3 Langkah Kritis Menghadapi Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Semua orang tentu saja mengalami yang namanya tanggal tua, tanggal yang berada di penghujung bulan, dimana pada tanggal ini sebagian orang mengalami masa transisi, dari ada ke tiada, dalam hal keuangan. Ya, maklum saja, bagi kebanyakan karyawan yang gajiannya sebulan sekali pada setiap tanggal muda, tanggal tua adalah masa paceklik keuangan, terutama karyawan yang gajinya pas-pasan.

Bukannya tidak bersyukur, tak ada maksud untuk mengeluh, hanya saja saya adalah salah satu karyawan yang setiap tanggal tua hampir selalu mengalami tanggal tua, karena fokus saya pada satu pekerjaan dan tidak punya usaha sampingan yang menghasilkan secara konsisten. Belum lagi kalau gaji bulanan sampai telat, lengkap sudah penderitaan.

Nah, bicara soal tanggal tua, saya pun mengalami yang namanya saat kritis di akhir bulan. Butuh siasat untuk menangani permasalahan penantin tanggal muda, menunggu gaji adalah saat-saat yang mendebarkan sekaligus penuh perjuangan. Bagaimana tidak? Saat keuangan sudah menipis, dituntut untuk tetap semangat dan bekerja seperti biasa.


Tapi sampai sekarang saya masih bisa bertahan, karena memang beginilah hidup, hanya butuh memutar otak saja. Dalam video diatas ada kisah susah Budi di tanggal tua, ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Budi untuk mensiasati tanggal tua hingga akhirnya dia menemukan jalan keluar, saya pun juga punya cara tersendiri, berbeda dengan Budi tentunya. Ada tiga langkah kritis yang saya lakukan untuk menghadapi tanggal tua, yaitu:

1. Buka simpanan uang receh


Biasanya setiap belanja ada kembalian uang recehan, meski tidak selalu. Uang pecahan seperti ini terkadang dalam jumlah yang banyak, selain untuk keperluan bayar parkir, biasanya bingung mau buat apa, karena dibelikan pun juga tak dapat apa-apa. Nah, uang seperti inilah yang biasanya disisihkan dan disimpan, berapapun nialainya, akan sangat membantu saat menghadapi tanggal tua.
Simpanan uang receh
Sedikit nilainya tak masalah, toh akan sangat berguna dikala tanggal tua. Tanggalkan rasa malu, beli di warung dengan recehan kan tak masalah? Masih laku kok. Simpanan uang receh akan sangat bermanfaat kala sedang membutuhkan, saat akhir bulan misalnya.

2. Menekan pengeluaran


Berhemat adalah hal yang umum dilakukan orang untuk menekan pengeluaran. Ada banyak cara berhemat, salah satunya adalah dengan menghemat biaya untuk makan, selain menekan pengeluaran biaya lainnya.

Makan mie instan merupakan alternatif paling utama, meski katanya tidak baik terlalu banyak makan mie instan, tapi anjuran itu tak menyurutkan niat untuk berhemat. Inginnya menghindari makanan semacam ini, tapi apa mau dikata karena memang dengan mengkonsumsi mie bisa menghemat pengeluaran. Tak perlu pakai telur, cukup mie instan diseduh menggunakan air panas dari dispenser. 
Mie Instan
Biasanya persediaan mie instan lumayan banyak, cukup untuk beberapa hari, kalau lapar tinggal menyeduh dengan air panas, beres. Lumayan menekan pengeluaran.

Makan sehari dua kali adalah alternatif lain, biasanya sarapan dibarengkan dengan makan siang, terus makan malamnya nanti jam 8-an. Bisa juga dengan kombinasi keduanya, makan dua kali, mie instan dan nasi.
Makan dengan lauk seadanya
Lauk seadanya juga jadi pilihan lainnya dalam rangka menekan pengeluaran, tak perlu bergizi yang penting perut terisi. Jangan ditiru, karena sejatinya saya pun tak ingin mengkonsumsi makanan yang kurang gizi, tak baik buat kesehatan.

3. Cari pinjaman dana talangan


Mau tidak mau, suka tidak suka, kalau sudah kepepet dengan kebutuhan yang tidak bisa diundur, jurus paling ampuh adalah berhutang, pinjam sana-sini, gali lubang tutup lubang. Mau bagaimana lagi? Daripada berbuat kejahatan lebih baik mempertaruhkan rasa malu untuk pinjam uang demi menyambung siklus kehidupan.

