Kang Gendon, BLSM, dan Ramadhan

Lama tak terdengar kabarnya, rupanya Kang Gendon sedang sibuk dengan urusan pribadinya. Mulai dari panen jagung, sampai dengan yang terbaru mengurusi protes dari tetangga kiri kanan mengenai Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang kurang tepat sasaran. Bukan, Kang Gendon bukan berlaku sebagai aparat pemerintah, bukan RT, RW, apalagi Kades, namun Kang Gendon hanyalah tempat menumpahkan uneg-uneg dari tetangga-tetangganya.
BLSM - google.co.id
Bukan menjadi sebuah rahasia lagi kalau BLSM merupakan kompensasi dari pemerintah atas kenaikan harga BBM, peruntukkannya pun jelas, khusus untuk warga miskin. Namun kenyataannya, masih sering ditemukan adanya sasaran yang kurang tepat, tak jauh berbeda dengan yang ada di desanya Kang Gendon. Banyak warga miskin yang tak dapat BLSM, namun warga yang lebih mampu malah dapat, seperti kenyataan yang biasa muncul di pemberitaan media massa.

Kang Gendon tak mempermasalahkan dirinya yang tak mendapatkan BLSM, baginya BLSM hanyalah penghibur, karena tetap saja harga-harga kebutuhan pokok tak terkejar oleh rakyat kecil. Namun protes atau keluhan dari tetangga kiri kanan kepada dirinya membuat dia menjadi kecewa, lantaran dia tahu bahwa uang yang sedikit itu malah kian membuat repot. Namun apa boleh buat, Kang Gendon hanya bisa diam, dia tak bisa berbuat apa, kecuali "mengancam" pada Pemilu 2014 nanti.

Kang Gendon tak bisa menahan kecewa lantaran banyak hal yang mebuat dia jadi menggumam sendiri, mulanya hanya korupsi, lalu ditambah dengan kenaikan harga BBM yang diikuti dengan BLSM. Memang tak ada sangkut pautnya langsung dengan dirinya, tapi dia merupakan bagian dari rakyat yang merasakan imbas dari hal-hal tersebut.

Kegalauan Kang Gendon pun menjadi, tak hanya soal BLSM saja, sejak sore dia menanti kabar kapan 1 Ramadhan di tetapkan, wajar saja, Kang Gendon merupakan orang yang semenjak dahulu berusaha manut dengan pemerintah. Awalnya dia merasa yakin kalau awal puasa akan jatuh pada hari Selasa, namun karena dia tak punya dasar yang kuat, makanya dia tetap menanti keputusan pemerintah. Sebagai orang yang merasa masih awam dan dangkal soal ilmu agama, nurut yang lebih mengerti dirasa lebih bak ketimbang pura-pura tahu.

Tak soal, Kang Gendon tak ingin memperdebatkan kapan awal Ramadhan, soal tanggal 9 Juli atau 10 Juli, itu soal keyakinan masing-masing, karena tetap saja yang menilai itu Gusti Allah. Kang Gendon menganggap tak ada yang keliru, karena benar salah itu bukan hak dan kewenangan Kang Gendon untuk menilai. Kang Gendon sadar, betapa beragam negeri ini, kalau misalnya perihal BLSM, Kang Gendon masih berani berdebat soal baik-buruk atau salah-benar, tapi kalau soal penetapan awal puasa?, bagi Kang Gendon itu bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan.

*****
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H.

6 comments for "Kang Gendon, BLSM, dan Ramadhan"

Comment Author Avatar
Ya saling menghormati saja deh mas.
Semoga ibadah puasa diberikan berkahNya.Amienn
Comment Author Avatar
Ya, setuju, yang penting saling menghormati.
Amin
Comment Author Avatar
Marhaban ya Ramadhan, Semoga ibadah puasa dan i`tikaf kita diterima oleh Allah SWT.
Comment Author Avatar
Amin..
Terimakasih :)
Comment Author Avatar
Perbedaan itu indah, yang penting saling menghormati dan toleransi.
Selamat menjalankan ibadah puasa. :)
Comment Author Avatar
BLSM lagi ngetern, jadi bahan pembicaraan dimana-mana he.he..

Kapan pasanya yang penting niatnya baik :)
Selamat berpuasa