Jangan Menonton Televisi

 On June 4, 2014  

Sebelum saya lanjutkan menulis posting ini, perlu saya peringatkan sebelumnya, jangan hiraukan atau abaikan saja anjuran saya untuk tidak menonton televisi, kalau menurut Anda itu salah. Karena ujung-ujungnya Anda juga yang punya hak untuk menentukan pilihan. :)
Sudah bukan rahasia lagi kalau televisi merupakan salah satu hiburan yang bisa dikatakan murah dan hampir setiap rumah memilikinya, minimal satu unit dan bahkan banyak yang lebih dari satu. Tak mengherankan jika stasiun televisi berlomba-lomba untuk menarik pemirsa sebanyak mungkin, dengan berbagai macam suguhan acara, dan berbagai cara agar dapat membuat pemirsanya puas serta enggan pindah ke stasiun televisi lain. Karena bagaimanapun juga, dengan banyak pemirsa tentu akan membuat (pemilik) stasiun televisi menjadi untung karena biasanya para pemasang iklan akan dengan senang hati memasang iklan di acara-acara yang banyak penikmatnya.
Acara di Televisi
Biasanya, kalau satu acara sukses, stasiun televisi lain akan membuat format acara yang serupa, dengan harapan dapat menarik banyak pemirsa pula. Ambil misal ajang pencarian bakat, sinetron, acara musik, acara humor, dan lain sebagainya.

Banyak acara televisi kurang bermutu, banyak tayangan yang mengabaikan etika atau pesan moral, jam tayang, demi mengejar rating atau keuntungan secara finansial. Acara televisi berisi kebencian, saling serang, saling menjatuhkan, pencitraan. Banyak berita, banyak acara debat, yang isinya hanya saling serang dan menjatuhkan satu sama lain. Ini menjadi tidak sehat bagi pemirsa yang memang butuh sesuatu yang mendidik dan bermutu.

Stasiun Televisi Yang (Terkesan) Kurang Netral

Saat memasuki tahun politik seperti sekarang ini, banyak tokoh politik atau orang-orang yang hendak masuk ke dunia politik, memanfaatkan televisi sebagai media untuk bersosialisasi dan juga untuk berkampanye. Wajar dan sah-sah saja menurut saya.
"Tahun 2014 ini, pers kita sudah terbelah, divided. Coba simak. Paling mudah simak Metro TV dan TV One," ujar Presiden dalam acara Rakornas Persiapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Sentul, Bogor, Selasa (3/6/2014). 
Kutipan diatas adalah pernyataan yang disampaikan oleh Presiden SBY, saya kutip dari berita yang saya baca di kompas.com. Ini menjadi sebuah bukti kalau apa yang saya rasakan ternyata tidak mengada-ada. Bukan itu saja, saya membaca beberapa status teman saya di facebook, banyak yang mengkritisi soal suguhan acara yang ada di televisi, banyak yang menilai kalau acara-acara tertentu banyak isi yang kurang berimbang.
Salah satu status di facebook
Banyak dari teman-teman saya yang berpendapat kalau acara televisi sudah tidak netral, banyak tercampuri urusan politik, bahkan televisi terkesan dijadikan alat politik untuk keuntungan pemilik televisi tersebut beserta dengan kelompoknya. Meski tak didukung data, namun fakta yang ada sekiranya memang demikian, dan saya sepakat dengan pendapat teman-teman saya tersebut.

Kesalahan sekecil apapun bisa dijadikan topik yang besar dan butuh mendatangkan banyak "pakar" untuk mengupasnya, dan ujung-ujungnya terkesan menjatuhkan tokoh tertentu.

Saya bukan simpatisan atau pendukung salah satau capres, bagi saya Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK mempunyai kelemahan dan kekurangan masing-masing. Meski saat ini saya belum tahu siapa yang akan saya pilih nanti di 9 Juli, namun saya tidak golput. Saya akan pilih salah satu dari pasangan tersebut. Hanya saja, saat ini saya bingung cari referensi capres-cawapres yang akan saya pilih nanti, karena televisi sebagai media untuk mencari referensi terkesan tidak netral dan kurang adil dalam menyikapi setiap acara terkait pemilu.

