Doa Mohon Kutukan Emha Ainun Nadjib

Sebelumnya saya pernah menulis disini mengenai Emha Ainun Nadjib dan buku Jejak Tinju Pak Kiai, sempat saya singgung sedikit disana mengenai buku yang ditulis beliau, yang kebetulan tidak saya ketemukan. Ya, saya pernah mempunyai sebuah buku karya Cak Nun, judulnya Doa Mohon Kutukan. Namun sayangnya buku itu saat ini entah kemana. Ada dua kemungkingkinan, hilang, atau saya yang lupa menaruhnya. Tapi, kemungkinan pertama prosentasenya lebih besar, saya merasa buku itu telah hilang.

Secara nominal harga, barangkali buku tersebut tidaklah seberapa mahal, saya dulu mendapatkannya dipasar loak disekitar Keraton Surakartan sekitar tahun 2002. Tapi, secara nilai saya merasa buku tersebut sangatlah berharga. Dari buku itulah saya mendapatkan banyak ilmu soal kehidupan, sudut pandang saya sedikit berubah dalam menyikapi beberapa hal.

Ya, Doa Mohon Kutukan adalah buku terbitan tahun 1994 (kalau tidak salah ingat), sebuah buku kumpulan puisi, isinya banyak kritik tentang kepemimpinan orde baru. Ada juga soal pengorbanan demi kebaikan orang banyak, serta perihal hakekat penciptaan alam serta peruntukannya bagi manusia, mohon koreksi kalau saya keliru.

Ketidak sengajaan telah mempertemukan saya dengan buku ini, tulisan seorang tokoh yang hingga kini menjadi "panutan" yang saya kagumi, Emha Ainun Nadjib. Wajar bila akhirnya saya merasa begitu kehilangan, soalnya untuk mencari buku ini di toko buku rasa-rasanya sudah tidak ada lagi.

Memang untuk menemukan isi dari buku ini sangat mudah di internet, saya coba mencari lewat bantuan google dan menemukan beberapa tulisan dan juga isi dari buku ini. Salah satu puisi yang termuat dalam buku ini dan juga digunakan sebagai judul buku adalah Doa Mohon Kutukan. Berikut ini puisi tersebut:
________________________

DOA MOHON KUTUKAN

dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan
jika itu merupakan salah satu syarat agar pemimpin-pemimpinku
mulai berpikir untuk mencari kemuliaan hidup,
mencari derajat tinggi dihadapanMu
sambil merasa cukup atas kekuasaan dan kekayaan yang telah ditumpuknya

dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan
untuk membersihkan kecurangan dari kiri kananku,
untuk menghalau dengki dari bumi
untuk menyuling hati manusia dari cemburu yang bodoh dan rasa iri

dengan sangat kumohon kutukanMu, ya Tuhan
demi membayar rasa malu atas kegagalan menghentikan
tumbangnya pohon-pohon nilaiMu di perkebunan dunia
serta atas ketidaksanggupan dan kepengecutan dalam upaya
menanam pohon-pohonMu yang baru

ambillah hidupku sekarang juga,
jika itu memang diperlukan untuk mengongkosi tumbuhnya ketulusan hati,
kejernihan jiwa dan keadilan pikiran hamba-hambaMu di dunia

hardiklah aku di muka bumi, perhinakan aku di atas tanah panas ini,
jadikan duka deritaku ini makanan
bagi kegembiraan seluruh sahabat-sahabatku dalam kehidupan,
asalkan sesudah kenyang, mereka menjadi lebih dekat denganMu

jika untuk mensirnakan segumpal rasa dengki di hati satu orang hambaMu
diperlukan tumbal sebatang jari-jari tanganku, maka potonglah
potonglah sepuluh batangku, kemudian tumbuhkan sepuluh berikutnya
seratus berikutnya dan seribu berikutnya,
sehingga lubuk jiwa beribu-ribu hambaMu
menjadi terang benderang karena keikhasan

