Akhirnya Suparman berhasil mengalahkan penjahat itu, kemudian dia berkata kepada penjahat yang sudah tersungkur tidak berdaya itu: "Aku bisa saja membunuhmu, tapi aku masih punya pilihan untuk tidak menjadi orang jahat".
Cerita diatas adalah sedikit penggalan cerita mini seri The Adventure of Suparman yang tayang pada malam minggu kemarin di MNCtv. Saya tertarik untuk menelaah kata yang saya cetak tebal diatas. Ya, mengenai sebuah pilihan dalam hidup.
Kalau saya cerna lagi, hidup memang terkadang (bahkan hampir selalu) menghadirkan pilihan-pilihan, dalam kondisi apapun kita pasti dihadapkan dengan pilihan. "Tak sulit" memang menentukan sebuah pilihan, tapi yang terberat adalah konsekuensi yang akan timbul setelah kita memutuskan sebuah pilihan. Konsekuensi yang timbul bisa saja positif maupun negatif. Bagi yang sudah siap memang tidak masalah, tapi bagi yang belum/tidak siap nantinya pasti hanya akan menyalahkan diri sendiri, lingkungan, bahkan TUHAN.
Untuk jadi baik atau buruk itu adalah pilihan dalam hidup, menjadi koruptor, penjahat, orang baik, itu merupakan sebuah pilihan dalam hidup.Yang perlu disiapkan adalah kebesaran hati untuk menerima konsekuensi dari setiap pilihan kita. Karena hidup harus memilih maka jangan sampai salah dalam memilih*)
Terimakasih.
*)walau terkadang kita berfikir bahwa sudah tidak ada pilihan lain.
Apakah benar hidup itu pilihan ? Sering orang merasakan dalam hidupnya tak bisa memilih, ia harus menjalani episode hidupnya dengan terpaksa.
ReplyDeleteMungkin tidak semua, tapi beberapa ada yg seperti itu.
Maaf lama tidak mampir mas, wah templatenya kembali ke awal ya mas. Bagus :)
Berani berbuat, harus pula berani menanggung setiap akibat yang akan ditimbulkan ...
ReplyDeleteberani korupsi, berani pula untuk ketahuan dan mendekam di penjara ...
Salam BURUNG HANTU
banyak pilihan, terkadang yang baik dan buruk bedanya tipis ya sob
ReplyDeleteHidup selalu menyediakan pilihan-pilihan itu. Karena itulah hidup, sebuah pilihan. Ketika kita merasa tak ada lagi pilihan, mari membuka mata dan hati untuk melihat bahwa masih terbentang pilihan-pilihan itu.
ReplyDelete*Bila satu pintu tertutup, masih banyak pintu lainnya yang terbuka*..
Hidup penuh pilihan, maka selalu menyertakan DIA agar tidak salah dalam memilih :)
Asssalamu'alaikum wr wb Kang.
ReplyDeleteMenjadi jahat bukan takdir, menjadi uztad juga bukan takdir. menjadi ke arah negatif maupun ke arah positip tergantung dari lingkungan yang mendidiknya.
Bukankah bayi lahir dalam keadaan fitrah, suci. hanya orang tuanya lah yang menyebabkan menjadi nasrani, yahudi dan nasranni.
Inspairatif Kang. Pamit dulu
setiap hari dalam hidup adalah pilihan, bahkan hidup adalah sebuah pilihan
ReplyDeletehidup memang penuh pilihan ya..
ReplyDeleteMantepp . . . .pas banget kata2xnya!!
ReplyDeleteyup..bener mas..konsekuensi dari apa yg menjadi pilihan kita, itulah yg terpenting...bebas memilih, namun tetap harus bertanggung jawab atas pilihan kita; apapun itu...
ReplyDeleteMantabs artikelnya sob...
ReplyDeletehidup itu emang pilihan....tapi terkadang kita sulit untuk memilih.....like this...
Selamat pagi sahabat tercinta
ReplyDeleteSaya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin
Dengan bangga saya mengundang anda untuk mengikuti K.U.M.A.T ( Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun ) di BlogCamp. Tali asihnya sih tidak seberapa tetapi sensasinya sungguh ruaaaaaarrrrrrrr biasa.
Silahkan simak artikel pengantarnya dengan meng-klik.
http://abdulcholik.com/2010/11/16/kontes-unggulan-muhasabah-akhir-tahun/
Terima kasih.
Salam hangat dari Markas BlogCamp Surabaya
hidup adalah pilihan.. yg terpenting jangan menyesali pilihan yg kita pilih
ReplyDeletepilihlah...mumpung masih ada kesempatan
ReplyDeleteketika lahir apapun persoalannya harus dihadapi, hidup sebuah pilihan, mungkin bukan memilih untuk hidup atau mati tapi memilih, dalah hidup kita mau hidup yang gimana? toh akhir dari hidup adalah mati. jadi bukankah ketika hidup tugas kita adalah mengumpulkan bekal amal untuk mati kita :)
ReplyDeletefikiran dan perasaan harus saling melengkapi, agar bisa membaca sinyal2 pilihan hidup yg ternyata sangat banyak jumlahnya
ReplyDeleteitulah hidup mas... selalu dipenuhi dengan pilihan-pilihan... moga kita selalu bisa memilih yang terbaik... yang menjadi kehendakNya... salam kasih mas...
