Apakah Ada Yang Mau Disamakan Dengan Hewan?

 On June 13, 2011  

Sering kita lihat banyak sekali papan peringatan yang terpampang diberbagai tempat, bukan hanya papan peringatan "resmi", namun juga papan peringatan yang bersifat "kondisional".

Untuk papan peringatan yang resmi, biasanya itu sudah merupakan sesuatu yang biasa, misalkan saja rambu lalu lintas yang disepanjang jalan terpampang, tentu saja sebagai peringatan bagi pengguna jalan. Dilarang parkir, dilarang memutar, banyak anak-anak, max 40 KM/jam, dan sebagainya, itu sudah biasa ditemukan, dan itu wajar.

Yang terkadang kita temukan saat ini mungkin adalah sebuah gambaran bagaimana orang sudah tak mampu lagi membedakan tempat. Sehingga, peringatan yang sering muncul terkadang terkesan kasar. Mungkin anda sering melihat/membaca peringatan seperti ini: Dilarang buang sampah disini kecuali anjing atau begini: Dilarang kencing disini kecuali anjing. Nah, dari contoh dua peringatan ini bisa kita raba betapa sekarang ini banyak orang yang sudah tidak peduli dan 'kesulitan' membedakan tempat. Sehingga, bagi mereka yang melanggar peringatan, sanksi yang diberikan adalah sesuatu yang sangat merendahkan derajat diri mereka sendiri, ya, yang melanggar peringatan itu disamakan dengan hewan!.

Setiap peringatan tertulis maupun dalam bentuk gambar dibuat untuk memberikan pengertian bagi setiap orang. Dan saya pikir sedikit banyak itu bisa membantu dan memudahkan. Namun, jika sudah dalam bentuk peringatan yang "tidak wajar", sepertinya itu adalah sebuah bentuk kekesalan orang atau kelompok yang merasa dirugikan dengan kelakuan seseorang/kelompok yang mungkin saja mengganggu dan sangat keterlaluan. Sebagai manusia yang berakal tentunya tidak ada yang mau disamakan dengan hewan, jadi, semua kembali kepada pilihan asing-masing. Apakah ada yang mau disamakan dengan hewan?
Apakah Ada Yang Mau Disamakan Dengan Hewan? 4.5 5 Sukadi June 13, 2011 Sering kita lihat banyak sekali papan peringatan yang terpampang diberbagai tempat, bukan hanya papa...


21 comments:

  1. biasanya makin dilarang makin memancing adrenalin ya mas.. hehe

    ReplyDelete
  2. mungkin lebih baik dengan awalan 'terima kasih' seperti di sebuah rumah sakit yg pernah saya kunjungi bunyinya begini "terima kasih untuk tidak merokok di sini"

    ReplyDelete
  3. Mngkin dengan begitu yang baca sedikit instropeksi dri.

    ReplyDelete
  4. dengan cara halus mungkin nda sadar2 juga, ya ahirnya keluar deh cara2 sedikit ekstrim kaya gitu...

    ReplyDelete
  5. mungkin bukan ingin menymakan ato mmandang seseorang itu sprti hewan atau apa, hanya saja setiap orang itu berbeda - beda om. misalnya saja saat ditempat wudlhu masjid umum, ada yg harus melepas alas kaki, tetapi dsitu tdk diberikan papan pringatan, mungkin saja yg sudah trbiasa dsitu sudah mngetahui pringatannya..tetapi bagi yg belum bagaimana..??bukankah tdak ada salahny apabila dberi pringatan, om???hanya saja mmang sprti apa bntuk pringatanny/tulisanny itu sih..hhe

    ReplyDelete
  6. Meski demikian, banyak juga peringatan yg seperti masih di langgar. Mungkin mereka mikir, peringatan tgl peringatan, yg penting gue bukan hewan....

    ReplyDelete
  7. @Baha Andes: mereka sadar, dan entah mengapa tetap saja nekad ya.. he.he..

    @Goyang Karawang: karena larangan semacam itu tidak ada efek ke fisik :D

    @pakde sulas: mungkin juga, Pakde. kalau pepatah bilang, tidak ada asap kalau tidak ada api he.he..

    @windflowers: itu mungkin lebih baik, Mbak. tapi, yang semacam itu mungkin adalah sesuatu yang biasa, dan orang sudah biasa pula tidak terpengaruh dengan awalan, karena dasarnya (mungkin) sudah nggak peduli dengan peringatan he.he..