jika untuk menyembuhkan pikiran hambaMu dari kesombongan
dibutuhkan kekalahan pada hambaMu yang lain,
maka kalahkanlah aku, asalkan sesudah kemenangan itu
ia menundukkan wajahnya dihadapanMu

jika untuk mengusir muatan kedunguan dibalik kepandaian hambaMu
diperlukan kehancuran pada hambaMu yang lain,
maka hancurkan dan permalukan aku,
asalkan kemudian Engkau tanamkan kesadaran fakir dihatinya

jika syarat untuk mendapatkan kebahagiaan
bagi manusia adalah kesengsaraan manusia lainnya,
maka sengsarakanlah aku
jika jalan mizanMu di langit dan bumi memerlukan kekalahan dan kerendahanku,
maka unggulkan mereka, tinggikan derajat mereka di atasku
jika syarat untuk memperoleh pencahayaan dariMu
adalah penyadaran akan kegelapan, maka gelapkan aku,
demi pesta cahaya di ubun-ubun para hambaMu

demi Engkau wahai Tuhan yang aku ada kecuali karena kemauanMu,
aku berikrar dengan sungguh-sungguh
bahwa bukan kejayaan dan kemenangan yang aku dambakan,
bukan keunggulan dan kehebatan yang kulaparkan,
serta bukan kebahagiaan dan kekayaan yang kuhauskan

demi Engkau wahai Tuhan tambatan hatiku,
aku tidak menempuh dunia, aku tidak memburu akhirat,
hidupku hanyalah memandangMu
sampai kembali hakikat tiadaku

EMHA AINUN NADJIB
DARI KUMPULAN PUISI “DOA MOHON KUTUKAN” – 1994
________________________

Dengan pengalaman ini bisa diambil sebuah hikmah dimana buku adalah sesuatu yang sangat berharga, tak ternilai disaat kita merasa mendapatkan sesuatu yang berharga didalamnya. Semoga saja hal ini tidak terjadi pada buku-buku saya lainnya, dimana terkadang saya lupa simpan atau ada yang meminjam tanpa permisi.

5 Penginapan Murah Dekat Objek Wisata Jogja

Hotel di Yogyakarta – Yogyakarta (Jogja) memiliki banyak objek wisata yang tersebar hampir di semua pelosok kota, mulai dari Kaliurang sebagai pusat objek wisata alam, Merapi, Gunung Kidul yang terkenal dengan Pantai Parangtritisn, dan Malioboro sebagai pusat perbelanjaan. Masing-masing objek wisata tersebut berjarak cukup jauh, sehingga Anda harus menginap di dekat objek wisata untuk menghemat biaya dan waktu. Jadi, sebelum Anda berangkat ke Jogja untuk berwisata, ada baiknya Anda menentukan terlebih dahulu ke mana tujuan wisata Anda dan tentukanlah hotel Jogja mana yang ingin dipesan sebagai tempat menginap.
Quin Colombo Hotel / gbr: www.goindonesia.com
Berikut beberapa hotel yang lokasinya dekat dengan objek wisata, namun memiliki tarif yang cukup murah dan bersahabat. Mungkin hotel-hotel bisa jadi referensi dan salah satunya menarik minat Anda

1. Bifa Hotel Jogja
Hotel di Jogja yang terletak tidak jauh dari objek wisata adalah Bifa Hotel. Hotel ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 87 Kotagede, Yogyakarta. Kotagede adalah salah satu pusat kerajinan perak di Yogyakarta dan terdapat banyak toko-toko, serta pengrajin perak di tempat ini. Selain dekat dengan Kotagede, hotel ini juga dekat dengan objek wisata Kebun Binatang Gembira Loka. Masyarakat Jogja maupun wisatawan juga banyak yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke kebun binatang ini, baik untuk berekreasi atau sekedar berlibur.

Bifa Hotel Jogja menyediakan kamar standar dengan tarif relatif terjangkau. Hotel bintang dua ini memiliki fasilitas memadai, diantaranya restoran, tempat parkir yang luas, kamar mandi, jasa binatu, serta layanan kamar. Sementara itu, kamar hotel tersedia televisi, lemari, meja kerja, kamar mandi yang dilengkapi dengan shower.

