah ikut tawuran, tawuran buat apa sih? dengan alesan yg sama, mereka jawab buat nunjukin kekuatan dan seneng2. kaget! kok somplak sih otaknya ~~"

    ReplyDelete
    Replies
    1. suruh saja mereka meminum obat kuat daripada adu jotos seperti itu :D

      Delete