Calung, Musik, Bernyanyi, dan Menari

 On June 8, 2011  

Beberapa waktu yang lalu, saat acara pawai dalam rangka HUT Kabupaten Tegal yang ke-410, ada sesuatu yang membuat saya begitu terhibur. Bukan karena banyaknya peserta, tapi karena kebetulan rombongan di depan saya adalah kelompok musik calung. Selain enak di dengar, kelompok tersebut juga begitu atraktif, serta empat orang penari yang serasa tak kenal lelah.

Ada yang membuat saya kagum, bukan karena atraksi mereka semata, tapi dua dari empat orang penari pengiring ternyata adalah dua orang bocah. Mereka terus menari mulai dari awal (sekitar jam 14.00) sampai akhir (jam 16.30), dengan jarak tempuh kurang lebih 8 KM (dengan sesekali rehat tentunya). Saya saja yang hanya berjalan tanpa melakukan banyak aktivitas, merasa kelelahan, tapi mereka seolah tak mengenal lelah.
Anak-anak yang terus menari sepanjang perjalanan pawai
Sepanjang pawai pun kelompok ini menyita banyak perhatian, banyak warga masyarakat yang menyaksikan sepanjang jalan merasa terhibur melihat atraksi kelompok ini. Mungkin juga mereka heran, karena rute yang begitu jauh tak menyurutkan semangat kelompok calung beserta penarinya (terutama dua bocah) untuk menampilkan atraksi menarik. Lagu-lagu pop, dangdut, sampai tarling pun dinyanyikan dengan penuh ke kompakkan, tidak ada penyanyi/vokalis khusus, semua turut bernyanyi, dan paduan yang dihasilkan terdengar enak ditelinga. Anda bisa menyimak pada video berikut bagaimana atraktif dan enaknya lagu-lagu yang di iringi oleh musik calung:

Musik calung sendiri memang identik dengan alat musik Sunda, tapi, di Kabupaten Banyumas juga memiliki kesenian musik tradisional yang bernama calung. Berikut adalah pengertian calung yang saya kutip dari wikipedia:

Pengertian pertama adalah calung sebagai kesenian musik tradisional Banyumas:
Calung, adalah alat musik yang terbuat dari potongan bambu yang diletakkan melintang dan dimainkan dengan cara dipukul. Perangkat musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu wulung mirip dengan gamelan Jawa, terdiri atas gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendang. Selain itu ada juga Gong Sebul dinamakan demikian karena bunyi yang dikeluarkan mirip gong tetapi dimainkan dengan cara ditiup (Bahasa Jawa: disebul), alat ini juga terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lazim disebut sinden. Aransemen musikal yang disajikan berupa gending-gending Banyumasan, gending gaya Banyumasan, Surakarta-Yogyakarta dan sering pula disajikan lagu-lagu pop yang diaransemen ulang. Sumber: wikipedia

Pengertian kedua adalah Calung secara umum:
Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih). sumber: wikipedia

Diluar konteks calung yang dimainkan itu dari mana, saya salut pada mereka yang masih setia melestarikan kesenaian asli Indonesia. Di antara banyaknya tradisi yang terlupa, masih ada orang-orang yang peduli, anak-anak yang masih tertarik untuk melestarikan budaya asli Indonesia.

*) Kelompok pada foto dan video diatas adalah Calung Wiji Sawo dari Desa Kebasen, Kec. Talang, Kab. Tegal.
Calung, Musik, Bernyanyi, dan Menari 4.5 5 Sukadi June 8, 2011 Beberapa waktu yang lalu, saat acara pawai dalam rangka HUT Kabupaten Tegal yang ke-410, ada sesuat...


35 comments:

  1. semoga anak2 itu paham pada alasan dipertahankannyatradisi seperti ini

    ReplyDelete
  2. Wah, kakek saya mlah ahli dalam membuat angklung banyumas yang biasa dipakai buat lenggeran apa kuda lumping.

    ReplyDelete
  3. @Sugito Kronjot: apakah cucunya juga sama? :D

    ReplyDelete
  4. anak2nya lincah en pede abiz. siapa yang ngelatih ya?

    ReplyDelete
  5. Salam jumpa, ada award persahabatan untuk anda, silahkan ambil di http://bunga911.blogspot.com/2011/06/bunga-majapahit-award.html
    Thanks.

    ReplyDelete
  6. @Aina: pelatihnya, Mbak :D

    @Bunga Majapahit: terimakasih ya :)

    @pakde sulas: semoga saja, Pakde. pemainnya juga meningkat kesejahteraannya :)

    ReplyDelete
  7. Salam

    Wah, semoga keseniannya tetap terjaga dan juga para penerusnya dapat mempertahankannya kelak..