2. Hotel Jentra Dagen Malioboro
Jika Anda ingin berkunjung ke Malioboro, Anda ingin mencari hotel bintang tiga yang berlokasi di sekitar Malioboro atau didekatnya dengan tarif murah, maka pilihannya adalah Hotel Jentra Dagen Malioboro. Hotel bintang tiga ini memiliki fasilitas yang tidak perlu ada pertanyaan lagi karena hotel yang memiliki 64 kamar dilengkapi dengan berbagai hal yang akan memudahkan dan membuat Anda merasa nyaman selama menginap di hotel. Berbagai fasilitas yang akan didapatkan, diantaranya restoran, tempat parkir yang luas, akses internet gratis, jasa laundry, layanan kamar 24 jam dan concierge.

Kamar hotel didesain sedemikian rupa, sehingga memberikan kesan nyaman. Hotel ini menyediakan televisi, tempat tidur yang luas, kamar mandi yang bersih dan dilengkapi dengan shower, serta pendingin ruangan. Selain itu, beberapa kamar juga dilengkapi dengan sofa dan ruang tamu pribadi. Hotel Jentra Dagen beralamat di Jalan Dagen Malioboro No. 85 Malioboro, Yogyakarta.

3. Quin Colombo Hotel
Bagi Anda yang berminat dan ingin berwisata ke Candi Prambanan yang indah, tempat menginap yang kami sarankan adalah Hotel Quin Colombo. Hotel ini berada di Jalan Raya Yogya-Solo Km. 14 Kalasan, Prambanan, Yogyakarta. Hotel bintang tiga ini termasuk salah satu hotel murah yang berlokasi dekat dengan objek wisata. Selain itu, hotel yang memiliki 69 kamar ini juga dekat dari Bandara Internasional Adisucipto.

Berbagai fasilitas umum yang bisa Anda nikmati ketika menginap di hotel, diantaranya pusat bisnis, restoran dengan berbagai menu baik lokal maupun menu Indonesia, akses internet gratis, kolam renang yang berada di tempat terbuka, tempat parkir yang luas, pusat spa dan pijat, layanan laundry, dan layanan kamar. Quin Colombo Hotel termasuk salah satu penginapan yang unik karena beberapa kamar dilengkapi dengan balkon pribadi, sehingga cukup nyaman apabila digunakan untuk melihat pemandangan pada siang maupun pada malam.

4. Cakra Kusuma Hotel
Daftar hotel selanjutnya di Yogyakarta yang berlokasi dekat dengan objek wisata Kaliurang adalah Cakra Kusuma Hotel. Kaliurang adalah salah satu tujuan wisatawan yang datang ke Yogyakarta untuk menikmati keindahan alam pegunungan. Beberapa pemandangan indah yang bisa Anda saksikan dari Kaliurang, diantaranya Gunung Merapi, Anda juga bisa menemukan beberapa goa peninggalan Jepang di tempat ini, serta beberapa bangunan bersejarah. Iklimnya yang sejuk dan dingin menyebabkan Kaliurang banyak dimanfaatkan sebagai tempat refreshing bahkan sejak zaman Belanda.

Cakra Kusuma Hotel beralamat di Jalan Kaliurang Km. 5.2 No. 25 UGM Yogyakarta. Fasilitas yang akan Anda dapatkan dari hotel ini adalah restoran, akses internet, kolam renang, tempat parkir, tempat belanja, jasa binatu, serta layanan kamar. Selain itu, beberapa objek wisata yang bisa Anda akses dengan mudah dari tempat ini diantaranya adalah Candi Sambisari, Candi Sari dan Candi Kalasan.

5. Amaris Hotel Diponegoro Jogja
Hotel yang memiliki nuansa cerah ini beralamat di Jalan Diponegoro 87, Tugu Jogja, Yogyakarta. Hotel ini berlokasi cukup dekat dengan Tugu Jogja yang merupakan salah satu ikon wisata Jogja dan sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Hotel ini juga dekat dengan Keraton Yogyakarta, Jalan Malioboro, serta Stasiun Tugu Yogyakarta.

