Sanksi Saja Indonesia!

 On December 12, 2012  

Bukan rahasia lagi kalau saat ini sepak bola Indonesia berada pada titik yang memilukan dan mungkin saja memalukan, tak hanya soal prestasi, tapi tentang banyak hal, terutama kepengurusan induk organisasi yang carut-marut. Semenjak berakhirnya era Nurdin Halid, PSSI seperti menjadi rebutan antara dua kubu, dimana PSSI yang di ketuai Djohar Arifin dianggap tidak sah dan melanggar aturan sehingga muncullah KPSI (Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia) atau PSSI versi baru, yang di ketuai oleh La Nyalla Mattalitti.

Kedua organisasi tersebut dan segenap pengurusnya merasa paling benar dan paling berhak untuk menjadi induk oranisasi sepak bola Indonesia, sehingga muncullah dua kompetisi yang berbeda, IPL dan ISL. Keberadaan dua kompetisi yang berlainan tentunya berimbas pada prestasi, persatuan, dan pada pemain sepak bola itu sendiri. Pada perhelatan Piala AFF 2012, nama Indonesia harus menanggung malu karena tersingkir di babak penyisihan grup, terlepas siapa dan yang mana wakil Indonesia, toh tetap saja nama negara yang di bawa.

Masih segar dalam ingatan, Diego Mendieta, pesepak bola asal Paraguay yang pada musim lalu membela PERSIS Solo meninggal di Solo. Dia meninggal dalam keadaan sakit dan mengalami kesulitan biaya untuk penyembuhan penyakitnya. Hal tersebut terjadi, karena gaji yang seharusnya menjadi haknya, belum dibayarkan oleh klub yang dibelanya selama kurang lebih 4 bulan. Ini hanya satu contoh yang harusnya bisa menjadi koreksi para petinggi dan orang-orang yang merasa benar dan mampu mengurusi sepak bola Indonesia. Saya yakin masih banyak kasus lain yang merugikan para pemain, terutama soal keterlambatan gaji karena klub peserta kompetisi di masing-masing induk organisasi kesulitan dalam pembiayaan klub.

Sebagai orang awam saya tidak tahu mana yang benar dan yang salah, tapi saya menganggap kedua organisasi tersebut dan segenap pengurusnya semuanya salah. Nyatanya dengan keberadaan PSSI maupun KPSI tidak memberi imbas positif, namun malah sebaliknya, persepakbolaan Indonesia kian tenggelam, dan semakin tak karuan nasibnya. Jangan bicara prestasi internasional, karena sudah bisa dipastikan terkena imbas dari kesemrawutan ini.

Dengan berlarut-larutnya permasalahan sepak bola Indonesia, FIFA pun sudah memberi peringatan, kalau persoalan tidak segera diatasi maka Indonesia akan terkena sanksi. Tapi sungguh menggelikan, bukan mencari solusi dengan duduk bersama, tapi PSSI dan KPSI malah sama-sama menggelar konggres, lalu dimana letak solusinya?, apakah dengan mengadakan konggres di masing-masing organisasi bisa menyelesaikan masalah?.

Saya sependapat saat beberapa tokoh mengutarakan pendapatnya, mungkin akan lebih baik kalau PSSI dan KPSI di bubarkan saja, lalu bentuk kepengurusan baru yang bebas dari kepentingan pribadi dan golongan. Pemerintah punya kewenangan dalam hal ini, tapi sepertinya pemerintah belum mampu (atau mungkin tak mampu) memberi solusi. Kalau sudah demikian kondisinya, mau bagaimana lagi, walaupun tidak menginginkannya, sanksi dari FIFA untuk sepak bola Indonesia mungkin bisa jadi "solusi". Semoga sepak bola Indonesia bisa mendapatkan solusi terbaik untuk permasalahannya, bahkan mungkin sanksi FIFA sekalipun.
Sanksi Saja Indonesia! 4.5 5 Sukadi December 12, 2012 Permasalahan sepak bola Indonesia yang tak kunjung selesai antara PSSI dan KPSI dan ancaman sanksi dari FIFA Bukan rahasia lagi kalau saat ini sepak bola Indonesia berada pada titik yang memilukan dan mun...


25 comments:

  1. mungkin dengan diberi sanksi, bisa membuat para pengurus sepak bola kembali berpikir jernih, tidak lagi mementingkan ego dan kepentingannya sendiri.
    tapi, kalau nantinya pemberian sanksi justru membuat dua organisasi (PSSI dan KPSI) saling menyalahkan bukannya bekerja sama, ya jadi makin parah.
    bingung -___-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. harapannya sih jangan sampai Indonesia kena sanksi, tapi kalau diberi kelonggaran tak ada yang mau mengalah dan semua merasa paling benar, apa mau dikata.

