Musik Keroncong Itu Asik

 On May 4, 2011  

Bagi Anda, atau mungkin generasi masa kini, mendengar musik keroncong mungkin adalah sesuatu yang aneh. Bagaimana tidak, musik jaman sekarang sudah mengalami banyak perkembangan, begitu juga jenis/aliran musik. Orang lebih suka mendengar musik pop, rock, R&B, jazz, dangdut, dan musik jenis yang lain, tapi (mungkin) tidak untuk keroncong.

Asal-usul keroncong menurut wikipedia:
Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Meski sudah ditinggal sang maestro (Alm. Gesang), namun masih ada penyanyi (meski tidak banyak) yang sampai sekarang masih setia menekuni jalur musik keroncong, sebut saja Sundari Sukoco dan sekarang bakatnya menurun pada putrinya yang juga menekuni jalur musik keroncong. Dari generasi millenium muncul nama Bondan Prakoso, yang memunculkan lagu Keroncong Prothol bersama Fade 2 Black, namun sayang sepertinya tidak muncul lagi lagu keroncong 'millenium' berikutnya. Meski dalam perkembangannya musik keroncong mengalami pergeseran-pergeseran, namun semua tidak merubah 'rasa' dan sentuhan nada khas dari jenis musik ini.

Pada dasarnya saya suka semua jenis/aliran musik, saya punya arsip lagu mulai dari pop, rock, ska, dangdut, langgam, keroncong dan beberapa jenis musik yang saya sendiri bingung deskripsi/kategori aliran musik tersebut. Bagi saya, menikmati musik segala jenis/aliran itu asik, tergantung dari suasana hati dan juga kondisi. Tapi, mendengar musik keroncong mempunyai keasikan tersendiri, dan dari sekian arsip musik keroncong yang saya punya, yang sering saya dengar adalah alunan suara dari Hettty Koesendang. Anda penasaran?, berikut ini salah satu lagu keroncong Aku Jatuh Cinta dari Hetty Koesendang:



*Mungkin pendapat saya tidak sepenuhnya benar, mohon koreksi apa bila saya salah. Untuk yang ingin tahu lebih jauh tentang musik keroncong bisa mengunjungi wikipedia. Terimakasih
Musik Keroncong Itu Asik 4.5 5 Sukadi May 4, 2011 Bagi Anda, atau mungkin generasi masa kini, mendengar musik keroncong mungkin adalah sesuatu yang a...


41 comments:

  1. hmmm jangan salah loch bro.. orang bule pun sangat suka musik kroncong .. bahkan mereka mempelajarinya.. fakta itu sich aku dapat saat blogwalking.. hmmm mantapppp"

    ReplyDelete
  2. @kamal: ya, bule memang banyak yang suka dan mempelajarinya, tapi (mungkin) tidak buat 'orang lokal' :D
    terimakasih :)

    ReplyDelete
  3. wuiih... Beginilah kenikmatan di dunia blog. Saling berbagi pengetahuan. Makasih ya pak. Jadi nambah pengetahuan tentang dunia permusikan neh.

    ReplyDelete
  4. saya juga seneng dengan musik keroncong mas :) enak dan nyaman di telinga.. kayaknya asyik kalo keroncong dicampur jaipongan untuk goyang :D

    ReplyDelete
  5. assalamu'alaikum Kang,
    kebetulan saya adalah salah satu penikmat musik keroncong. kebiasaan ini ketika dulu sering lembur ngerjaan tugas malem hari.
    rasanya menyentuh relung semangat bikin ati ayemmm

    ReplyDelete
  6. Saya menyukai hampir semua jenis musik.
    Tapi keroncong termasuk salah satu idola.
    Selain enak, mungkin karena pengaruh generasi...
    Generasi dibawah saya kayaknya kecintaannya pada keroncong sudah kurang.
    Salam!

    ReplyDelete
  7. @Taman Sambas: Kalau yang saya baca dari wikipedia, begitulah asal-usulnya.

    Yang di OVJ itu mungkin salah satu bagiannya, berhubung saya hanya penikmat dan bukan pengamat, saya anggap itu juga musik keroncong, karena saya juga menikmatinya he.he..