Ada sekitar 71 kamar dengan berbagai fasilitas yang bisa dinikmati di hotel ini, mulai dari penyejuk ruangan, televisi, meja kerja, sofa, kamar mandi yang dilengkapi dengan shower, serta beberapa fasilitas umum, seperti restoran, tempat parkir yang luas, jasa laundry. Fasilitas pendukung yang juga bisa Anda nikmati, yakni akses internet gratis di kamar maupun di tempat umum.

Nah itulah pilihan 5 penginapan murah oleh Goindonesia.com

Kasih Sayang Sepanjang Waktu

Banyak yang bilang kalau hari ini, sabtu 14 Februari merupakan hari kasih sayang, atau lebih keren disebut sebagai hari valentine. Banyak orang yang mulai merayakan, meski tak begitu memahami asal usulnya, namun banyak yang latah ikut-ikutan merayakan. Kenapa saya katakan latah?, karena saya yakin ada banyak orang yang merayakan tapi tak tahu alasan kenapa tanggal 14 Februari dikatakan sebagai hari valentine. Kalau saya keliru mohon untuk dikoreksi.
Kasih Sayang  / gbr: www.dionbata.com/2013/02/hari-kasih-sayang.html
Hari ini, stasiun televisi berlomba menayangkan acara dengan tema valentine, mulai gelaran musik, pemberian penghargaan, sinetron, film, dan acara-acara lain yang bertema kasih sayang. Sah dan bisa dimaklumi, karena momen ini adalah momen dimana cinta terasa "dihargai".

Saya adalah salah satu orang yang tidak begitu peduli dengan hal ini, selain kurang memahami apa itu valentine, saya merasa tak butuh hari khusus untuk mencurahkan kasih sayang. Setiap detik, menit dan setiap waktu kasih sayang harus senantiasa dicurahkan, tak perlu berlebihan bahkan dirayakan.

Sebagai orang yang pernah melewati masa remaja, saya akui bahwa saya pernah latah ikut-ikutan "merayakan" momen valentine, ketika itu yang saya tahu hanya ikut-ikutan tanpa ada maksud membesar-besarkan. Kalau tak keliru, sekali saya berikan sebatang cokelat pada pacar saya. Ya, seingat saya hanya sekali saja, itupun tak saya tahu benar maksudnya.

Saya tak bermaksud memperberdebatkan sesuatu hal, dalam hal ini terkait hari kasih sayang. Namun, saya hanya mengungkapkan apa yang saya rasakan. Jangan anggap saya anti, tidak, saya menghargai setiap momen, karena masing-masing orang punya sudut pandang dan pemahaman yang berbeda-beda.

Ah, terlalu berlebihan kalau saya berpanjang lebar. Hari ini hari sabtu, kebetulan tanggal 14 Februari, dan kebetulan juga banyak yang merayakan hari kasih sayang. Kebetulan-kebetulan yang tak saling
berkaitan, tapi yang harus dipastikan adalah kasih sayang yang harus selalu tercurah, tak berbatas waktu.

Review Buku Baru Dari Raditya Dika, ‘Koala Kumal’

Setelah vakum selama kurang lebih tiga setengah tahun dari buku terakhir yang dikeluarkannya, Raditya Dika baru saja merilis buku terbarunya yang berjudul ‘Koala Kumal’ pada tanggal 17 Januari 2015 kemarin. Ya, ini tentu menjadi ciri khas darinya yang menggunakan nama seekor binatang untuk judul buku. Kambing Jantan, Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon, dan lainnya. 
Para pembaca sangat antusias dengan buku baru bang Dika, begitu biasa Ia dipanggil, yang sudah lama dinantikan ini. Awalnya Raditya membuka kesempatan untuk pre-order buku barunya sebanyak 1.000 eksemplar, tetapi karena besarnya animo masyarakat, maka ditambah menjadi 2.100 eksemplar dan habis dalam waktu 1,5 jam! Dalam rangka peluncuran bukunya ini, Raditya menggelar acara ‘meet & greet’ di beberapa Gramedia mulai tanggal 17 Januari sampai 28 Januari 2015. 