    Salam kawan

    ReplyDelete
  8. @DenBaGas: semoga saja, Kawan..

    Salam

    @ino putro: siip gan.. :D

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaikum Kang,
    waow anak usia segitu berjanalan dan menari sejauh 8 km. luas biasa tentu karena sudah menjiwai dan teratih sehingga dia mampu melakukannya dengan baik

    ReplyDelete
  10. @Djangan Pakies: Walaikumsalam Wr Wb.
    mungkin juga demikian Kang, atau bisa juga karena mereka menikmatinya sehingga tak begitu merasakan kelelahan :)

    ReplyDelete
  11. jgn sampai ank2 kecil itu diikutkan hanya sbg penggembira tanpa tw makna dari kegiatan tersebut.

    ReplyDelete
  12. @rodes: salam kenal :)

    @sky: kalau mereka bisa menikmatinya dan merasakan kegembiraan pula, sah bukan?
    menurutku semua butuh proses, mereka juga lagi belajar megerti, kalau cuma teori saja ya percuma. toh kalau mereka merasa terpaksa, mereka akan menangis dan menolak untuk ikut..

    ReplyDelete
  13. wah...kebetulan saya juga seorang musisi...:D
    nice post..!!!

    salam kenal,
    www.hajarabis.com

    ReplyDelete
  14. hajarabis: kebetulan sekali.. :)
    terimakasih kunjungannya, salam kenal

    ReplyDelete
  15. merasa senang masih melihat kesenian yang dilestarikan oleh generasi muda kita
    lanjut terus Kang Sukadi...

    sedj

    ReplyDelete
  16. Dulunya saya mengira Calung hanya persamaan bentuk musik angklung. Ternyata beda ya, Mas :D

    ReplyDelete
  17. waaah kasian juga kl mereka jalan sejauh itu, tp pada semangat sih yaaaa
    nice

    ReplyDelete
  18. @sedjatee: iya Kang, merasa senang, meski entah bagaimana nantinya, yang penting mereka sekarang mulai belajar mencintai budaya indonesia, masalah nanti 'terkontaminasi', ya mau bagaimana lagi.. :)

    @Kaget: kalau dari pengertian diatas kelihatannya mirip, Mas :)

    @idana: yang penting semangat Mbak :)

    ReplyDelete
  19. Kayak angklung gitu ya Mas?

    ReplyDelete
  20. Semoga kebudayan ini tetap terjaga hingga akhir nanti... budaya yang mulai tergusur dengan adanya laju zaman...

    ReplyDelete
  21. beerkunjung salam perkenalan..

    ReplyDelete
  22. Indonsia memang mempunyai ragam seni dan budaya yang indah..

    ReplyDelete
  23. @Baha Andes: sepakat.. :)

    @giewahyudi: ya, Mas. Hampir mirip :)

    @choirunnangim: semoga saja, perlahan kesenian tradisonal pun mulai menghilang, di telan derasnya arus jaman

    @rezKY: salam kenal, terimakasih kunjungannya..

    @amisha: indah dan banyak.. :)

    ReplyDelete
  24. ini dia kang yg harus diuri-uri...

    calung juga sudah merambah di tempat saya kang di Sirampog.... :D

    jaya selalulah dengan kesenian2 tradisionalnya...

    ReplyDelete
  25. @mabrurisirampog: semoga saja kesenian tradisonal semacam ini bisa eksis, Mas.. :)

    ReplyDelete
  26. Wih..saya malah baru tau mas ada yang namanya calung musik :D
    Soalnya selama ini masih awam banget buat saya :D
    Hebat ya tu bocah2, dari kecil udah diajarkan tarian tradisional :)

    ReplyDelete
  27. wah sepertinya acaranya sangat meriah, dan lebih ramai dengn adanya musik tradisional tersebut

    ReplyDelete
  28. @Zippy: semoga sekarang sudah tahu :D
    saya pun merasa heran, padahal saya aja ngos-gosan he.he..

    @ibnu: meriah mas, untung hujannya turun setelah acara hampir selesai :D

    ReplyDelete
  29. oh iya tah kirain calung milik budaya sunda saja hehe baru tahu ternyata di daerah lain juga ada :)

    ReplyDelete
  30. @kang ian: memang identiknya dengan sunda, Kang.. tapi di daerah lain juga ada yang namanya calung.. he.he..

    ReplyDelete
  31. Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam)

    ReplyDelete
  32. tulisan yang menarik mengenai calung. calung adalah alat musik tradisional sunda yang menghasilkan suara yang indah ketika dimainkan.

    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    ReplyDelete
  33. kang lagu daerah yang dimainkan dgn alat musik calung apa aja?

    ReplyDelete