Pengalaman Periksa dan Mencari Obat di Apotek

 On September 7, 2015  

Pada hari Rabu 19 Agustus kemarin, saya memeriksakan anak saya di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Kebetulan anak saya sedang kurang sehat, kami membawa ke dokter THT. Seperti sudah diketahui, yang namanya rumah sakit (pemerintah) hampir pasti antrinya sangat banyak. Benar. Mulai pendaftaran, antri dokternya sampai nunggu obat di apotek. Kami datang jam 9.00 dan baru pulang jam 14.30. Sangat lama.
Antrian di tempat pendaftaran
Bukan itu yang ingin saya panjang lebarkan, hanya saja saat pulang kami masih dapat "PR", masih dapat resep obat yang harus kami cari sendiri di apotek, karena apotek di rumah sakit tidak tersedia obat tersebut. Kami pulang, barangkali apotek di Bobotsari, dekat rumah kami, ada obat tersebut. Ternyata tidak, dua apotek yang kami tuju tidak menjual obat dari resep itu. Kami pun pulang, kami simpulkan bahwa obat tersebut sulit dijumpai, di apotek rumah sakit saja tidak ada apalagi di kota kecamatan seperti tempat kami.

Hari Kamis 20 Agustus saya bayar pajak motor di Samsat Purbalingga. Tak lama prosesnya, datang jam 09.15 dan pulang pukul 09.40. Dari rumah saya masih membawa resep kemarin, bagaimanapun juga saya butuh obat itu untuk sarana pengobatan anak saya. Untuk mendapatkan obat dalam resep, saya mencoba mendatangi satu persatu apotek di sepanjang jalan pulang dari Purbalingga ke Bobotsari.

Apotek pertama, tidak ada. Apotek kedua, kosong. Apotek ketiga, tidak jual. Apotek keempat di depan RS Goeteng, tidak punya. Tapi dari sinilah saya dapat informasi apotek yang jual obat ini. Pertama, Apotek di depan pasar lama atau depan Taman Usman Janatin. Kedua, Apotek Indri Jaya, depan SMA 1 Purbalingga.

Berbekal informasi ini, saya balik lagi kearah kota. Apotek pertama yang saya tuju adalah Apotek Indri Jaya, depan SMA 1 Purbalingga, di apotek ini menjual obat dalam resep itu, tapi kebetulan lagi habis dan baru datang sore hari. Karena lokasi dari rumah lumayan jauh, saya putuskan mencoba mencari obat di tempat lain. Dekat apotek tersebut kebetulan juga ada apotek, coba-coba saya bertanya siapa tahu ada, ternyata, disitu juga tidak jual.

Harapan satu-satunya adalah apotek didepan pasar lama Purbalingga, kalau di apotek ini tidak ada, saya sudah berniat untuk pulang. Alhamdulillah. Saya bisa mendapatkan obat di apotek ini. Setelah berputar-putar kesana kemari, sesudah mencari di tujuh apotek Purbalingga, saya bisa mendapatkan obat yang saya cari. Sulitnya cari obat barangkali tak "sebanding" dengan harga obat tersebut, karena saya "hanya" harus membayar 30.000 rupiah.

Bukan masalah, memang butuh perjuangan, butuh kesabaran, dan rasa lelah tersebut terbalaskan dengan kesehatan anak kami. Alhamdulillah.

Memang segala sesuatu terkadang tak semudah yang dibayangkan, karena terkadang butuh perjuangan ekstra, perlu kesabaran lebih untuk mendapatkan apa yang kita cari. Sama halnya dengan hidup, butuh perjuangan untuk meraih yang kita cita-citakan. #eh.

Catatan: Untuk nama apotek yang saya datangi, saya tidak hafal namanya satu persatu, jadi tidak lengkap dalam penyebutannya.
Pengalaman Periksa dan Mencari Obat di Apotek 4.5 5 Sukadi September 7, 2015 Pada hari Rabu 19 Agustus kemarin, saya memeriksakan anak saya di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrat...


3 comments:

  1. Wah saya pernah pengalaman yang serupa mas. Dulu mencarikan obat buat darah tinggi bapak, saya sampai berkelana ke banyak apotik dan nggak ketemu. Hingga akhirnya diganti dengan obat dengan kandungan yang sama... dan syukurnya dokter nggak komplain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal yang sulit ketika obat tak tersedia dibanyak apotek. Sebenarnya bisa diganti dengan obat lain dengan kandungan manfaat yang sama, tapi tetap saja masih mantap kalau dapat obat sesuai dengan yang direkomendasikan. :)

      Delete
    2. Ya itulah, saya pernah berdiskusi dengan seorang farmasis. Menurutnya kalau kandungannya sama sebenarnya tidak masalah, karena biasanya perbedaan cuma pada merek. Tapi untuk obat paten tertentu biasanya memang masih dimonopoli oleh satu merek. Tapi intinya sih kembali ke dokternya lagi, selama nggak protes berarti ya nggak masalah.

      Delete