Wuyung. Beginikah Kalau Orang Sedang Jatuh Cinta?

Saya tidak sedang jatuh cinta, tapi menulis tentang lagu cinta (mungkin) tidak ada salahnya. Setelah kemarin saya sedikit cerita tentang kesukaan saya tentang musik keroncong, kali ini tentang lagu jawa. Wuyung, ya, sebuah lagu berbahasa jawa yang bercerita tentang orang yang sedang jatuh cinta. Wuyung sendiri berarti jatuh cinta, biasanya lagu ini di iringi oleh irama langgam, atau musik campur sari yang merupakan pengembangan dari musik keroncong. Tapi bisa juga dengan iringan musik yang lain, karena musik itu (menurut saya) pada dasarnya fleksibel.

Berikut ini adalah lirik lagu wuyung:

Laraning lara
Ora kaya wong kang nandhang wuyung
Mangan ra doyan
Ra jenak dolan nèng omah bingung

Mung kudu weruh
woting ati duh kusuma ayu
Apa ra trenyuh
sawangen iki awakku sing kuru

Klapa mudha leganana nggonku nandhang branta
Witing pari dimèn mari nggonku lara ati
Aduh nyawa

Duh duh kusuma
Pa ra krasa apa pancen téga
Mbok mbalung janur
Paring usada mring kang nandhang wuyung

Lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang sedang jatuh cinta, bagaimana perasaan/suasana hati dan harapan terhadap orang yang dicintainya. Lagu tersebut jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia secara 'mentah', rasa-rasanya sangat janggal, bahkan rancu, karena dalam bahasa jawa banyak sekali kata kiasan atau perumpamaan. Namun, jawaban berikut ini mungkin bisa membantu memberi gambaran tentang makna/arti lagu wuyung:

Sakitnya sakit
tidak seperti orang yang sedang jatuh cinta
makan (terasa) tidak enak
ndak enak main/jalan2 (tetapi) dirumah (malah) bingung

hanya ingin melihat (trus-trusan)
(wot=tempat menyebrang diatas parit/sungai biasanya terbuat dari bambu/kayu (jembatan kecil), woting kependekan dari wot ing) tambatan hati duhai bunga yang cantik
apa tidak kasihan
lihatlah badanku yang kurus ini

(klapa muda=degan, maksudnya leganono=legakan) legakan perasaanku yang sedang kasmaran
(witing pari= damen maksudnya dimen mari=biar sembuh) biar sembuh sakit hatiku
aduh nyawa

wahai bunga (bunga bisa diartikan cewek yang menarik hati)
apa memang ndak terasa atau memang membiarkan
(balung janur=soddo/lidi maksudnya usada=obat)
memberi/berilah obat kepada yang lagi kasmaran.

Ada beberapa yang tidak bisa diterjemahkan langsung karena tembung sanepa. Witing pari, klapa muda, mbalung janur. Tetapi harus dicari artinya trus diterjemahkan. Jadi maksud kata witing pari dimen mari bukan pohon padi berikan kesembuhan.tetapi artinya berikan kesembuhan.
Itulah seninya sastra jawa yang sudah banyak dilupakan.

Sumber: http://id.answers.yahoo.com/

Mungkin saja apa yang saya ungkapkan tidak sepenuhnya benar, selain karena keterbatasan juga dikarenakan saya berbicara dari sudut pandang saya pribadi. Masih banyak lagu jawa yang mengandung makna yang mendalam, dan semua tidak melulu perihal cinta. Apakah Anda sedang nandhang wuyung? :)

36 Comments:

  1. mmm... kemampuan bahasa jawa saya tidak begitu bagus, tapi kalau lagu berbahasa jawa, saya suka dengar "Pada Suatu Ketika" milik Sujiwo Tejo, tapi mungkin lbh karena melodinya, sebab tak faham artinya. mungkin itulah bukti, musik itu universal.

    ReplyDelete
  2. Link sudah beres sob...
    thanks ya..
    salam kenal.

    ReplyDelete
  3. kalo keroncong agak belum bisa menikmati, tapi kalo langgam saya ada beberapa yang disuka..
    mungkin harus coba dengerin Wuyung juga..

