Ketika Radio Jadi Tempat Curhat

 On September 1, 2014  

Sepengetahuan saya, jaman dulu ketika masa perjuangan, radio merupakan media komunikasi yang sangat penting. Banyak orang berkumpul untuk mendengarkan berita-berita penting terkait perkembangan perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan.
Radio
Sekarang ini dalam perkembangannya radio makin berkurang pendengarnya, saya tak bisa menampilkan hasil surveinya disini, tapi dari apa yang saya ketahui dari lingkungan dimana saya berada, makin sedikit orang yang mendengarkan siaran radio. Lebih mudah menemukan orang yang asik mendengarkan musik dari ponsel mereka, sering menemukan orang baca berita dari smart phone atau layar monitor komputer jinjing, serba mudah tanpa gelombang radio yang terkadang susah menemukan lagu yang diinginkan dan tak harus berlama menunggu penyiar bercerita.

Dulu waktu masih remaja, sangat menyenangkan mendengarkan siaran radio tentang curhat para pendengar yang dibacakan oleh penyiar radio. Segmen yang dituju tentu saja kaum muda dan remaja. Saya dan teman-teman kadang mendengar siaran ini di pos ronda, sambil ngobrol, sambil bawa radio untuk didengarkan bersama.

Suara penyiar yang lirih, mendayu, diiringi lagu Caransary dari Kitaro makin membawa pendengar pada suasana yang hening, romantis. Kata demi kata terucap, membaca surat dari pendengar yang ingin curhat. Tak selalu curhatan sedih, ada juga curhatan bahagia, kebanyakan yang di curhatkan adalah perihal cinta, entah itu putus, jadian, jatuh cinta, dan sebagainya.

Apakah saya pernah mengirimkan surat juga?, ya, saya pernah mengirimkan curahan hati saya agar dibacakan dalam acara itu. Tapi sayangnya saya tak mendengarkan secara langsung saat surat saya tersebut dibacakan. Entah dibacakan atau tidak, saya tidak tahu.

Perkembangannya sekarang tentu saja berbeda, lama sekali saya tak mendengarkan siaran radio, soalnya sekarang serba praktis, ingin dengar musik, baca berita, semua mudah dengan berkembangnya teknologi dan semakin memasyarakatnya teknologi tersebut. Sangat mudah menemukan orang-orang yang curhat lewat status mereka di media sosial, banyak yang tak sungkan menuliskan kisah mereka dalam tulisan di blog. 

Meski demikian, bagi saya "kenikmatan" yang dirasakan tetap saja berbeda. Mendengarkan curhatan di radio lebih terasa, lebih menghayati, dan lebih membuat penasaran. Bandingkan dengan status di media sosial yang sering terlalu lebay, membacanya saja terkadang enggan.
Ketika Radio Jadi Tempat Curhat 4.5 5 Sukadi September 1, 2014 Sepengetahuan saya, jaman dulu ketika masa perjuangan, radio merupakan media komunikasi yang sangat...


13 comments:

  1. Saya masih suka dengarin radio, sampai sekarang :)
    Sensasinya beda dengan nonton tipi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sudah jarang dengerin radio, padahal d ponsel juga ada fasilitas radio-nya.
      Kalau bicara soal sensasi, radio lebih "nikmat" dibanding media eletronik lain, paling tidak berdasar pengalaman yg sudah lalu. :)

      Delete
  2. terus terang kalau say sudah jarang banget dengar radio, dulu waktu SMA sering kirim2 salam tu lewat radio :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga sudah jarang, dulu sempat juga dibela-belain beli kartu untuk dikirim biar dibacakan penyiarnya :D

      Delete
  3. masih ada sekarang ya, apalagi ibu-ibunya

    ReplyDelete
  4. Aku tiap pagi masih suka ndengerin radio kok kang.. soale tak jadiin alarm radio jadulku jadi tiap pagi pasti nyala sendiri wkwkwk... cuma udah nggak pernah denger ada acara curhat lewat surat lagi, wong radio2 sekarang jg dah canggih kok request lagu aja segala ke akun fb ato twitter :)

    Tapi emang bener sih klo radio udah kalah sama mp3, wong pengen lagu apa tinggal download kok sak iki beda sama jaman dulu, jamannya kaset masih mahal, inget aku sering nungguin lagu yg kusuka terus tak rekam ke kaset kosong buat diputer lagi hahaha...

    Koran cetak jg udah pada kalah sama portal berita online, kayae wong2 sak iki opo2 wes digadget kabeh, baca buku di gadget, baca berita di gadget, denger lagu digadget, mau jual beli barang aja pake gadget... malah sampe nulis catetan ae pake note gadget juga hahaha... nggak heran klo anak2 SD aja sekarang pegangannya android ato BB

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sudah jarang denger radio kang, walau menyenangkan, namun masih kalah selera dengan internet.
      Kalau pingin denger lagu tinggal klik google dan dengan mudah dicarikan lagu yang lagi kita cari, download gratis, kalau bosen di delete hehe
      Semua lebih mudah sekarang, yang berbau masa lalu kalah sama kemajuan teknologi hehe

      Delete
  5. Hehehe biasanya sih malah siaran radio di kampus tapi sekarang udah ga -__- inspiratif juga nih mas like deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alm. Gombloh saja mengakui, "di radio aku dengar lagu kesayanganmu..." hehe

      Delete
  6. Inget banget, dulu jamannya kirim2 atensi gitu ya, hihi... kalo ditempatku di komunitas pembatik pasti nyetelnya radio, dangdutan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap wilayah beda selera, kalau wilayah pantura senengnya dangdut tarling, daerah saya sukanya campur sari :D

      Delete
  7. Di radio, aku dengan lagu kesayanganmu... #Gombloh
    Masih ingat waktu masih kecil, satu keluarga radio juga ya satu itu, mendengarkan sandiwara, dan kadang tetangga ikut ngumpul denger jika batre nya radio tetangga sedang habis...
    Ah masa itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sandiwara radio jadi favorit waktu masih kecil dulu, apalagi belum banyak hiburan lain selain radio dan televisi

      Delete