    @Ardian Bumi: sama-sama mas, hanya sekedarnya saja kok :)

    @Goyang Karawang: akur... :)
    boleh juga, semoga saja ada yang berinovasi mengkombinasikan antara keroncong dengan jaipong :)

    ReplyDelete
  8. @Djangan Pakies: Walaikumsalam Kang,
    Keroncong memang asik Kang, mulanya saya suka musik keroncong pada waktu dengar lagu-lagu Koes Plus, dan setelah dinikmati ternyata enak di telinga, dan akhirnya berlanjut, apalagi kalau dengar lagu pop keroncongnya Hetty Koesendang he.he..

    @eko susilo: pada dasarnya saya suka semua jenis musik mas, slow rock juga enak didengar, apalagi kalau pas malam sepi he.he..

    @marsudiyanto: sama Pak, pada dasarnya saya juga suka semua jenis musik, mungkin saya sedikit dari generasai (jauh) dibawah jenengan yang suka dengan musik keroncong he.he..
    Salam

    ReplyDelete
  9. sampai detik ini saya suka dengan keroncong mas

    rasanya suara musiknya itu syahdu bener loh

    ReplyDelete
  10. musik keroncong itu asyik...emg bener mas, walaupun saya tidak tahu banyak tentang musik tetapi saya suka juga dengar alunan musik yang satu ini...tapi kok tidak ada lagi "keroncong prothol" yang lain ya...

    ReplyDelete
  11. @jumialely: sama mbak, enak di telinga, pas dihati :D

    @wien: mungkin karena musik keroncong kurang laku dipasaran makanya sedikit yang berani mengambil resiko mengeluarkan lagu semacam keroncong prothol, karena secara perhitungan pasti kurang menguntungkan he.he..

    ReplyDelete
  12. Keroncong: Jazz van Java

    ReplyDelete
  13. Betul bapak, saya juga seneng kok lagu kroncong apalagi didengerin disore hari. heheh sambil ngopi pak :D

    ReplyDelete
  14. Saya juga suka kang, apalagi kalau siang-siang gini..... selain itu saya juga suka musik campur sari kang....:)

    ReplyDelete
  15. @Pakeko: Langgam van London :)

    @Jidat: sukurlah kalau masih banyak yang suka :D

    @Mercedes: keroncongan sambil denger keroncong malah tambah asik lho :D

    @Meriahkan: sama2, semoga tetap eksis :)

    @Arief Bayoe: pokoke asik kang, campur sari itu juga termasuk keroncong tapi sudah mengalami "evolusi" :D

    ReplyDelete
  16. Saya juga suka tuh berkroncong ria tapi lagu2 lawas sob.. hehe

    ReplyDelete
  17. @Saung Web: saya suka lagu yang lawas, tapi yang baru juga suka.. :)

    ReplyDelete
  18. tapi bagus Juga Kalo DI OVJ..ini mengenai Musik nya ya..karna itu merupakan salah satu Pelestarian Budaya...Jangan Pikir ane suka Nonton OVJ..itu jauuuuuuuh sma sekali....hohohooohoohhoh

    ReplyDelete
  19. Sya suka kroncong protolny Bondan Prakoso, biarpun kroncong tpi kan di mix ssuai slra anak muda.

    Yah, walaupun udah bukan Kroncong asli, tapi masih terasa kog sense keroncongnya.

    ReplyDelete
  20. Saya masih ingat, jaya-jayanya musik keroncong di masa saya bersekolah SD. Waktu itu pun, statiun TV yang bisa ditangkap hanya TVRI. Dengan program lagu-lagu keroncong setiap petang dengan durasi satu jam. Mungkin, kalau tidak di masa-masa itu, saya tidak tahu dengan musik keroncong :)

    ReplyDelete
  21. @Eel: Bagaimana Anda tahu musik di OVJ kalau tidak nonton acaranya? he.he..
    Sesekali saya nonton OVJ, sayangnya musik yang di OVJ hanya sekilas, sebelum dan sesudah iklan..

    @Sugito: Saya juga suka, tapi sayangnya nggak ada lanjutannya lagi he.he..

    @SQ: Sekarang pun di TVRI sepertinya masih ada acara keroncong, walau jarang nonton TV tapi pernah sepintas saya melihatnya :)

    ReplyDelete
  22. nice..
    sempatkan juga mengunjungi website kami http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!

    ReplyDelete
  23. sebenarnya musik kroncong itu asyik tp.....
    kebanyakan anak muda itu terpengaruh oleh musik barat......

    ReplyDelete
  24. tukaran link yuk......

    ReplyDelete
  25. keroncong itu enak loh Kang.. apalagi kalu dengerinnya pagi-pagi ditemani minum kopi, sedul-sedul rokok dan ngeliatin perkutut..

