Artikel Seputar Penyakit ‘Ain

Apa itu penyakit ‘ain?

Penyakit 'ain merupakan salah satu gangguan yang diyakini dalam Islam. Penyakit non medis yang satu ini bisa dialami siapa saja, anak-anak, orangtua, laki-laki, maupun perempuan. 

Ilustrasi. Gambar oleh fernando zhiminaicela dari Pixabay.com

Penyakit ini sudah ada sejak zaman Nabi, dimana penyakit ain ini dapat mengganggu kehidupan manusia baik secara fisik maupun psikologis. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan sifat iri dan dengki. Orang yang terkena gangguan ‘ain ini bisa mengalami sakit atau bahkan kematian. 

Dalil Tentang Adanya ‘Ain

Di dalam hati mungkin anda bertanya-tanya, apakah mungkin seseorang bisa sakit atau meninggal hanya karena pandangan dari orang lain? Atau mungkin anda tidak meyakini adanya penyakit ‘ain ini yang dianggap tidak masuk akal. 

Ada beberapa keterangan dari hadits yang menjelaskan tentang penyakit ‘ain ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabada :

“ ’Ain itu benar benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188). 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata :

“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain.” (HR. Muslim no. 2195). 

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ‘ain.” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/404], dihasankan oleh Al Albani dlam Shahih Al Jami’ no. 1206). 

Dengan adanya dalil-dalil di atas, semestinya kita sebagai orang Islam wajib mengimaninya, bahwa ‘ain itu benar-benar ada yang pernah terjadi. Faktanya penyakit ‘ain ini bisa disaksikan oleh kita semua hari ini, dimana didapati adanya orang-orang yang jatuh sakit secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. 

Penyebab Terjadinya Penyakit ‘Ain

Lantas apa penyebab terjadinya ‘ain? Seperi yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa ‘ain dapat terjadi karena adanya hasad (iri dan dengki) terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Jadi, orang yang memiiki hasad terhadap orang lain, kemudian memandang orang tersebut dengan pandangan penuh iri dan dengki, maka hal ini bisa menyebabkan penyakit ‘ain pada orang yang dipandang tersebut. 

“Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam untuk meminta perlindungan dari orang yang hasad. Dalam Al Quran :”...dan dari keburukan orang hasad” (QS. Al Falaq :5). Maka setiap orang yang menyebabkan ‘ain mereka adalah orang yang hasad, namun tidak semua orang hasad itu menimbulkan ‘ain (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271). 

Cara Mencegah agar Pandangan Kita Tidak Menimbulkan Penyakit ‘Ain

Cara yang paling penting dan utama supaya tidak menimbulkan penyakit ‘ain pada diri orang lain adalah menghilangkan rasa hasad kepada orang lain. Karena hasad ini merupakan perbuatan yang sangat tercela.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

“Janganlah kalian saling membenci, saling memutus hubungan, saling menjauh, saling hasad. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari no. 6076, Muslim No. 2559). 

Timbulnya hasad di dalam hati terhadap nikmat yang diraih orang lain, itu artinya ia tidak ridho kepada keputusan Allah dan pembagian rezeki oleh Allah. 

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nisa’ : 32). 

Post a Comment for "Artikel Seputar Penyakit ‘Ain "