Sedikit Bersabar Saat di Lampu Merah

 On January 19, 2012  

Lampu merah, terkadang menjadi ajang untuk berlomba jalan duluan, atau berlomba keras-kerasan suara klakson motor dan atau mobil. Ini adalah sebuah hal yang dianggap wajar, dan mungkin saja sudah semakin membudaya. Lampu merah yang saya maksud disini adalah traffic light atau rambu lalu lintas.

Itu baru cerita soal mereka yang "patuh", banyak juga yang tidak menghiraukan rambu, selagi sepi dan tidak ada polisi, seenaknya sendiri melanggar rambu-rambu. Belum lagi mereka yang menggunakan alat transportasi non mesin, becak dan sepeda misalnya, terkadang nekat saja meskipun lampu menyala merah. Saya akui, dalam situasi tertentu terkadang saya juga melakukannya, tapi sebisa mungkin saya menahan diri.

Masih saya ingat, ketika dulu pertama kali di Slawi, saya pernah menjadi korban kekurang sabaran saya. Waktu diperempatan jalan, saat lampu menyala hijau saya hendak mendahului mobil truk gandeng yang ada didepan saya, karena saya berfikir kendaraan arah berlawanan pasti berhenti. Ternyata, perkiraan saya meleset, kendaraan dari arah berlawanan juga jalan, padahal saya terlanjur ditengah truk gandengan, sedangkan dari arah berlawanan ada mobil truk box besar. Dalam posisi yang sudah terlanjur maju, untuk mundur pun sudah tidak mungkin, tak banyak pilihan yang bisa saya ambil untuk berusaha menyelamatkan diri. 

Alhamdulillah, saya masih beruntung, dengan perasaan yang tidak menentu akhirnya saya menyusup disela gandengan truk, dengan penuh kehati-hatian mengikuti ritme laju truk, akhirnya bisa terhindar dari laju truk box yang sudah melaju kencang. Namun sayang, pada saat hendak keluar dari sela gandengan, punggung saya terkena bak truk, dan kaki saya terserempet roda hingga sandal yang saya pakai terputus. Beruntung saya tidak terjatuh, meskipun harus menahan sakit akibat kaki yang terluka.

Kemudian, contoh lain yang belum lama ini saya lihat. Saat dua orang perempuan yang sedang berboncengan mencoba berada dibarisan paling depan, seperti tanpa salah dia melewati beberapa bus dan mobil yang berhenti didepan, dan marka jalan pun tak dia perdulikan, dan itu pelanggaran. Naas, maksud hati ingin cepat dengan berada dibarisan paling depan, tapi malah kena tilang. Tanpa ampun, polisi yang berada di pos jaga langsung melambaikan tangan tanda panggilan kepada dua perempuan tadi. 

Saya kira masih banyak contoh lainnya, akibat kekurangsabaran bisa menimbulkan banyak permasalahan. Sebenarnya, kalau dicerna sugguh, waktu untuk menunggu dilampu merah paling lama 2 menitan, dikota kecil malah bisa kurang dari itu. Tapi entahlah, setiap orang punya pilihannya sendiri, semoga saja contoh diatas bisa memberi gambaran betapa "ganas" dan berbahayanya lampu merah, bila kurang sabar dan berhati-hati.
Sedikit Bersabar Saat di Lampu Merah 4.5 5 Sukadi January 19, 2012 Lampu merah, terkadang menjadi ajang untuk berlomba jalan duluan, atau berlomba keras-kerasan sua...


25 comments:

  1. semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua

    ReplyDelete
  2. beberapa tahun lalu di daerah kami sampai terjadi korban jiwa. pengendara motor yang tertib berhenti saat lampu hampir mnyala merah meskipun lalu lintas sepi. malangnya dia diseruduk tronton yang mengejar lampu merah.

    ReplyDelete
  3. hmmn ya pak. saya juga terkadang was was juga ketika harus jalan dengan teman mengendarai kendaraan roda dua. sama kita juga nyelip sana nyelip sini. tapi untuk lampu merah kami belum pernah melakukan hal itu namun kalo untuk lomba lombaan nampaknyha udah sering pak. itupun terpaksa gara gra takut ketabrak dari belakang kalo gak ikutin aruss.

    heheheheh

    mampir juga pak.
    ardiansyah-nomore.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Iya Pak Saya Juga Sering Menjadi Korban Atas Kecerobohan saya sendiri , Cerita ini Sedikit sama dengan saya..hehehe

    Tapi Kadang Kadang , rambu rambu nyala kadang kadang tidak pak ..

    ha..

    selamat siang dan salam kenal dari saya pak , semoga ini menjadi awal persahabatan ..
    hehe
    kalau ada waktu mampirlah ke web saya pak..