Kadang iklan yang muncul di televisi mapun internet kurang menyenangkan, diskon belanja, potongan harga, jual barang murah meriah, dan apapun isi iklannya, jatuhnya membikin kepingin saja. Toh tak bisa belanja juga pada akhirnya. Jangankan untuk belanja, kebutuhan sehari-hari saja kadang terabaikan, misalnya ada promo diskon besar-besaran seperti yang sering ada di toko online, bisa dipastikan hanya akan kepingin saja. Tapi tidak masalah, momen semacam ini tidak selalu datang setiap bulan, karena terkadang ada rejeki tak terduga, misalnya saja saat dapat kerjaan sampingan.

Apa yang saya ceritakan diatas hanya sebagian, poin-poin utama yang saya harapkan bisa merangkum pengalaman saat harus berhadapan dengan tanggal tua. Masih banyak kalau mau dijabarkan disini, tapi tidak etis kalau saya terlalu terbuka, dikiranya saya mengiba. Cukup segitu dulu, bersyukurlah yang tanggal tua dan tanggal muda sama bahagianya. 

Meski tak selalu mengenakkan, tapi patut disyukuri, tanggal tua tak selalu sekejam itu. Tanggal tua memang banyak cerita, sesedih apapun, jangan lupa untuk bahagia. Ini ceritaku, mana ceritamu?.

12 comments for "3 Langkah Kritis Menghadapi Tanggal Tua"

Comment Author Avatar
Aku klo liat Mie instant sama telor asin ki bawaane kok pengen komen ae kang hahaha...

Tanggal tua ya kang, kalo aku sih yo nggak pasti kang tanggal tuanya, maklum lagi gak berstatus karyawan kantor hehe... lagi menikmati jd pekerja bebas.. makanku yo mau tanggal tua mau muda podo ae sih, asal perut laper ya dah enak aja rasanya hahaha

Untuk Mie Instant dulu aku hobby banget tuh, hampir tiap hari malahan makan Mie, ya biarpun udahane ngerasakse sakite dewe sih, tp namanya enak. Telor asin iki sing lucu, aku lagi kpn itu makan telor asin sampe seminggu berturut2 makan telor asin, dah lama gak makan kayae jd kok enak aja. Nah pasti minggu depannya tau2 kuping mbengung seharian gak ilang2 akhire kesiksa ke dokter deket rumah, jebul ki keakehan garem dr telor asin jare dokter #GUBRAK

Wes iki ceritaku kang hahahhaa
Comment Author Avatar
Hahahaha... itulah kenapa makanan yang tidak direkomendasikan itu mengundang selera, Kang..

Tanggal tua itu beda-beda Kang, bagi yang gajiannya diakhir bulan tentu tanggal tuanya tidak diakhir bulan..dst.

Makanan apapun kalau terlalu banyak jadinya tidak baik, makanya tidak boleh berlebihan... apapun ceritanya, yang terpenting jangan lupa untuk bahagia, Kang.. hahaha
Comment Author Avatar
Wah, ide, saran dan gagasan yang menarik:)
Comment Author Avatar
Ssstt... itu ide saat kepept, Mbak. Tidak direkomendasikan buat yang tidak kepepet heheh
Comment Author Avatar
Atas saya apaan ya?! Iklan kah? Tak tau pun. Saran nomor 3 saya banget, hahahahahahahahaahaha... Judulnya the power of kepepet. Salam kenal ya. Saya juga ikutan lombanya nih. Semoga sukses untuk kita... Aaamiiin
Comment Author Avatar
Seperti apapun kondisi tanggal tua, yang penting jangan lupa untuk bahagia hehe
Salam kenal, semoga sukses :)
Comment Author Avatar
itu ngeliat telur tempe sama nasi putih kebayang rasa hambarnya wkwkw
Comment Author Avatar
telurnya enak loh, asin, jadi serasa makan nasi pakai garam campur telor hahaha
Comment Author Avatar
nah,, ini masing mendingan,, dari pada aku makan nasi pake telor dadar yg dibagi 3 potong plus kecap,,hahahaha
Tetap semangat di tanggal tua,, semoga menang ;)
Comment Author Avatar
di syukuri saja, mbak.. kalau sudah lapar lauk apa saja enak kok hehehe

semangat dan semoga menang :)
Comment Author Avatar
Tanggal tua itu bisa di kalahkan dengan diskon hingga 80% di mataharimall.com, bener ga ?
Comment Author Avatar
hahaha.. kalau itu bergantung, kalau ada uang yang mencukupi kenapa tidak? :D