Waspadai Jenis-jenis Keputihan Seperti Ini!

 On April 8, 2020  

Keputihan merupakan kondisi yang pernah dialami oleh setiap wanita. Keputihan adalah kondisi alami yang berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina agar tetap sehat dan bersih. 

Ketika seorang wanita mengalami keputihan, ia akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi oleh leher rahim atau serviks dan kelenjar dalam vagina akan keluar dengan membawa bakteri serta sel-sel mati.
Sumber: HelloSehat
Jumlah, warna, dan kekentalan lendir akibat keputihan bervariasi setiap orang dan bergantung pada siklus menstruasi yang dialami.

Keputihan yang normal biasanya berwarna bening hingga keputih-putihan, tidak berbau, dan tidak disertai rasa perih atau gatal-gatal pada area vagina.

Apabila mengalami keputihan dengan gejala yang berbeda, maka perlu diwaspadai. Lalu, seperti apa keputihan yang harus wanita waspadai? 

1. Keputihan dengan lendir berwarna coklat

Jika keputihan yang Anda alami memiliki warna kecoklatan atau bahkan terdapat bercak darah, maka harus diwaspadai. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Selain itu, walapun jarang, bisa menjadi indikasi dari kanker rahim atau seviks.

2. Keputihan disertai rasa nyeri

Terasa nyeri di area panggul, nyeri pada saat buang air kecil, pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks, dan disertai keputihan bisa menjadi indikasi klamida atau gonore. Jika Anda mengalami kondisi ini, maka segera periksakan ke dokter. Apabila dibiarkan, penyakit klamida dan gonore ini  bisa memicu infeksi serius lainnya pada organ refroduksi wanita. 

3. Keputihan yang berwarna hijau, kuning, atau berbuih

Jenis keputihan yang memiliki warna seperti ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis. Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasite. Keputihan karena infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau tidak sedap, dan terasa perih saat buang air kecil. Selain itu, penderita trikomoniasis juga mengalami pembekakan dan gatal-gatal di sekitar vagina.

4. Keputihan dengan jumlah yang banyak

Jika lendir keputihan yang keluar dalam jumlah banyak disertai vagina yang membengkak, terasa nyeri di sekitar vulva, dan gatal-gatal, kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur di vagina.

5. Keputihan disertai luka melepuh 

Luka melepuh yang terjadi biasanya di sekitar genital. Penyebab dari kondisi ini biasanya adalah herpes genital. Kelainan ini akan menyebabkan munculnya luka atau lepuhan seperti sariawan yang terasa sakit di sekitar organ intim.

6. Keputihan berwarna abu-abu

Selain karena trikomoniasis, keputihan yang memiliki warna tidak biasanya memiliki penyebab lain. Keputihan dengan warna abu-abu atau kuning yang memiliki bau amis atau asam bisa disebabkan oleh bacterial vaginosis. Infeksi vaginosis bakteri terjadi akibat perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal dalam vagina. Kondisi ini juga terkadang disertai rasa gatal dan merah di daerah vagina. Infeksi ini termasuk umum terjadi dan tidak menular melalu hubungan seks. Infeksi ini bisa diobati dengan antibiotic.

7. Keputihan berwarna merah muda

Keputihan dengan lendir yang berwarna merah muda disebabkan oleh proses peluruhan dinding rahim setelah proses melahirkan.

Selain alasan medis, keputihan yang tidak normal dan rasa perih di area vagina bisa diakibatkan dari penggunaan sabun beraroma tajam yang berlebihan. Oleh karena itu, ketika membersihkan area vagina disarankan untuk menggunakan air hangat dan sabun bahan kimia yang keras. Selain itu, lebih memperhatikan kebersihan celana dalam yang akan dipakai serta tidak membiarkan area vagina terasa lembab dengan jangka waktu yang lama. 
Waspadai Jenis-jenis Keputihan Seperti Ini! 4.5 5 Sukadi April 8, 2020 Keputihan merupakan kondisi yang pernah dialami oleh setiap wanita. Keputihan adalah kondisi alami yang berfungsi untuk membersihkan dan m...


No comments:

Post a Comment