    ReplyDelete
  26. keroncong harus tetap dilestarikan :)
    malah ibu saya punya grup cong-rock alias keroncong rock hehe, tapi ga cuman itu aja, mulai dari keroncong murni sampai dipadu dgn jazz atau dangdut juga bisa dibawakan :)

    oh iya om saya yg di semarang juga punya grup keroncong, bahkan pernah dipanggil ke istana negara :)

    salam kenal mas :)

    ReplyDelete
  27. Pelestarian musik keroncong yang patut kita apresiasi sering saya jumpai di titik nol kilometer, dekat tugu monumen serangan umum sebelas maret Jogjakarta.Yang unik penampilan para musisi keroncong itu ternyata didukung disupport sepenuhnya oleh pemerindah daerah kota Jogja.

    para seniman jadi tampil lepas dan tetap terlihat elegan (tak mirip pengamen).

    ReplyDelete
  28. Saleum,
    Dulunya saya emang gak suka dengar kroncong bang, namun setelah merid, terkadang saya dengan istri sering nonton acara kroncong di tvri,...
    saleum

    ReplyDelete
  29. iya sob musik keroncong emang mantep, bisa bikin goyang B)

    ReplyDelete
  30. Saya juga suka keroncong, apalagi Pas kalo siang, wuih bikin kayak di surga... hehehe

    ReplyDelete
  31. @hajar abis: terimakasih kunjungannya

    @Mas Kholiq: bisa juga demikian, atau, musik keroncong dianggap kurang komersiil sehingga kurang perhatian :D
    yuukk...

    @Lozz Akbar: pokoknya enak dalam segala suasana :D

    @Yulis Samoa: banyak orang yang kurang pas kalau dengar lagu keroncong, semua tak lepas dari kurangnya publikasi dan minimnya orang/kelompok yang mengembangkan jenis musik ini.
    Selebihnya, hanya bicara tentang hati :)

    @technoboy: keroncong itu sebenarnya fleksibel, nggak jauh beda dengan jenis musik yang lain, mungkin karena tingkat kesulitan yang lebih tinggi dalam suara maupun alat musik, maka semua terkesan 'berat' :)
    Sukurlah kalau masih ada grup musik keroncong yang masih eksis sampai sekarang, semoga sukses :)

    ReplyDelete
  32. @Pantai Matras: sebenarnya masih ada beberapa penggiat jenis musik keroncong, hanya saja secara umum kurang begitu dinikmati. Solo, Jogja dan daerah lain saya pikir masih ada, terutama (maaf) seniman yang pinggiran.

    @obat asam urat: tos dulu.. :D

    @dmilano: TVRI masih ada acara keroncong, tapi penikmat TVRI paling cuma "beberapa" tak sehoboh acara sinetron yang ceritanya muter2 itu :D

    @SHUDAI: siip.. :)

    @Cerita Dewasa: hmm... bikin penasaran rasanya :D

    ReplyDelete
  33. musik keroncong memang indah sob :)

    ReplyDelete
  34. @iklan baris: benarkah? :D
    terimakasih

    ReplyDelete
  35. sampai sekarang bunda masih suka denger musik keroncong,Mas
    iramanya begitu menetramkan :)
    salam

    ReplyDelete
  36. saya jg termasuk pendengar setia musik keroncong mas..
    malam2 dengerin keroncong.. wahhh hati tenang, tidurpun pulas

    ReplyDelete
  37. @bundadontworry: sepakat bunda, keroncong memang enak ditelinga, juga dihati :)

    @tomi: bisa sebagai teman ngantuk ya mas.. :)

    ReplyDelete
  38. Anonymous26 May, 2011

    mantap gan

    ReplyDelete
  39. Anonymous26 May, 2011

    Aku Suka Keroncong.....
    Musik asik yg bikin fanatik

    ReplyDelete
  40. Anonymous26 May, 2011

    Pandemen Keroncong

    Kira-kira th 80an kalau saya dengerin lagu keroncong di katain temen-temen wah lagunya orang tua.... tapi tetep saya menikmati, sekarang kalau dengerin lagu keroncong yang dulu bilang lagu orang tua sudah pada tua tua...... pada diem....
    Keroncong memang nikmat nyanyinya santai,serius tetep..... Jossss...... Hidup terus Keroncong........

    ReplyDelete
  41. i love keroncong saya jawa tulen

    ReplyDelete