    ReplyDelete
  8. @Sugito Kronjot: harapannya sih banyak, Kang, bukan hanya sedikit instropeksi :D

    @mabrurisirampog: logikanya seperti itu, mas.. :)

    @L!a: Untuk kasus ini lain, Mbak. Setahu saya, yang namanya peringatan itu umumnya ya dengan bahasa yang santun dan tanpa kata-kata yang kesannya kasar. Apakah mungkin kalau (maaf) di masjid ada tulisan seperti: hanya ... yang tidak melepas alas kaki, dsb.
    Kalau yang umum biasanya cuma: dilarang buang sampah disini, dan tanpa embel-embel nama hewan... jadi, hal ini bisa di logika lain dari yang biasanya. trims

    @Free Software: nah, itu yang kadang bikin orang mengeluarkan peringatan yg "tidak EYD" haha..

    ReplyDelete
  9. Wah kalau rasanya memang keterlaluan juga ya kang kalau disamain dengan hewan,,,hehehehe tapi kalau emang gak mau disamain ya ngikut aturan aja...hehehe

    ReplyDelete
  10. Banyak terjadi Sob...Apakah memang sudah terjadi penurunan nilai bahasa dalam menyampaikan sesuatu ataukah memang sudah menjadi "gen" untuk berkata "cadas" walaupun dalam bentuk tulisan...

    Ijin copy paste inspirasi dari tulisan ini...happy blogging!

    ReplyDelete
  11. kalau diganti peringatannya begini bagaimana ya: DILARANG KORUPSI KECUALI BABI....

    ReplyDelete
  12. Pernah ada yang lebih lucu om, pesannya kira2 begini "WC toilet harap disiram, kalau masih pingin punya burung" wkwkwk

    ReplyDelete
  13. betul2 ya...

    kepedulian org zaman sekarang hancur banget

    ReplyDelete
  14. bang haji rhoma bilang
    " Kenapa yang asyik - asyik itu yang dilarang ?
    Kenapa yang enak - enak itu yang dilarang ?"

    Kalaupun ada hukum tertulis hukum itu untuk dilanggar, misalkan dilarang korupsi !
    pasti cari jalan muter otak untuk tetep bisa korupsi. DIlarang buang sampah disini ! pasti cari jalan / kesempatan untuk buang sampah disitu, dilarang melawan arus ! pasti saya yang pertama di tilang !! heheheheh abis enak sih !

    ReplyDelete
  15. @Arief Bayoe: Itu hanya peringatan kok Mas, semua kembali kepada masing-masing orang :D

    @Rizkyzone: papan yang kesannya kasar tersebut biasanya terpasang pada tempat2 tertentu, misalnya lahan kosong yang bukan tempat sampah tapi buat buang sampah, tempat tertentu yang bukan MCK.

    @Iskaruji: yang pasti makin banyak yang "kesulitan" membedakan tempat, biasanya tempat yang diberi peringatan 'kasar' adalah tempat yang tidak seharusnya.. :)

    ReplyDelete
  16. @joe: mungkin masih banyak yang memilih dianggap BABI, Mas.. :D

    @Putu Yoga: itu saking joroknya orang, makanya sampai dikasih peringatan yang "lucu" haha..

    @Skydrugz: hancur dan makin ga bener :(

    @akangsurya: kalau istilahnya bang haji, 'sungguh terlalu'... :D

    ReplyDelete
  17. hahaha yang berbuat seperti itu (kencing/buang sampah) dan yang membuat peringatan sama-sama salah.. tergantung kesadaran juga siih. terkadang emang suka ngeyel juga yang berbuat seperti itu..kan yang punya lahan g bs terus2an jagain tu tempat :D

    ReplyDelete
  18. wah, kalo tetangga saya lebih ekstrim lagi, PEMULUNG MASUK DITEMBAK !!!

    ReplyDelete
  19. memang tak ada yang mau disamakan dengan hewan, tapi nggak tahu kenapa banyak yang nekat hehe

    ReplyDelete
  20. Seperti nya orang Indonesia sudah lupa asal usulnya, padahal Indonesia terkenal dengan budaya nya yang kental, seperti pada budaya Jawa yg sangat menjujung kesopanan & tata krama.
    Saya waktu berada di luar negeri juga melihat orang Indonesia yg menunjukan prilaku yg sama, seperti menerobos antrian atau berdiri di depan pintu lift, tanpa memberi kesempatan org yg didalam utk keluar terlebih dulu.
    Haaiiissss jadi malu ngeliat kelakuan bangsa sendiri...

    ReplyDelete
  21. Setiap peringatan tertulis maupun dalam bentuk gambar dibuat untuk memberikan pengertian bagi setiap orang. Dan saya pikir sedikit banyak itu bisa membantu dan memudahkan. Namun, jika sudah dalam bentuk peringatan yang "tidak wajar", sepertinya itu adalah sebuah bentuk kekesalan orang atau kelompok yang merasa dirugikan dengan kelakuan seseorang/kelompok yang mungkin saja mengganggu dan sangat keterlaluan. Sebagai manusia yang berakal tentunya tidak ada yang mau disamakan dengan hewan, jadi, semua kembali kepada pilihan asing-masing. Apakah ada yang mau great stuff

    ReplyDelete