Menghentikan SMS "Berlangganan"

 On October 12, 2011  

Akhir-akhir ini ramai diberitakan soal SMS penipuan yang berkedok promosi, penawaran, bahkan soal undian berhadiah, kalau diberita lebih sering disebut "pencurian pulsa". Sampai-sampai ada seorang pelanggan operator seluler yang melaporkan kepada fihak kepolisian. Betapa menakutkankannya SMS semacam ini, meski "hanya" 2.000 rupiah, tapi kalau datangnya berkali-kali bisa-bisa mengalahkan kebutuhan pulsa yang semestinya, belum lagi kalau nomor yang mengirimkan SMS lebih dari satu.

Demikian juga yang dialami istri saya, pulsa selalu berkurang saat mendapat SMS "berlangganan" semacam ini. Awalnya saya pikir hal tersebut hanya kebetulan saja, karena memang tidak merasa pernah berlangganan, tapi ternyata SMS datang secara berulang. Yang terbaru kemarin, pulsa yang awalnya habis, setelah diisi langsung datang SMS yang tidak berguna tersebut. 

Dan beberapa hari yang lalu akhirnya saya telfon ke operator seluler, yang pertama ingin memperjelas status SMS tersebut, yang kedua meminta bantuan untuk menghentikan "langganan" SMS yang tidak mutu tersebut. Setelah melewati proses pengecekan, akhirnya diketahui ternyata nomor istri saya "berlangganan" tiga layanan sekaligus. Padahal, istri saya tidak pernah merasa berlangganan satupun.

Setelah meminta nomor HP dan 16 digit nomor disebalik kartu, akhirnya permohonan penghentian SMS tersebut terkabulkan. Beberapa saat setelah saya telfon operator akhirnya ada 3 SMS masuk, ketiga SMS tersebut isinya sama, soal keterangan bahwa nomor istri saya sudah berhenti berlangganan. Lega rasanya, karena memang dari berita yang tersebar, kadang sulit untuk berhenti berlangganan SMS semacam itu.

Ada cara lain yang disampaikan oleh pria penerima keluhan saya tersebut, yaitu ketik OFF dan kirimkan ke nomor pengirim. Entah, apakah cara ini berhasil atau tidak, karena memang saya belum pernah mencobanya. Yang pasti, cara yang saya pakai untuk berhenti "berlangganan" adalah menelefon ke operator dan meminta untuk dihentikan, dan ini berhasil. Soal cara lain, saya belum pernah mencobanya. Jadi, bagi Anda yang mendapatkan SMS "berlangganan", jika Anda merasa kesulitan untuk berhenti, cobalah telfon operator seluler Anda, jika memang tidak ada hasil, mungkin bisa mengikuti langkah korban yang sudah melapor kepada fihak kepolisian hehe... Apakah Anda punya pengalaman dengan SMS "berlangganan" seperti ini? :)
Menghentikan SMS "Berlangganan" 4.5 5 Sukadi October 12, 2011 Akhir-akhir ini ramai diberitakan soal SMS penipuan yang berkedok promosi, penawaran, bahkan soal u...


31 comments:

  1. saya juga demikian. cukup telepon operator trus minta hentikan seluruh layanan yang ga penting itu. saya terdeteksi sampe 8 layanan lho. buahahhaha, parah nih provider lama-lama...

    ReplyDelete
  2. @ReBorn: untung segera dilaporkan, kalau dibiarkan lama-lama bisa-bisa jadi 10 layanan lebih hehe

    ReplyDelete
  3. SMS yang semakin meresahkan, semoga saja dengan adanya laporan ke polisi bisa membuat jera si "penipu" :D

    ReplyDelete
  4. Sama, aku juga langsung telpon operator kalo tiba-tiba ada yg memasukkan nomorku menjadi pelanggan penyedot pulsa yang aku sendiri tidak pernah mengaktifkannya. Lama-lama makin parah aja tuh operator. Makin banyaknipunya. :(

    ReplyDelete
  5. @Nyenengke: semoga saja demikian :)

    @Arif Zunaidi: iya, makin menjadi-jadi, kenapa juga operator seluler tidak berani ambil tndakan tegas ya? padahal sudah jelas merugikan :(

    ReplyDelete
  6. sms yg menjengkelkan y gan,ana pernah ampe pulsa minim bgt gara2 sms tak jelas

    ReplyDelete
  7. @sepatu online: ya bos, semoga ga dapet sms yang begituan lagi :D

    ReplyDelete
  8. alhamdulillah belum pernah, tapi terkadang ada rasa was-was juga. semoga gak dapet begituan amiinn.. :D

    ReplyDelete
  9. Regulator seharusnya mengeluarkan kebijakan untuk menyetop semua SMS premium. Setelah itu baru dibuat aturan yang ketat dan baru diperbolehkan lagi setelah aturan ketat dan kontrol ketat juga dari regulator

    ReplyDelete
  10. mungkin sekali lagi ini mungkin ada faktor kesengajaan atau pembiaran dari phak operator sendiri, pernah tetangga saya mau berhenti langganan saja ga bsa terus dan pada ahirnya harus membuang nomer tsb..

    ReplyDelete
  11. @afitsetiadi: semoga saja mas, karena memang merugikan :D

    @Andhy: harusnya demikian, karena memang secara tidak langsung merugikan operator sendiri, bagi yang masih awam, tentunya memilih ganti operator daripada dirugikan terus.