      Tak selamanya sanksi itu buruk, siapa tahu (misalnya) dengan diberi sanksi jadi lebih baik, siapa yang tahu. Atau bisa jadi malah tak ada efek apa-apa. Entahlah.

      Delete
  2. mau sanksi atau tidak..
    saya sangsi jika PSSI akan belajar dari sanksi yang diberikan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya pun lama-lama sangsi juga sama yang mengancam mau memberi sanksi.. :)

      Delete
  3. duh kalo bicara masalah ini, siapa yang seharusnya disalahkan ya mas? apa semua oknum dalam persepak bolaan juga ikut salah atau para petingginya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. entahlah mas, sepertinya tidak ada yang mau disalahkan, semua merasa paling benar.

      Delete
    2. nah, karena itulah persepak bolaan Indonesia banyak yang tidak jujur dan tidak mau sportif. itu sih dari pandangan saya yang sering melihat sepak bola Indonesia id tv. yang susah disalahkan pastilah para petingginya mas. ya nggak?

      Delete
    3. saya hanya menebak, banyak kepentingan yang bermain sehingga saling ngotot dan unjuk kekuatan, bukan cari solusi. :(

      Delete
  4. Gak tau kenapa sy gak suka pemerintahan sekarang, terkhusus priode kedua kesini. Seakan tak brani tegas dan bersembunyi di balik tak mau interfensi dan melanggar ham utk urusan yg sebenarnya dibawah kewenangannya. Kalau kayak gini terus rindu akan diktator yg bisa katakan "kamu harus A, kamu harus B"? (dalam hal kebaikan dan kemaslahatan).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pun demikian dengan saya mas, sebenarnya kalau ada yang mau menengahi dengan tegas, permasalahan seperti ini bisa terselesaikan, bukan malah menambah permasalahan.

      Delete
  5. iya tuh, pada gak jelas gitu, ego yang di besarin, yah moga aja permasalahan ini cepet kear deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga saja demikian, kalau ga bisa diselesaikan baik-baik, mending bubar saja lah dari pada ribut terus

      Delete
  6. Replies
    1. ya, sanksi saja bila memang itu yang terbaik

      Delete
  7. semakin hancur nih sepakbola PSSI. itulah kalo urusan sepakbola ikut dipolitisi.
    setuju dah pak, sama-sama bubarin, bentuk baru yang lebih fresh.


    salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau memang tidak bisa baik-baik, mungkin bisa dengan jalan yang lain.

      Delete
  8. Saya tak tau apa yang ada di benak orang yang merasa jadi tokoh sepak bola itu...
    Kayaknya masih lumayan jaman Nurdin Halid

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih mending jaman nurdin halid sepertinya Pak, tidak ada dualisme, walaupun sama-sama ruwet

      Delete
  9. Urusan olah raga kalo tercampur dengan kepentingan-kepentingan politik, kekuasaaan dan banyak. Ujung-ujungnya semua permainan dan hasil hanyalah dagelan keringat.
    Belum lagi kasus Diego yang mencoreng muka. Entah harus dengan jalan apa membuka pikiran penggede negeri ini agar politik jalan sendiri, olah raga jalan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya ingin solusi terbaik Kang, jangan sampai kena sanksi dari FIFA.
      Tapi kalau masih saja eyel-eyelan terus, di sanksi saja tidak masalah, siapa tahu malah jadi solusi terbaik.

      Delete
  10. sepak bola dilarang aja selamanya di indonesia :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau melarang sepak bola di indonesia, itu bukan solusi, tapi cari masalah :D

      Delete
  11. he..he..he..he..actualy im malaysian citizen n i dont care dint like mlysian team oso .>>>>onesantanblog

    ReplyDelete
  12. saya rasa KPSI bukannya menyelamatkan dunia sepak bola kita namun malah membuat keadaan semakin semrawut dan buktinya sekarang kedua organisasi ini menyatakan perang...
    saya sangat mendukung kalau Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA, dengan demikian kita bisa berinstripeksi diri dengan kepala dingin

    ReplyDelete
  13. kapan ya indonesia bisa JAYA..???
    bukan JAYA karna MASALAH..!!!
    wuh...
    he..he
    salam kenal dari..
    Gudang Makalahmu
    ditunggu follow backnya ya.. :)

    ReplyDelete