ReplyDeletejadi, pilihan akan selalu ada asal kita tetap optimis.
ReplyDeleteTuhan kan menciptakan sesuatu ada 2, baik dan buruk, silakan pilih dan pertanggung jawabkan sendiri atas sesuatu yg dah dipilih
ReplyDeleteIdem dito ama sobat Rizky2009 : kita memang di bolehkan untuk memilih sesuai hati nurani kita..
ReplyDeletehidup itu kan emang pilihan tapi ketika kita bisa untuk tidak memilih, itupun merupakan sebuah pilihan hihi :p
ReplyDelete@Winny W: Kalau menurut saya benar Mbak, hidup adalah pilihan. Dalam ketidakberdayaan seseorang pasti dihadapkan dengan pilihan-pilihan, walau terkadang pilihan itu sulit.
ReplyDeleteBetapa banyak orang yang bunuh diri karena berbagai alasan, bukankah itu juga pilihan?, itu adalah pilihan hidup (yang salah). Setiap jalan hidup yang kita tempuh itu juga sebuah pilihan (disadari maupun tidak).
Ini dari sudut pandang saya lho Mbak, maaf kalau salah he.he.. terimakasih kunjungannya ya... :)
@Denuzz: Harusnya begitu Mas, berani berbuat harus berani menanggung akibatnya. Tapi terkadang berani berbuat tidak berani bertanggungjawab, ada yang pakai nangis-nangis dipengadilan segala ha.ha.ha
ReplyDelete@Goyang Karawang: Bedanya sangat tipis, kadang kita sampai tidak bisa membedakan, atau saking tipisnya jadi sangat transparan he.he.he
@Nilla Gustian: Saya setuju Mbak, hidup itu adalah pilihan, seandainya kita bingung memilih maka DIA lebih tahu mana pilihan yang terbaik buat kita...
@Djangan Pakies: Walaikumsalam Wr Wb Kang...
Saya setuju sama Jenengan, bayi yang lahir itu dalam kondisi suci, mereka tidak tahu kedepan mau jadi apa, orangtua lah yang berperan dalam membentuk watak dan 'pilihan' hidup kedepannya.
Maturnuwun Kang...
@joe: Setuju, hidup adalah pilihan... :)
@Seiri Hanako: Bener Mbak, banyak pilihan dalam hidup ini, makanya jangan sampai salah memilih he.he
@tutorial SEO: Terimakasih.. :)
@windflowers: Bebas milih tapi tidak asal milih Mbak..he.he
ReplyDelete@Teras Info: Untung ada DIA yang Maha Tahu he.he.
Terimakasih
@Pakde Cholik: Terimakasih banyak sudah berkunjung & mengundang saya untuk mengikuti acara K.U.M.A.T di BlogCamp, Insyaallah saya ikutan Pakde, semoga tidak telat he.he
@tomi: Penyesalan adalah bagian dari konsekuensi sebuah pilihan Mas...he.he
@Muhammad A Vip: Yup, mumpung masih ada kesempatan... :)
@bintangair: Mengumpulkan bekal yang baik untuk mati, bukan malah sebaliknya, memilih jalan yang salah untuk mengumpulkan bekal he.he
@kyaine: Sinyal DIA sangat kuat Pak Kyai... :)
Terimakasih
@albertus goentoer: Semoga kita selalu diberi petunjuk agar selalu dalam pilihan yang benar Pak...amin
ReplyDelete@andtheree: Harus optimis dan berfikir positif..:)
@Rizky209: Setuju sepenuhnya.. :)
@Saung Web: Semoga pilihan kita selalu benar.. :)
@Piacerre Sinyorin: Bukankah tidak memilih itu juga bagian dari sebuah pilihan? he.he
Terimakasih
Selamat memilih sobat...tentunya yang baik and positif
ReplyDeleteSukses dengan pilihannya Mas
ReplyDeletesepakat Mas Broto, hidup adalah pilihan,
ReplyDeletewalau kadang pilihan itu adalah yg terburuk dr yg ada, tetap saja kita hrs bertanggung jawab utk pilihan kita tsb.
salam
@vulkanis: Terimakasih... semoga pilihan kita selalu benar dan terbaik... :)
ReplyDelete@bundadontworry: Apa yang kita jalani adalah buah dari sebuah pilihan, walau kadang kita tidak merasa memilih apapun he.he
Terimakasih Bunda, Salam...
setelah memilih harus berani bertanggung jawab atas pilihannya.
ReplyDelete@Sang Cerpenis: harus dong.... itu namanya konsekuensi..he.he
ReplyDelete