    @yayack: bisa juga, karena waktu saya telfon operator, mereka tahu jumlah nomor premium tersebut, padahal dari saya malah tidak tahu..

    ReplyDelete
  12. dengar kabar pemerintah mau menindak provider yang nakal masalah SMS berlangganan itu kang.. semoga saja cepat dilakukan, karena kasihan kan bagi mereka yang tidak paham cara berhenti untuk berlangganan

    ReplyDelete
  13. itu memang ide bagus sob.. saya jg sering bilang ke tmn2 saya yg terkena kasus sama, caranya ya telpon aja ke operator... biar gak ribet.

    ReplyDelete
  14. Seperti kata seorang member di JLC, telephone dan nomer telephone itu sifatnya private. Jadi operator tidak boleh seenaknya meng-akses nomer kita. Kalau itu dilakukan berarti pelangaran..!

    ReplyDelete
  15. @Lozz Akbar: semoga bukan hanya kabar yang kabur, Kang.. :)

    @Penghuni60: ya, daripada ketik unreg atau off tapi belum tentu berhasil, malah pulsa berkurang buat kirim SMS :)

    @Hybrid car: saya pikir operator juga tidak seenaknya, karena biasanya semua atas permintaan pelanggan :)

    ReplyDelete
  16. kenapa ya para provider ini tidak bisa bertindak tegas demi kenyamanan pelanggan?
    dan, kenapa juga si penyedot pulsa ini kok gak habis2, adaaaaa terus dimana2, bergentayangan dr nomer ponsel satu ke yg lain?
    salam

    ReplyDelete
  17. sayangnya, saat ketik off itu tidak benar2 berfungsi sekarang, malah terkadang tetap dikirimi sms yang sama.

    ReplyDelete
  18. Setiap bulan, duit yang disedot dari sms bangke ini mencapai Rp 300 Miliar!!!!

    Menurut gw sih, yang punya perusahaan2 content provider pasti ya oknum2 penjahat+politikus juga. Kalo gak, ngapain coba bisa sampai berlarut2 masalahnya?
    Sumber duit coy, mayan buat pemilu.

    Modal paling berapa sih, tapi keuntungannya?
    300M sebulan, kalo setahun? 3,6 TRILIUN!!!

    Bisnis apa coba yang paling menguntungkan selain ini?
    Secara bisnis, ini Legal, dan bukan praktek pencucian uang! Walaupun prakteknya penuh kecurangan.

    ReplyDelete
  19. alhamdulillah belum pernah
    tapi kadang2 takut juga




    mampir ke website kami http://www.the-netwerk.com

    ReplyDelete
  20. bingungnya konetn2 itu malah ga ada hubungannya sama operator... bingung deh sama cara kerja nya mereka itu. :(

    ReplyDelete
  21. memang bisnis semakin menghalalkan segala cara. Saya pernah mengalami hal tersebut. tp dengan ganti nomor, semua sudah beres. hehehe

    ReplyDelete
  22. makasih infonya .
    www.hajarabis.com

    ReplyDelete
  23. Info yang berguna untuk kita semua dan trims ya Sob.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  24. Iyaaaa T__T
    Malah suka dikirimi lagu, tapi gak pernah kuretrieve MMSnya. Nggak pernah perhatiin pulsanya kesedot apa enggak. :(

    ReplyDelete
  25. aku juga pernah ngalamin yg semacam ini,setiap hari pulsaku berkurang 1200,padahal merasa ga pernah berlangganan...

    akhirnya lama ga pernah kuisi pulsa
    ehh,beneran setelah tak kuisi lama sms nya ga pernah masuk lagi sampai sekarang
    alhamdulillah bangett....

    ReplyDelete
  26. nglik di website kami yukk

    ReplyDelete
  27. Untung aku belum> Tipsnya ya jangan pernah naggepin sms promo seperti itu....alat kesehatan | medical equipment supplies

    ReplyDelete
  28. @bundadontworry: Itulah yang jadi pertanyaannya, Bunda. Kalau sampai provider tidak tahu menau masalah ini kok kelihatannya tidak masuk akal. :(

    @hanif: entahlah, apakah itu hanya teori :(

    @catatan playboy: ternyata sebanyak itu, betapa merugikannya kecurangan ini, sepertinya perlu penanganan yang lebih tegas.

    ReplyDelete
  29. @obat herbal: benarkah?, terimakasih kembali :)

    @the-netwerk: yang penting hati-hati dan bila ada kecurangan laporkan saja :D

    @NuellubiS: sepertinya tujuannya bukan pelayanan tapi keuntungan semata :(

    @om onny: tapi tetap saja was-was, Om. barangkali setelah nomor baru tapi masih dikirimi kan sama saja.

    ReplyDelete
  30. @Hajarabis: sama-sama

    @Ejawantah Bog: semoga bermanfaat

    @riez: maaf, saya tidak bisa membantu, soalnya tidak tahu menahu soal itu

    @Sitti Rasuna Wibawa: sesekali di cek mbak, barangkali pulsanya berkurang :)

    ReplyDelete
  31. @Atma Muthmainna: berarti pengirimnya tahu kala mbak Atma nggak punya pulsa, akhirnya kapok mau ngirim sms lagi hehe..

    @sedia alat kesehatan: sukurlah kalau belum pernah, kalau tidak ditanggepin tapi sms-nya datang terus dengan sendirinya bagaimana? :D

    ReplyDelete