    ReplyDelete
  4. lagu keroncong memang budaya kita yang harus kita lestarikan

    ReplyDelete
  5. @Mhd Wahyu: Begitu pula saya, Pak. Belum bisa dibilang kemampuan berbahasa (jawa) saya bagus, tapi memahami/menikmati sebuah lagu/musik itu terkadang 'tak butuh' memahami bahasa. Sebagai contoh, betapa banyak orang yang suka dengan lagu berbahasa inggris/mandarin tanpa mengerti lirik atau maksud lagu tersebut.
    Saya sepakat kalau musik itu universal.
    Salam :)

    ReplyDelete
  6. assalamu'alaikum Kang,
    subuh tadi saya koment pake hape ternyata kok ilang ya.
    baiklah, seperti koment saya dikeroncong kemarin, langgam jawa termasuk kesukaan saya Kang. saya punya kumpulannya, ada Cak Dikin, gunung kidul termasuk yang lebih kontemporer didit kempot

    ReplyDelete
  7. @Kampanye Online: Ya, jatuh cinta tidak melulu pada lawan jenis :)

    @sofilmendo: terimakasih :)

    @'Ne: sebenarnya semua kembali pada hati, Mbak :)

    @warsito: seharusnya demikian :)

    @Djangan Pakies: Walaikumsalam Kang,
    saya nggak menghapus lho..he.he.. apapun musiknya yang penting bisa menikmati.. :)

    ReplyDelete
  8. lagu cinta banyak macamnya ya Mas Sukadi,
    entah cinta pd lawan jenis, pd keluarga , pada teman/sahabat dan tentunya pada Sang Maha Pencipta.
    kita bisa jatuh cinta pd siapa saja dan kapan saja,dan bisa diaplikasikan melalui berbagai cara , termasuk menmbang dlm bahasa daerah ya.
    salam

    ReplyDelete
  9. @Lalu Abdul Azis: Rasa suka itu terkadang harus dilepaskan dari unsur ras maupun suku. Musik itu universal. Bagi mereka yang menikmati kehadiran band maupun boyband yang silih berganti, keberadaan musik etnik/tradisional mungkin dikatakan kuno, dan itu adalah hak masing-masing orang untuk menilai.

    Musik bukan hanya soal rasa, yang lebih jauh sebenarnya adalah mekna/pesan yang disampaikan lewat lirik sebuah lagu.

    Semua kembali kepada hati masing-masing :)

    ReplyDelete
  10. @pakde sulas: walau tidak sering, sesekali saya masih mendengar musik keroncong, terkadang juga campursari, Pakde. :)
    bergantian dengan jenis musik yang lainnya he.he.

    @bunda dontworry: cinta merupakan sesuatu yang paling banyak dan paling mudah untuk dijadikan sebuah inspirasi, Bunda :)

    ReplyDelete
  11. Tukeran link ya sob.. linknya udh terpasang di blog ane.. di tunggu konfirmasi link back nya.. makasih..

    ReplyDelete
  12. Nguri-uri budoyo jowo....!!!

    ReplyDelete
  13. Ngrungokne tembang iki, pas kusumaning ati kedisikan dilamar wong.. iso mbrebes ludiro kang.. :(

    Salam kenal.. :)

    ReplyDelete
  14. @fatimah: yup, betul. :)

    @Info Terbaru: sudah ditaut balik, terimakasih :)

    @Sugito Kronjot: nggih mas.. :)

    @Pakeko: MATURNUWUN.. :)

    @Santamin: terimakasih :)

    @kartunmania: mulane aja kesuwen, seneng langsung dilamar, mundak kedisikan wong he.he..
    Salam kenal juga :)

    ReplyDelete
  15. Di youtube kok perempuan mas, wuyung klo ga salah ada yg di bawakan Mantous juga pa ya/

    ReplyDelete
  16. @eko susilo: Itu sunyahni, yang biasa duet dengan Manthous, lagu ini bukan seperti lagu punya penyanyi/grup band mas, jadi banyak yang sudah menyanyikannya. Memang sejauh yang saya tahu, lagu ini populer dinyanyikan oleh Manthous dan grup CSGK-nya.