Jangan menonton televisi. Itu anjuran saya, bila Anda tak bisa menyaring informasi dan memilah acara yang bermutu, sekiranya hanya akan merugikan diri sendiri. Tapi, tontonlah televisi, kalau itu bisa memberi manfaat bagi Anda. Karena sejujurnya saya masih nonton televisi juga, meskipun hanya acara-acara tertentu yang nyaman dinikmati dan terutama tayangan olahraga sepak bola. Demikian?, terimajadi.
Jangan Menonton Televisi 4.5 5 Sukadi June 4, 2014 Sebelum saya lanjutkan menulis posting ini, perlu saya peringatkan sebelumnya, jangan hiraukan ata...


22 comments:

  1. Acara2nya emang tambah ga berkualitas, beritanya aja sandiwara isinya
    Blog Komputer & IT : http://alienkomputer.com/blog/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang lebihnya (mungkin) demikian. Sepertinya bukan saya saja yang berpendapat demikian. :)

      Delete
  2. banyak berita yang berat sebelah pak di tv :D
    tapi saya suka nonton tv lho pak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga nonton televisi, tapi kalau sudah tidak nyaman biasanya saya pindah-pindah channel.. :)

      Delete
  3. stasion televisi memang seharusnya netral dalam menyiarkan berita, terutama di tahun politik ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, seharusnya. Tapi nyatanya tidak demikian, bukan?

      Delete
  4. Tul... mentang2 tvone yg punya ketum golkar (ARB) kabeh isine berita prabowo - hatta, aku dr dlu mlah mikir tvone sengaja dibikin arb buat nutupim kasus lapindo kang, beda lagi metro tv dan mnc group mentang yg punya ketum nasdem sm hanura berita sm iklan isine dukung Jokowi-JK... klo aku lebih suka ntn kompas tv atau net tv kang gak pernah ada muatan politik acarane jg bagus2 cm gak tau didaerah dpt siaran 2 itu itu po nggak hhe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pastinya bagaimana, mungkin setiap orang memandang berbeda-beda dalam menyikapi tayangan di televisi.
      Upps.. bukankah yang punya MNC grup sudah tidak di hanura Kang?, sepertinya merapat ke capres no urut 1 lho...
      belum semua daerah dapat siaran dari kompas tv sama net tv kang...

      Delete
  5. dimana ada duit disana dia ikut
    acara tv sekarang banyak yang gak bermutu dan mendidik, malah banyak contoh untuk menjadi anak durhaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada gula ada semut, tapi kalau kebanyakan gula juga tidak baik :D
      harus pandai-pandai memilih tontonan, apalagi buat anak-anak

      Delete
  6. harus bisa memilih, mana yang baik kita petik dan buruk ya jangan di ikutin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat. Tapi kalau banyak yang buruk mending tidak usah nonton TV kan? hehe

      Delete
  7. televisi cuma menyesatkan masyarakat... mana kode etik jurnalistiknya?

    ReplyDelete
  8. Anonymous01 July, 2014

    betul, acara tv sekarang nggak ada yang bagus. Mending ikutan kompetisi menulis blog aja yang jelas manfaatnya, yuk cari tahu infonya disini kompetisimenulis.com

    ReplyDelete
  9. wah, judulnya bikin aku kaget. masak iyha tv ga boleh di tonton. eh ternyata ada maksud tersendiri. mantab juragan, gagasan yang berkualitas.

    , saya juga sebenarnya kurang tertarik menonton TV kecuali berita. biasanya saya menonton Radio malah. hhehe

    ReplyDelete
  10. Terus tivinya mau diapain dong om ???
    harusnya ekstrim aja, jangan beli tivi ... biar gak rugi hehehehe

    ReplyDelete
  11. entah kenapa sekarang acara di televisi semakin gk bermutu.. :(
    rata2 sinetron dan sinetron..

    ReplyDelete
  12. Metro TV dan TV One, acaranya paling sama dari dulu.. berita..hidu berita..hehe

    ReplyDelete
  13. Saya nonton TV kalau ada jadwal pertandingan sepak bola aja Om..
    paket honeymoon bali

    ReplyDelete
  14. Kalau ane cuman waktu jam tayangnya Mahabarata aja, heheheheh

    ReplyDelete