Sampah, Waktu dan Faktor Cepat Tua

Sore ini saya pergi ke tukang potong rambut, jelaslah tujuannya, ingin meringankan beban dengan mencukur rambut yang nampak sudah banyak mengurangi rasa percaya diri saya. Sebenarnya sudah ingin sejak kemarin-kemarin, tapi ada hal-hal yang akhirnya memungkinkan saya untuk potong rambut sore ini. Kebetulan cuaca mendukung, maklum sering hujan.

Tak penting, bukan soal potong rambut yang ingin saya tekankan, tapi soal obrolan saya dan tukang cukur selama proses penukaran. Apakah begitu penting? Tidak juga. Tapi tidak ada salahnya kalau saya tulis disini, sukur ada yang baca. :-D

Ilustrasi. Sumber: jackmac34/pixabay.com

Berawal dari obrolan tidak penting soal cuaca, dimana dari pagi hujan, siang hujan dan sore mau hujan lagi. BMKG mungkin juga bingung mau memperkirakan cuaca kalau modelnya seperti ini, makanya kadang perkiraan cuaca tidak tepat, maklumi saja. 

Perputaran waktu yang terasa begitu cepat sedikit kami singgung, iya saja, rasanya baru kemarin lebaran, sebentar lagi mau lebaran lagi. Diluar apa yang kami bicarakan, saya sendiri sebenarnya juga sudah lama merasakan betapa waktu begitu cepat berputar. Ada banyak hal yang sering saya tunda-tunda, akhirnya semakin jauh tertinggal, selalu ada hal baru yang harus dilakukan hingga semakin waktu sekedar jadi teman. Semoga Anda tidak demikian.

Hal menarik yang disampaikan tukang cukur dan sebelumnya kurang saya sadari adalah alih kebiasaan manusia jaman sekarang yang mengakibatkan masalah semakin besar. Sampah. Ya, peralihan bahan bakar dari kayu menjadi gas ternyata menjadi salah satu faktor pemicu masalah sampah sekarang ini. Benar saja. Dulu, saat orang memasak menggunakan kayu bakar, sampah yang dihasilkan dari proses memasak langsung dibakar dalam tungku. Plastik, daun bungkus tempe, dan sampah lain langsung dibakar. Sekarang? Semua jadi sampah, yang larinya kadang ke saluran, sungai atau pekarangan.

Kebiasaan lain orang sekarang yang menjadi pemicu atau faktor orang cepat tua adalah memikirkan atau mencemaskan hal-hal kecil. Demikian yang saya simpulkan dari omongan tukang cukur tadi. Hal sederhana dan itu benar menurut saya, contohnya : WA tidak dibalas, dipikir, pegang HP tidak ada sinyal, dipikir, main game sinyal tidak bagus, marah-marah, tetangga beli sesuatu, iri, dan banyak sebagainya.

Hal-hal yang sederhana tapi menjadi hasil analisa cerdas dari tukang cukur langganan saya. Mungkin bagi Anda ini hal biasa, tapi bagi saya ada hal-hal yang bisa

Banyak yang bisa saya petik selain buah, ada yang bisa saya ambil selain barang, dari obrolan singkat yang awalnya terkesan basa-basi ternyata ada hal positif yang bisa saya rangkum. Terkadang kita beranggapan bahwa butuh media untuk mencari informasi, baik tv, portal berita atau forum-forum resmi. Padahal, selama proses cukur saja saya bisa mengambil beberapa poin penting, artinya, misal saya mengambil poin demi poin dari apa yang saya lewati dalam satu hari, harusnya saya bisa dapat banyak poin. Ya, poin yang tidak bisa ditukar dengan hadiah mesin cuci.

Jadi, apa yang sudah Anda ambil dari perjalanan waktu hari ini?.  ;-)

Post a Comment for "Sampah, Waktu dan Faktor Cepat Tua"