Dalam kesempatan ini Raditya memberi peluang kepada para pembacanya untuk bertemu langsung, mengobol singkat, dan mendapatkan tanda tangan asli! Raditya juga rutin menceritakan pengalaman ‘meet & greet’ nya secara singkat di Twitter. Seperti antrian yang sangat panjang untuk mendapatkan tanda tangannya, waktu obrolan yang terpaksa dipersingkat karena jumlah pengunjung yang sangat banyak, dan masih banyak lagi cerita seru lainnya!

Judul buku ini terinspirasi oleh foto yang Ia temukan. Di foto itu terdapat seekor Koala di daerah New South Wales, yang kembali pulang ke hutan yang telah ditebangi dimana tempat Ia dulu tinggal. Di foto itu terlihat si koala seperti kebingungan, tahu bahwa ini adalah rumahnya namun terasa asing. Seperti dikutip dari blognya, Raditya menjelaskan:“Nah, buku Koala Kumal adalah soal tempat nyaman yang ketika kita tinggalkan, lalu kembali lagi.. kok tempatnya jadi beda”

Cara Raditya menceritakan pengalamannya dikemas sangat menarik. Bagaimana Ia dan anggota keluarga serta teman-temannya melakukan hal yang memicu tawa pembacanya. Membuat pembaca terhibur, tetapi tetap memetik apa pelajaran yang bisa diambil dari pengalamannya. Ya, berpindah ke ‘rumah’ baru dari ‘rumah’ yang lama karena sudah tidak terasa sama lagi. Ya, seperti istilah yang dipakai Raditya, ‘Komedi Pakai Hati’.

"Bagi Anda yang ingin informasi lebih dalam seputar kartu kredit untuk mendapatkan diskon di toko buku kesayangan, Anda bisa kunjungi HaloMoney dan dapatkan tips seputar keuangan terbaru"

*) Ditulis oleh Jihan Ariya dari HaloMoney. 

Surat untuk Stiletto Book


Sebelum aku tuliskan panjang lebar surat ini, aku memohon maaf terlebih dahulu apabila surat ini kurang berkenan dihatimu. Surat yang aku tulis ini menjadi sebuah awal dimana aku ingin lebih dekat denganmu, dan sebagai tonggak dimana aku ingin menjadi bagian dari dirimu. Jujur saja, karena keterbatasanku, tak begitu aku mengenalmu, hanya sepintas dan belum begitu jauh. Aku tahu kamu hanya dari tulisan di blog teman, twitter, dan juga dari baca-baca di website-mu.

Mungkin saja aku terlalu lancang, terlalu muluk dalam bermimpi, terlalu yakin dengan kemampuan diriku sendiri, tapi aku merasa dengan keyakinan itulah aku akan mampu mewujudkan mimpi-mimpiku. Perlu kamu ketahui, sedari dulu aku bercita-cita ingin menerbitkan sebuah buku, ya, sebuah buku yang aku tulis dan diterbitkan oleh penerbit sehebat kamu, dan itu adalah mimpiku!. 

Cita-cita ini awalnya muncul ketika kulihat ada banyak tulisan berupa puisi dan cerpen yang terserak, baik dalam buku maupun secarik kertas, ada juga beberapa yang sudah aku publikasikan lewat blog. Ada hasrat yang menggebu, apalagi bila kuingat dulu waktu masih kuliah sempat merasakan tulisan dimuat di Koran, kenangan tersebut semakin memompa semangat dan keyakinanku.

