Kring.. Kring.. Kring... (Kangen Bersepeda)

 On July 8, 2014  

Saya yakin pasti banyak yang tahu lirik lagu ini, kalau tidak kebangetan, generasi tahun berapa pun hampir pasti tahu lirik lagu dibawah ini:
Kring-kring-kring ada sepeda
Sepedaku roda tiga
Kudapat dari ayah
karena rajin belajar
.....
Penggalan lirik lagu diatas adalah lirik lagu anak-anak yang sejak jaman dulu sampai sekarang masih saja orang ingat, lagu anak-anak tentang hadiah yang diberikan oleh orang tua kepada dirinya, lagu yang tak lekang oleh waktu.

Bicara tentang sepeda, sudah bertahun-tahun saya tak lagi menggunakan sepeda dalam keseharian, hanya beberapa kesempatan saya mencoba bersepeda, itupun hanya sekedar putar-putar di halaman. Dulu waktu masih kecil, bersepeda adalah sesuatu yang menyenangkan. Waktu sekolah di bangku SLTP, saya menggunakan sepeda sebagai alat transportasi saya ke sekolah, hingga akhirnya saya jarang bersepeda setelah lulus dari bangku SMP. Penyebabnya adalah saya bersekolah diluar kota.
Si Kecil dan Sepedanya
Sampai saat ini saya tidak begitu faham mengenai jenis atau tipe sepeda, kalau di desa saya, istilah nama atau jenis sepeda yang biasa disebut adalah: BMX, jengki, federal, kebo, mini. Dari nama-nama sepeda ini barangkali bukanlah nama atau jenis sepeda yang sesungguhnya atau nama sepeda seperti dalam deskripsi fungsi dan jenisnya. Nama atau sebutan sepeda di desa hanyalah penyebutan dari kebiasaan orang atau berdasar bentuk sepedanya.

Sepeda Gunung

Apakah sepeda gunung itu sepeda yang dipakai di gunung?, bila dihadapkan dengan pertanyaan mengenai sepeda gunung, hampir pasti saya tak punya banyak jawaban. Tapi, kalau disuruh cari deskripsi atau seluk beluk mengenai sepeda ini, tanya google pasti ada jawabannya he.he..
Sepeda gunung atau (All Terrain Bike/ATB atau Mountain Bike/MTB) adalah sepeda yang digunakan dalam medan yang berat. Pertama kali diperkenalan pada tahun 1970, oleh pemakai sepeda di perbukitan San Fransisco. 
Sejak saat itu dunia mengenal sepeda gunung ini. Ciri-cirinya adalah ringan, bentuk kerangka yang terbuat dari baja, aluminium dan yang terbaru menggunakan bahan komposit serat karbon (Carbon Fiber Reinforced Plastic) dan menggunakan shock breaker (peredam goncangan). Sedangkan ban yang dipakai adalah yang memiliki kemampuan untuk mencengkeram tanah dengan kuat. Sepeda gunung memiliki 18-30 gear pindah yang berguna untuk mengatur kecepatan dan kenyamanan dalam mengayuh pedalnya. Sepeda gunung dengan 30 gear berarti memiliki crankset depan dengan 3 piringan dan cassette sprocket dengan 10 piringan, sehingga 3 x 10 = 30 tingkat kecepatan yang berbeda. [wikipedia]
Banyak yang bilang kalau harga sepeda gunung itu terbilang mahal, bisa benar bisa juga tidak, semua bisa tergantung pada sudut pandang dan juga kondisi keuangan. Mungkin banyak juga sepeda gunung murah yang dijual dipasaran. Jika penasaran, Anda bisa survey ke toko sepeda di sekitar tempat tinggal Anda. Bila ingin lebih mudah lagi, cukup tersambung dengan koneksi internet, coba saja lihat-lihat di toko online yang menjual sepeda gunung, tak semua harga sepeda gunung itu mahal, sepeda gunung murah juga banyak.
Sepeda Gunung / www.elevenia.co.id
Gambar sepeda gunung diatas saya temukan dari google dan saya "pinjam" dari elevenia.co.id. Ternyata toko online yang satu ini bukan hanya menyediakan sepeda gunung saja, bagi yang ingin beli berbagai merek sepeda terbaik, murah dan berkualitas juga ada disana. Oh, iya, sebenarnya saya kangen juga untuk bersepeda seperti saat kecil dulu, karena saat ini saya lebih sering menggunakan sepeda motor atau angkutan umum untuk beraktifitas. Padahal, bersepeda lebih menyehatkan. Ah, bicara soal sepeda membuat saya teringat masa lalu, kira-kira perempuan itu masih ingat saya atau tidak ya? he.he...
Kring.. Kring.. Kring... (Kangen Bersepeda) 4.5 5 Sukadi July 8, 2014 Saya yakin pasti banyak yang tahu lirik lagu ini, kalau tidak kebangetan, generasi tahun berapa pun...


No comments:

Post a Comment