Apalah Arti Sebuah Nama?. Benarkah?

 On May 13, 2011  

Terkadang sering kita (saya) dengar orang mengutip kata 'apalah arti sebuah nama', sebuah kutipan dalam Romeo dan Juliet karya William Shakespeare. Ya, sudah terlanjur banyak yang asal mengutip, mungkin termasuk saya awalnya. Orang menilai nama itu hanya sebuah tanda, bukan sesuatu yang penting, dan anehnya semua meng-'kambing hitam'-kan William Shakespeare.

Banyak yang menghujat, mencibir, menganggap itu adalah sebuah kesalahan, sebuah omong kosong dari seorang Shakespeare. Dan mungkin saja semua itu berjalan sampai saat ini (bagi sebagian orang yang belum tahu). Padahal, kata-kata itu belum selesai, masih ada lanjutan dari percakaan antara Romeo dan Juliet. Berikut ini adalah percakapan antara Romeo dengan Juliet yang saya kutip dari wikipedia:

What's in a name? that which we call a rose
By any other name would smell as sweet;

Kalau terjemahan saya kurang lebih artinya demikian:

Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar
dengan nama lain, baunya akan tetap harum.

Ungkapan diatas dipakai dalam kisah ini karena Romeo dan Juliet tidak bisa bersatu dikarenakan nama belakang mereka menunjukkan nama dua keluarga yang saling bermusuhan sejak lama. Kiranya ini bisa menjadi 'pelurusan', agar nantinya bisa menjadi koreksi dan jika Anda merasa masih penasaran, Anda bisa mencari referensi yang lain mengenai hal ini di google.

Notes:
Mungkin tulisan mengenai hal ini sudah banyak yang membahasanya. Saya tulis ini dengan harapan bisa memberi sedikit gambaran bagi yang belum mengetahui, minimal buat pengetahuan saya pribadi agar tidak menjadi kesalahan yang berkelanjutan. Kalau ada yang salah dengan pemahaman saya, mohon diluruskan. :)
Apalah Arti Sebuah Nama?. Benarkah? 4.5 5 Sukadi May 13, 2011 Terkadang sering kita (saya) dengar orang mengutip kata 'apalah arti sebuah nama' , sebuah kutipan dalam Romeo dan Juliet karya Will...


16 comments:

  1. betul gan kadang nama tak mengandung arti apa-2 tapi kadang nama mengandung arti

    ReplyDelete
  2. @warsito: hahaha... maksudnya?

    ReplyDelete
  3. Iya sob saya juga gak tau arti nama saya apa haha

    ReplyDelete
  4. @SHUDAI: Tanya saja sama google he.he..

    ReplyDelete
  5. hehehe... kasus ini memang satu contoh, bahwa masih banyak yg doyan ngambil separo-separo, akibatnya ya bisa jadi salah konsepsi.

    ReplyDelete
  6. @MHD Wahyu: Kalau makan diwarung mungkin separo bayar separo, tapi kalau pemenggalan kata/kalimat, ambil separo maka jadilah sebuah kerancuan :)

    ReplyDelete
  7. menurut gw, fungsi nama yang paling utama adalah sebagai ID. Memudahkan orang membedakan diri kita dengan orang lain. Sebagai ID, makin unik sebuah nama, makin baik (* sayangnya nama gw engga unik *).
    Kalo kata ustadz, nama juga bisa berfungsi sebagai doa. Jadi pilihlah nama yang 'mendoakan' kita supaya beruntung, misalnya "subejo" :)

    ReplyDelete
  8. @Subejo Paijo: semoga selalu menjadi orang yang beruntung.. amin :)

    ReplyDelete
  9. Kalau si "Polan" adalah seorang dokter sepertinya jarang dipanggil Pak/Bu "Polan", orang-orang akan panggil dia dengan Pak/Bu "Dokter". Jadi nggak masalah kalau punya nama jelek. Toh dipanggilnya dokter kan? Karena terus dipanggil dokter ya jadi dokter terulah dia.

    Kalau si "Jalotup" adalah seorang perampok sepertinya nggak ada yang panggil dia Pak/Bu "Perampok".
    Makanya kalau jadi penjahat harus punya nama yang baik dan keren. Dengan demikian karena sering dipanggil dengan nama yang baik orang nggak nyangka kalau dia perampok dan mudah-mudahan akhirnya jadi baik sesuai namanya.


    Sekarang tinggal pilih mau jadi jahat atau baik?

    ReplyDelete
  10. Klo di budaya jawa sih nama biasanya singkatan, kya kerikil (keri ing sikil), sepur (asepe metu nduwur ), becak (bempere sing numpak)....

    kyanya sperti itu klo nama jawa, Deprok (Endep tur bakul rokok).

    Saya jga ndak mudeng banget..

    heheheh :D

    ReplyDelete
  11. buat aku... nama itu penting... jangan asal kasih nama karena nama adalah doa....

    ReplyDelete
  12. Nama itu Doa..
    tp kalo dipanggil ganteng, ya pasrah deh..

    ReplyDelete
  13. @Ude Baha: Ya, nama bisa mencerminkan do'a atau harapan dari orang tua kepada anaknya.
    Maka biasanya orang tua selalu memberi nama kepada anaknya dengan nama yang baik.

    @Macam-Macam: Berkaitan dengan profesi mungkin itu dalam konteks yang berbeda, tapi nama yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya semenjak lahir pasti nama yang baik (minimal tidak berarti buruk).
    Menurut saya, masalah mau jadi maling atau tidak, penjahat atau bukan, itu mungkin lebih kepada perilaku/sifat sesorang, bisa juga itu sebuah pilihan.

    ReplyDelete
  14. @Sugito Kronjot: Dulu waktu masih sekolah saya pernah dapat pelajaran seperti itu he.he.. Krikil, Kupluk, Gedang, dsb.

    Kalau orang jawa dulu kadang memberi nama pakai nama hari kelahiran, seperti: Senin, Rebo, Wage, Pon, Kliwon dan semacamnya.

    Tapi sekarang kelihatannya nama semacam itu sudah jarang dipakai, walau mungkin masih ada yang memakainya :)

    ReplyDelete
  15. @Aina: Yup, sepakat.. :)

    @sangterasing: ha.ha.. itu sih maunya :)

    ReplyDelete
  16. @kang ian: haduuh... sekedar meluruskan Kang :D

    ReplyDelete