    ReplyDelete
  5. @Den Shoim: cerita menakutkan lainnya dari lampu merah, terimakasih ceritanya, Pak :)

    @Ardiansyah: yang penting hati-hati mas :D

    ReplyDelete
  6. Weleh-weleh... Indonesia banget ya Mas? hehe... maksudnya peraturan untuk dilanggar :p

    Kalau saya mah... masih sayang sama kenikmatan yang masih ada ini, jadi tetep 'sabar' aja kalo lampunya nyala merah (motor tetep jalan, tapi pelan-pelan sambil nunggu lampu ijo hehe... :p)

    ReplyDelete
  7. yang bikin kesel lampu belum hijau yang dibelakang udah nglakson

    ReplyDelete
  8. @Ipras: Yang penting hati-hati, Mas.. karena yang sudah berhati-hati pun terkadang masih apes.

    @andinoeg: nah, ini yang kadang juga membuat saya kesal

    @Dwi Jo: hanya sebuah kebetulan, mas.. itu juga karena saya anggap pilihan yang terbaik saat itu. :)

    ReplyDelete
  9. kalau ditempat saya yang sering mengalami kecelakaan dengan trailer di daerah pelabuhan. Rata2 pengendaranya ngga pernah lihat lampu merah, dan jarang pakai helm. Jadi ya mirip... emping :(

    ReplyDelete
  10. kalau mau selamat y mesti ikutin rambu2, kalau di indonesia kan peraturan bukan untuk ditaati tapi untuk di langgar

    ReplyDelete
  11. sekarang juga ane lebih bersabar nunggu countdown timer lampu merah cause dulu pernah ane hampir tabrakan

    ReplyDelete
  12. unfortunely, kadang kita yang sabar ini menjadi korban mereka-mereka yang tidak sabaran :(

    ReplyDelete
  13. indonesia raya memang keren...
    membiasakan diri tertib saja susahnya minta ampun
    masa ga malu sama bebek yang mau berbaris rapi walau tidak kenal lampu merah...

    ReplyDelete
  14. Kalau masalah itu,kembali kepada masing individu untuk mematuhi segala peraturan yg dibuat mas,
    karena setiap individu dr kita,adalah yg menentukan kualitas bangsa ini sekarang & nanti

    ReplyDelete
  15. Hati-hati tuh mas, banyak yang kecelakaan gara-gara nggak taat lampu lalu-lintas. Tapi yang aneh kadang-kadang lampu nyala merah, tp pada jalan semua.. eeh taunya lampunya rusak, jadi salah siapa? hehe

    Tapi Alhamdulillah deh mas gpp, alias masih selamet.

    ReplyDelete
  16. saya pernah, lampu masih kuning tapi kendaraan belakang saya sudah ngegas dan klakson nyuruh saya jalan, akhirnya saya diem aja sampe lampu benar-benar warna hijau, kendaraan belakang pada marah2 haha

    ReplyDelete
  17. iya pak,harus sabar...jgn nyerempet bahaya...

    ReplyDelete
  18. Saya pernah liat kecelakaan didepan saya pas di lanpu merah... Untungnya saya gak nerobos padahal dah ada pikiran nerobos pas sepi ternyata ada yang kenceng di arah samping......

    ReplyDelete
  19. seberapa bedanya sih...semenit atu 2 menit...tapi akibatnya sangat fatal kalau kita lakukan saat menggunakan sepeda motor

    ReplyDelete
  20. Mencoba bersabar dan memiliki kesabaran itu berat mas hehe, tapi postingan nya bagus mas..

    ReplyDelete
  21. i love ur post, keep share^^
    mampir balik ke website kami yaa...
    Ingin barang bekas Anda lebih bermanfaat?
    Mari beramal bersama kami, dalam program HA Peduli
    Kirimkan barang bekas Anda yang masih layak pakai/ layak guna ke kantor Hajarabis.com di
    Jalan Letjen. Sutoyo 109-111 Malang.
    Keterangan lebih lanjut, hubungi kami di link website http://hapeduli.hajarabis.com/ atau di line telepon (0341) - 8441777

    ReplyDelete
  22. benar sekali, kita harus patuhi lampu merah kalau tidak dapat membahayakan keselamat kita dan pengendara lainnya yang bersinggungan dengan kita

    ReplyDelete
  23. itulah masyarakat kita ..kadang-kadang ga sabaran, akibatnya rugi sendiri

    ReplyDelete
  24. Kadang masih merah aja tetap menerobos, hati hati di jalan

    ReplyDelete
  25. nek kene luwih ganas bos.. merah ra merah nek ra ono polisi langsung terobos wae..

    ReplyDelete