Tulisanku juga pernah menjadi bagian dari buku antologi yang diterbitkan bareng-bareng dengan kawan-kawan blogger, diantaranya adalah Harmoni, Blogger Cinta Indonesia, dan yang terakhir kemarin adalah buku Hati Ibu Seluas Samudra. Meski “hanya” antologi, namun aku merasa bahwa sebagian cita-citaku sudah terwujudkan, tinggal sekarang berusaha merealisasikan sebagiannya lagi agar utuh mimpi terwujud dengan cara menerbitkan tulisanku sendiri. Aku berharap bisa mewujudkannya bersamamu. 
Buku Antologi
Maaf sebelumnya bila aku salah menafsirkan, aku membaca bahwa Stiletto Book adalah penerbit buku perempuan. Awalnya aku pesimis, aku seorang laki-laki sedangkan kamu adalah penerbit buku perempuan, namun setelah aku telaah, ada tafsir yang bisa kuambil celah untuk dapat mewujudkan mimpiku bersamamu. Barangkali yang dimaksud dalam kalimat 'penerbit buku perempuan' adalah apa saja yang berkaitan dengan dunia perempuan, termasuk soal hati dan juga cinta. Aku percaya bahwa kamu bukanlah penerbit yang mengkotak-kotakkan jenis kelamin, bukankah demikian?. 

Kamu tahu tidak?, saat ini aku sedang membuat naskah tulisan yang kutujukan buat kaum perempuan. Tulisan-tulisan tersebut kurang lebihnya seperti sebuah surat, seperti cerpen, hampir semua tentang cinta, cinta dalam pemahaman yang lebih luas dan tidak melulu soal cinta antara laki-laki dan perempuan. Sudah beberapa surat yang aku selesaikan. Kamu ingin tahu tidak?, tapi jangan diejek ya kalau tulisanku kurang bagus. Nanti kalau sudah selesai aku tuliskan, aku berencana menunjukkan tulisanku itu kepadamu, ya, aku ingin mengirimkan naskah tulisanku itu kepadamu, semoga saja kamu tidak keberatan.

Stiletto Book, aku percaya bahwa setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama, termasuk juga dalam hal mewujudkan mimpi. Kamu adalah bagian dari sekian banyak peluang untuk merealisasikan cita-cita setiap orang yang ingin menerbitkan tulisannya. Benar, bukan?. 

Stiletto Book, bacalah surat ini, kamu membaca saja aku sudah merasa girang. Tak berani aku memaksamu untuk membalas surat ini, karena setiap kata yang telah aku tulis sudah terbang dan menyusup dalam ruang-ruang hampa, perlahan mengendap dan tersampaikan pada yang aku tuju, kamu. Setelah kau baca surat ini, aku harap kamu mengerti tentang keresahanku, aku hanya punya keyakinan dan saat ini sedang berusaha dengan sepenuh hati agar dapat mewujudkan keyakinan tersebut. 

Sebelum aku akhiri surat ini, ingin kuberitahukan kepadamu mengenai buku-buku terbitanmu yang ingin aku baca, diantaranya Ladies' Journey, aku ingin membaca buku ini karena ada banyak referensi tulisan cerpen dari banyak penulis, aku bisa belajar dari banyak penulis mengenai gaya penulisannya. Distance juga membuatku penasaran, bicara cinta memang tak ada habisnya, ending cerita cinta jarak jauh ini membuatku penasaran. Yang ketiga adalah Remember Paris, ini adalah lanjutan dari Distance, sehingga masih dalam satu kesatuan cerita cinta dan lika-likunya.
Buku yang ingin aku baca
Sementara ini dulu yang bisa aku sampaikan, sebenarnya masih banyak yang ingin aku tulis, namun tak elok kiranya bila aku tuliskan sekarang. Bila kau balas suratku ini,aku masih siap untuk menuliskan lebih banyak kalimat lagi, jutaan kata masih aku simpan, untukmu. Mohon maaf bila aku terlalu lancang dengan mimpi-mimpiku, bila ada kata yang kurang berkenan sudilah kiranya engkau memaafkan. Mimpi hanya akan menjadi sebuah mimpi bila kita tidak berusaha untuk mewujudkannya. Terimakasih. 

Salam.

Sukadi
sukadi.st@gmail.com