BBM: Benar-Benar Meresahkan

 On March 24, 2012  

Ngelantur Soal Rencana Kenaikan Harga BBM  

BBM lagi-lagi soal BBM, bukan soal Blackberry, tapi perihal bahan bakar yang katanya akan naik harganya di bulan April ini. Meski baru sebatas rencana, namun imbasnya sudah mulai terasa, bahan kebutuhan pokok sudah ada yang mulai naik, dan tentunya sebagian lain sudah ancang-ancang untuk melonjak pula harganya.

Seorang teman bercerita kepada saya, katanya saat beli bensin di pengecer harganya sudah enam ribu rupiah, padahal, normalnya harga bensin di pengecer hanya lima ribu rupiah. Baru rencana saja harganya sudah di naikkan, bagaimana kalau benar-benar jadi naik?. 

Sebenarnya sudah lama menjadi sebuah "tradisi" kalau naiknya harga BBM menjadi pro dan kontra, jangankan benar-benar naik, baru sebatas rencana saja sudah menimbulkan keresahan. Saya kira sangat wajar bila terjadi demonstrasi di banyak tempat, karena berapapun naiknya, tetap saja itu memberatkan. Kenaikan harga BBM merupakan sebuah alasan untuk semua barang ikut melonjak harganya.

Misalkan saja harga BBM tidak jadi naik, itu patut di sukuri, sebuah kebijakan kalau hasilnya tidak berimbang dengan dampaknya saya pikir itu tidaklah menjadi sesuatu yang bijak. Tapi, bila nantinya harga BBM benar-benar jadi naik, ya terima saja, meskipun dengan berat hati. Sudah terbiasa dengan kebijakan yang rasa-rasanya kurang bijak.

Dengar-dengar, bila BBM nanti naik, akan ada subsidi bagai rakyat miskin, bisa jadi nantinya akan di buat model BLT. Kemudian, andaikan saja ada model subsidi seperti BLT, saya anggap itu hanya sebuah virus buruk, yang akan menjadikan pola pikir (sebagian penerima) menjadi berubah malas. Lagian, saya merasa itu hanya sebuah "pembodohan", apa artinya uang (misalnya) seratus ribu bila dibandingkan dengan kenaikan kebutuhan hidup yang bila di nominalkan berlipat dari nilai subsidi tersebut.

Sebuah pengalaman, ketika sekarang banyak masyarakat yang berfikir kalau uang dari pemerintah itu sifatnya cuma-cuma, dan tidak perlu mengembalikan. Kemudian dalam sebuah program simpan pinjam dari dana bantuan juga, masyarakat banyak yang berfikir kalau itu sama-sama bantuan pemerintah dan tidak perlu di kembalikan. Belum lagi soal timbulnya "jiwa miskin" dari sebagian orang yang rela di miskinkan asal mendapat jatah uang yang tak seberapa tersebut.

Kembali lagi ke rencana kenaikan harga BBM, mungkin rakyat kecil seperti saya hanya bisa ikut setiap keputusan yang di buat pemerintah, meskipun dengan (sangat) berat hati. Dan sebenarnya, saya berharap harga BBM tak jadi naik.
BBM: Benar-Benar Meresahkan 4.5 5 Sukadi March 24, 2012 Ngelantur Soal Rencana Kenaikan Harga BBM   BBM lagi-lagi soal BBM , bukan soal Blackberry, tap...


24 comments:

  1. jangan salahkan kami kalau kami punya pikiran bahwa motif dari kenaikan BBM ini berbau korup menyiasati dana pemilu tahun 2014, itu juga kata orang2. Kalau BBM naik kenapa mesti ada BLT? Uuuh kalo ngomongin pemerintah sya jadi nafsu duluan :D

    ReplyDelete
  2. @Yayack Faqih: Sabar, Mas.. :D
    Banyak yang beranggapan seperti itu, benar-tidaknya tetap saja kita "harus" nurut sebagai rakyat kecil. Bijak-tak bijak, tetap saja disebutnya "kebijakan". Semoga saja harga BBM tidak jadi naik.