    ReplyDelete
  17. Berkunjung ke rumah sahabar blogger. :)

    ReplyDelete
  18. Wah kalau dirumah, bapak saya sering dengerin lagu ini mas.
    Jadi ya saya sedikit tau.he...

    ReplyDelete
  19. salam kenal dari belitung.saya ada niat untuk bertukaran link pada bapak.jika bapak berkenan,silahkan pasang link saya.karena link bapak akan saya pasang di blog saya.terimakasih

    ReplyDelete
  20. Berarti Wuyung itu jatuh cinta ya pak? hihihi..asyik juga lagunya..kebetulan, saya emang lagi belajar bahasa jawa :)

    ReplyDelete
  21. Wuyung.. bisa membuat seseorang terhuyung-huyung kang

    ReplyDelete
  22. Lagu joko lelur juga mirip-mirip gitu ga ya? :D

    ReplyDelete
  23. Ayo duet keroncongan pak :D

    ReplyDelete
  24. Geding-gending jawa saya suka itu, begitu sejuk di hati kalau di dengernya apa lagi campur sari bagus sekali, apalagi yang lagi kasmaran denger lagunya saja sudah enjoy heeheee.. :).

    ReplyDelete
  25. Ingat mbok saya dengerin lagu2 Jawa, padahal saya sendiri kurang ngerti artinya yang sedikit halus.

    ReplyDelete
  26. waaah lagi kasmaran nich.. tapi aku gak terlalu paham bahkan banyak gak ngertinya bahasa jawa.. hehehe
    kunjungan pertama salam silaturahmi...

    ReplyDelete
  27. Giliran putus aja bilang 4nj1n6 trus bilang aku nyesel pernah kenal sama kamu,itulah kalau cinta ABG

    ReplyDelete
  28. wah ini salah satu lagu yang saya pasti suka
    pasti apal dan gak bakal lupa deh...

    sedj

    ReplyDelete
  29. @sofilmendo: terimakasih kunjungannya :)

    @Adi Wibowo: memang lagu semacam ini kesannya lagu "jadul", padahal nggak kalah asik dibandingkan lagu jaman sekarang lho :D

    @pulau belitung: salam kenal, terimakasih kunjungannya :)

    @SQ: sejauh yang saya tahu, wuyung itu artinya jatuh cinta :)

    @Lozz Akbar: sampeyan lagi wuyung ya? he.he..

    ReplyDelete
  30. @Andhy: joko lelur kalau nggak salah juga bercerita tentang orang yang sedang jatuh cinta :)

    @Miftahgeek: ayo... :)

    @Belajar Forex: Benarkah? :D

    @Villa: semua tergantung selera, bagi yang suka mungkin keberadaan keroncong, langgam, campursari, dan lainnya bisa memberi hiburan tersendiri.. :)

    @Kaget: tidak semua paham arti katanya mas, namun musik/gending terkadang bisa mewakili perasan :)

    ReplyDelete
  31. ini lagu jawa paling indah yg pernah sy dengar. seandainya ada yg mau mengaransemen lagu ini jadi 4 suara pasti indah banget *mupeng*

    waktu masih di Paduan Suara Mahasiswa dulu sering banget nyanyikan lagu2 jawa yang indah waktu wisuda selain lagu pop+lagu daerah lain. sempat dapat applause plg ramai dr mereka yg berasal dr luar jawa pas nyanyi lagu "jaranan" di wisuda kampus lain. mereka malah minta dinyanyikan lagu tst sekali lg.

    ReplyDelete
  32. I Like It,,,,,
    U orang mlestarikan budaya Jawa bgt

    ReplyDelete
  33. salut buat yang msh mau melestarikan budaya Indonesia :)

    ReplyDelete
  34. Kroncong memang punya ciri khas tersendiri, tidak semua penyanyi bisa menyanyikan lagu kroncong..salam hangat

    ReplyDelete
  35. cobalah rasakan betapa sahdu lagu itu. orang jawa ojo ilang jawane mas

    ReplyDelete