Nama Saya Sukadi, Bukan Sukardi, Apalagi Sukasdi

 On May 30, 2015  

Apalah arti sebuah nama?, demikian kalimat yang sangat terkenal dari penggalan William Shakespeare. Ya, sebagian orang merasa tak begitu mempermasalahkan mengenai nama mereka, karena hal tersebut dianggap bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan. Tapi, bagi saya nama itu sesuatu yang "sakral" sehingga terkadang menjadi isu yang sensitif. Saya percaya setiap orang tua punya do'a atau harapan tersendiri dengan memberikan nama pada anak-anaknya.

Saya katakan kalau nama itu bisa menjadi isu yang sensitif dan mengarah pada isu SARA, karena banyak kasus terjadi pertengkaran atau permusuhan antar individu mapun kelompok yang kesemuanya berawal dari sebuah nama. Misalnya saja ketika orang menggunakan nama keluarga (marga), tak jarang nama tersebut terkesan lucu di daerah lainnya, sehingga olok-olok bisa menjadi isu yang menimbulkan perpecahan. Contoh lainnya adalah ketika menyebut orang dengan bukan nama yang sebenarnya, tentu saja hal ini rawan menimbulkan permusuhan.
Saya terkadang merasa risih saat orang memanggil saya dengan nama yang bukan sebenarnya. Untuk nama panggilan sehari-hari atau dalam pergaulan dengan kawan atau masyarakat, barangkali tak begitu soal karena memang sudah terbiasa dan kita bisa menerimanya. Tapi, ketika orang memanggil saya dengan nama yang bukan sebenarnya karena mereka keliru sebut, ini yang terkadang membuat saya menjadi tidak nyaman. Ya, orang sering menyebut atau memanggil saya dengan Sukardi atau Sukasdi, padahal saya sudah menyebutkan nama saya adalah Sukadi.
Nama saya SUkadi, bukan Sukardi
Entah apa penyebab pastinya, mungkin salah dengar atau memang nama saya kurang populer sehingga orang kesulitan untuk melafalkannya. Tak soal, apapun alasannya tetap saja kurang bisa diterima. Bos saya waktu di Jogja dulu juga memanggil saya dengan panggilan Sukasdi, entah apa penyebabnya, mungkin karena lebih mudah dilafalkan, atau barangkali lebih umum digunakan.

Saya minta maaf, saya tidak mengatakan kalau nama Sukardi atau Sukasdi itu jelek, bukan itu maksud saya, karena setiap nama itu punya kandungan makna yang baik, hanya saja saya merasa kurang nyaman karena Sukardi maupun Sukasdi bukanlah nama saya.

Pernah saya ceritakan disini mengenai guru saya yang bernama Sukadi. Menjadi sebuah keanehan tersendiri ketika mempunyai seorang guru dan juga seorang wali kelas yang mempunyai nama saperti nama saya, sering menjadi bahan candaan teman-teman. Meski awalnya kurang nyaman, tapi akhirnya menjadi terbiasa, toh tak ada yang perlu diperdebatkan, malah saya merasa bangga karena ternyata nama Sukadi bukanlah sesuatu yang langka, ada juga nama orang yang sama dengan nama saya, apalagi ini guru saya.

Pernah saya mendengar cerita ibu-ibu yang baru saja mengurus pembetulan nama di akte lahir anaknya karena nama yang tercantum di akte kelahiran dengan nama diijazah tidak sama, tak prinsip sepertinya, hanya beda huruf saja. Nama Rizki dengan Riski. Ketika hendak mendaftar pekerjaan, barulah terasa kerepotan yang disebabkan perbedaan huruf tersebut.

Ada juga teman saya yang harus bolak-balik ke catatan sipil untuk membenarkan nama yang ada di akte lahir, kasusnya hampir sama dengan cerita diatas, kalau teman saya ini selisih satu huruf saja. Meski hanya satu huruf, tapi tetap saja bikin repot.

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah mengenai pentingnya penulisan dan pelafalan sebuah nama. Selain itu, pemberian nama merupakan sebuah pengharapan atau do'a, bagaimanapun nama dan pelafalannya sangatlah penting, karena beda satu huruf bisa beda pemahamannya. Namun demikian, agar tidak repot dalam urusan administrasi, jangan pernah salah dalam menuliskan ejaan nama, terutama dalam dokumen-dokumen penting seperti ijazah, KTP, SIM, atau dokumen penting yang lainnya, satu huruf keliru bisa fatal dalam urusan administrasi dan tak menutup kemungkinan membuat repot kedepannya. Nama saya Sukadi.
Nama Saya Sukadi, Bukan Sukardi, Apalagi Sukasdi 4.5 5 Sukadi May 30, 2015 Apalah arti sebuah nama ?, demikian kalimat yang sangat terkenal dari penggalan William Shakespeare...


5 comments:

  1. Nama asli saya sih Sriyono, karena tidak punya nama belakang, di facebook nama kerennya Sriyono Suke, tapi di nama di form komentar ini pakai nama Semarang boleh ya mas, namanya juga usaha,
    Suwun, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama saya aslinya Sukadi, sama juga tidak ada nama panjangnya, makanya saya kasih kepanjangan nama belakang Brotoadmojo.. :)

      Suwun

      Delete
  2. nama saya nur aziz , tapi biasa dipanggil pekik , entah mengapa saya juga ndag tahu (-_-)7

    ReplyDelete
  3. walah mas, biasa gitu, haha..
    saya juga sering ngalami.. hehe..

    ReplyDelete
  4. Terima kasih artikel klarifikasinya, Bapak SUKADI.......
    Kemarin saya dipanggil JOKOWI saya tolak. Sombong ?.....
    Oh tidak... wong nama saya WASIUN kok dipanggil JOKOWi ya saya tidak mau.

    ReplyDelete