    ReplyDelete
  3. kalo kebijakan ini tersetujui, ini membuat rakyat bukan hanya resah, tapi mengarahkan rakyat menjadi Benar Benar Miskin

    ReplyDelete
  4. Yah, semua ada sisi baik dan buruk. sisi baiknya aja yang dilihat, nantinya orang2 banyak berfikir untuk menggunakan kenderaan tanpa bahan bakar, sepeda misalnya. jadi jalannya ngga begitu macet.
    sisi buruknya,..... ya ini yang sulit,.... pasti sulit :(

    ReplyDelete
  5. @Djangkies: aha, demikian kah, Kang?. Saya juga merasa demikian, peningkatan harga bahan pangan tak sebanding dengan peningkatan pendapatan rakyat.

    ReplyDelete
  6. @Kaget: Saya pikir tak sampai kesitu, orang tak sampai ketingkatan se-ekstrim itu, lama-lama akan terbiasa juga, karena sudah terbiasa dengan "kebijakan" seperti ini. Menurut saya, sisi baik bagi sebagian (kecil) orang, sisi buruk bagi sebagiannya lagi.

    ReplyDelete
  7. wah ya gimana ya,
    klo pemerintah amerika sono,
    njahatin negara lain demi kesejahteraan warga negaranya,
    lah klo pemerintah endonesia,
    aaaah...
    No comment sajalah...

    ReplyDelete
  8. @Ryu Ting Ting: entahlah, nurut saja karena sepertinya harus demikian

    ReplyDelete
  9. Ujung-ujungnya jadi Benar-Benar Modar :(

    ReplyDelete
  10. Kan katanya negara akan rugi jika harga BBM tidak dinaikkan.
    Itu kata pemerintah loch. Ga tau kalo kata negara sendiri. Btw, kapan ya negara pernah diuntungkan dengan persoalan BBM?

    ReplyDelete
  11. @die: Semoga saja tidak sampai demikian :)

    @Richie Dellan: Lebih rugi lagi kalau uang negara di korupsi. Kalau tanya kapan, mengutip judul lagu koes plus, jawbannya 'kapan-kapan':(

    ReplyDelete
  12. BBM.. Bolak balik meninggi..

    ReplyDelete
  13. BBM,, Benar-Benar Mbingungi..

    ReplyDelete
  14. @Lozz Akbar: BBM Benar-Benar Menjengkelkan :D

    @ysalma: tidak usah bingung, nanti kasian kalau tersesat :D

    ReplyDelete
  15. Jadi baiknya kira2 gmn ya mas, saya rakyat bisa dan miskin lagi... pasti akan terasa sekali imbasnya :)

    Satu sisi mungkin itu dianggap perlu oleh suatu perusahaan yg sedang membutuhkan kenaiakan utk kestabilannya, lain sisi kita smua menjerit walau akhirnya pasrah terkapar tak berdaya menerima keadaan ini...

    Akhirnya terbiasa....

    ReplyDelete
  16. bbm lagi bbm lagi... cerita menyedihkan yang selalu terulang..

    ReplyDelete
  17. @eko susilo: saya juga bingung mas, harapannya sih tidak jadi naik, kalau sampai naik ya mau bagaimana lagi.. :(

    ReplyDelete
  18. lebih pas tahun baru bila ada yang kehabisan bensin trus ada yang jual 10.000 rupiah dan ada yg beli lagi kyak pengalamanku

    ReplyDelete
  19. saya sih setuju BBM NAIK tapi yang naikin musti turuh xexee

    ReplyDelete
  20. Tenang bentar lagi ada BLT, Bantuan Langsung Telas. :)

    ReplyDelete
  21. Saya kuatir ada skenario yang lain dengan dinaikan harga BBM kali ini. Ya karena tahun 2014 sudah dekat dan pada cari modal untuk biaya kampanye. :( Jadinya rakyat tetap saja miskin dan tidak ada penjabat yang pro rakyat.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyDelete
  22. @moenas: sepertinya menarik kalau demikian :D

    @giewahyudi: hmm... semoga saja tidak :)

    @Sugeng: semoga ke khawatirannya tidak terjadi, Pak.
    Salam

    ReplyDelete
  23. BBM gak jadi naik kang, mudah - mudahan indonesia semakin maju. I love Indonesia

    ReplyDelete
  24. BBM naik rakyat menderita,, yang kaya makin kaya , yang miskin makin susah.. hadeeeehhh...

    ReplyDelete